Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Destinasi wisata Air Panas Pemapak, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau. (Foto: Disbudpar Berau)
Tanjung Redeb - Destinasi wisata Air Panas Pemapak di Kecamatan Biatan mendapat perhatian dari delegasi asal Seychelles dalam kunjungan kerja yang telah mereka lakukan di Kabupaten Berau.
Selain mengapresiasi keunikan sumber air panas alami, delegasi juga memberikan masukan untuk memperkuat daya tarik wisata melalui storytelling sejarah dan cerita rakyat.
Camat Biatan, Rusdiansyah, mengatakan bahwa semula kunjungan delegasi Seychelles sebenarnya berfokus pada peninjauan budi daya udang tambak di Kampung Tabalar Muara. Namun, keberadaan Air Panas Pemapak turut menarik perhatian rombongan karena memiliki karakteristik alam yang unik.
Sumber air panas tersebut diketahui muncul secara alami, meski wilayah Biatan tidak berada di kawasan gunung berapi. Keunikan itu menjadi salah satu hal yang membuat delegasi Seychelles penasaran dan tertarik terhadap potensi wisata Pemapak.
"Mereka sempat heran, kok bisa ada sumber air panas padahal di daerah ini tidak ada gunung merapi. Nah, daya tarik utamanya justru ada di situ," ujar Rusdiansyah.
Ia pun menjelaskan dari kunjungan tersebut, delegasi Seychelles menilai pengelolaan Air Panas Pemapak sudah berjalan cukup baik. Namun, masih diperlukan sejumlah inovasi agar destinasi tersebut mampu memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Ia menyebut salah satu masukan yang diberikan oleh delegasi Seychelles yakni menghadirkan narasi mengenai sejarah dan asal-usul Air Panas Pemapak. Cerita rakyat atau kisah yang berkembang di tengah masyarakat dapat dikemas sebagai bagian dari pengalaman wisata.
"Dengan adanya storytelling, pengunjung bisa mengetahui cerita di balik keberadaan Air Panas Pemapak. Itu bisa menjadi nilai tambah sekaligus membuat destinasi ini memiliki ciri khas yang lebih kuat," terangnya.
Oleh karena itu, Rusdiansyah menegaskan, dukungan delegasi Seychelles menjadi hal positif bagi pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Biatan.
Pemerintah kecamatan berharap masukan yang diperoleh dapat ditindaklanjuti dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata Biatan ke pasