Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Anggaran Rp3 Miliar, Berau Expo Hadirkan Hiburan, Promosi UMKM, dan Seni Budaya

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    12 Oktober 2026 pukul 21:00 WITA

    Konferensi pers expo 2026 kabupaten berau, di Kantor DPMPTSP Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk pelaksanaan Berau Expo 2026 yang berlangsung pada 16-25 Oktober 2026. Kegiatan ini memadukan hiburan masyarakat, promosi produk UMKM, serta pertunjukan seni dan budaya daerah.

    Berpusat di Lapangan Pemuda dan Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb, Berau Expo tahun ini mengusung tema "Ekonomi Tumbuh, Budaya Lestari, Berau Sejahtera". Sebanyak 143 tenant akan berpartisipasi, terdiri dari 68 tenant di dalam gedung dan 75 tenant di area luar.

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan program pemerintah dan mendorong pemasaran produk lokal.

    Peserta yang terlibat berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), UMKM binaan, perbankan, perusahaan, 13 kecamatan, hingga komunitas seni dan budaya.

    "Berau Expo tidak hanya menampilkan program dan capaian pemerintah daerah, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM, perbankan, perusahaan, 13 kecamatan, serta komunitas seni dan budaya,"  ujar Nanang.

    Dalam penataan lokasi, Gedung Graha Pemuda akan digunakan untuk stan OPD, organisasi yang berafiliasi dengan pemerintah, serta UMKM binaan. Sementara area lapangan difokuskan untuk panggung hiburan.

    Dirinya menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau untuk mengakomodasi UMKM binaan. Melalui keikutsertaan dalam pameran, pelaku usaha diharapkan dapat memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.

    "Kita berharap pengunjung dari luar daerah, seperti Kutai Timur dan Bulungan, bisa melihat langsung bahwa produk UMKM Berau memiliki kualitas dan kemasan yang baik," ungkapnya.

    Selain promosi produk lokal, panggung Berau Expo 2026 juga disiapkan untuk menghadirkan hiburan dari artis dan musisi daerah. Fabio Aser dijadwalkan tampil pada hari pertama, penyanyi lokal Hafiz pada hari kedua, Mesa Hira pada hari keenam, serta The Rain Band pada malam penutupan.

    Panitia juga berencana memberikan kesempatan kepada talenta lokal lainnya, termasuk Geovana yang disebut meraih juara pertama dalam kompetisi piano di Taiwan. 

    "Berbagai paguyuban dan komunitas seni pun turut dilibatkan untuk menampilkan keberagaman budaya masyarakat Berau," kata Nanang.

    Kemudian, Asisten III Sekretariat Kabupaten Berau sekaligus Ketua Panitia Berau Expo 2026, Maulidiyah, mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui berbagai pertunjukan.

    "Kita ingin memperkenalkan budaya-budaya yang kita miliki. Pencipta lagu daerah juga semakin banyak, sehingga kita berikan wadah agar karya mereka bisa ditampilkan dan dilombakan," ungkapnya.

    Maulidiyah menyebut seni tari, lagu daerah, kerajinan tangan, hingga wastra atau kain tradisional akan menjadi bagian dari rangkaian acara. Festival tari dan lomba lagu daerah juga disiapkan untuk memberikan ruang bagi seniman dan pencipta lagu lokal menampilkan karya mereka.

    Sementara itu, Ketua EO Mata Sanggam, Morten, menjelaskan konsep Berau Expo tahun ini memadukan pameran pembangunan, bazar UMKM, panggung hiburan rakyat, serta pertunjukan seni budaya dari berbagai paguyuban.

    "Ekonomi tumbuh, budaya lestari, Berau sejahtera. Itu yang ingin kita hadirkan melalui kegiatan ini, dengan memberikan ruang bagi UMKM, budaya, dan pariwisata," terangnya.

    Melalui pelaksanaan Berau Expo 2026, diharapkan dapat memperluas pemasaran produk UMKM, membuka ruang kreativitas bagi talenta lokal, serta memperkenalkan potensi seni dan budaya Berau kepada masyarakat luas. 

    "Expo tidak hanya menjadi pusat hiburan selama sepuluh hari, tetapi juga menjadi sarana promosi ekonomi dan kekayaan daerah," tutup Morten. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Anggaran Rp3 Miliar, Berau Expo Hadirkan Hiburan, Promosi UMKM, dan Seni Budaya

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    12 Oktober 2026 pukul 21:00 WITA

    Konferensi pers expo 2026 kabupaten berau, di Kantor DPMPTSP Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk pelaksanaan Berau Expo 2026 yang berlangsung pada 16-25 Oktober 2026. Kegiatan ini memadukan hiburan masyarakat, promosi produk UMKM, serta pertunjukan seni dan budaya daerah.

    Berpusat di Lapangan Pemuda dan Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb, Berau Expo tahun ini mengusung tema "Ekonomi Tumbuh, Budaya Lestari, Berau Sejahtera". Sebanyak 143 tenant akan berpartisipasi, terdiri dari 68 tenant di dalam gedung dan 75 tenant di area luar.

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan program pemerintah dan mendorong pemasaran produk lokal.

    Peserta yang terlibat berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), UMKM binaan, perbankan, perusahaan, 13 kecamatan, hingga komunitas seni dan budaya.

    "Berau Expo tidak hanya menampilkan program dan capaian pemerintah daerah, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM, perbankan, perusahaan, 13 kecamatan, serta komunitas seni dan budaya,"  ujar Nanang.

    Dalam penataan lokasi, Gedung Graha Pemuda akan digunakan untuk stan OPD, organisasi yang berafiliasi dengan pemerintah, serta UMKM binaan. Sementara area lapangan difokuskan untuk panggung hiburan.

    Dirinya menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau untuk mengakomodasi UMKM binaan. Melalui keikutsertaan dalam pameran, pelaku usaha diharapkan dapat memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.

    "Kita berharap pengunjung dari luar daerah, seperti Kutai Timur dan Bulungan, bisa melihat langsung bahwa produk UMKM Berau memiliki kualitas dan kemasan yang baik," ungkapnya.

    Selain promosi produk lokal, panggung Berau Expo 2026 juga disiapkan untuk menghadirkan hiburan dari artis dan musisi daerah. Fabio Aser dijadwalkan tampil pada hari pertama, penyanyi lokal Hafiz pada hari kedua, Mesa Hira pada hari keenam, serta The Rain Band pada malam penutupan.

    Panitia juga berencana memberikan kesempatan kepada talenta lokal lainnya, termasuk Geovana yang disebut meraih juara pertama dalam kompetisi piano di Taiwan. 

    "Berbagai paguyuban dan komunitas seni pun turut dilibatkan untuk menampilkan keberagaman budaya masyarakat Berau," kata Nanang.

    Kemudian, Asisten III Sekretariat Kabupaten Berau sekaligus Ketua Panitia Berau Expo 2026, Maulidiyah, mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui berbagai pertunjukan.

    "Kita ingin memperkenalkan budaya-budaya yang kita miliki. Pencipta lagu daerah juga semakin banyak, sehingga kita berikan wadah agar karya mereka bisa ditampilkan dan dilombakan," ungkapnya.

    Maulidiyah menyebut seni tari, lagu daerah, kerajinan tangan, hingga wastra atau kain tradisional akan menjadi bagian dari rangkaian acara. Festival tari dan lomba lagu daerah juga disiapkan untuk memberikan ruang bagi seniman dan pencipta lagu lokal menampilkan karya mereka.

    Sementara itu, Ketua EO Mata Sanggam, Morten, menjelaskan konsep Berau Expo tahun ini memadukan pameran pembangunan, bazar UMKM, panggung hiburan rakyat, serta pertunjukan seni budaya dari berbagai paguyuban.

    "Ekonomi tumbuh, budaya lestari, Berau sejahtera. Itu yang ingin kita hadirkan melalui kegiatan ini, dengan memberikan ruang bagi UMKM, budaya, dan pariwisata," terangnya.

    Melalui pelaksanaan Berau Expo 2026, diharapkan dapat memperluas pemasaran produk UMKM, membuka ruang kreativitas bagi talenta lokal, serta memperkenalkan potensi seni dan budaya Berau kepada masyarakat luas. 

    "Expo tidak hanya menjadi pusat hiburan selama sepuluh hari, tetapi juga menjadi sarana promosi ekonomi dan kekayaan daerah," tutup Morten. (Adv)

    (Sf/Rs)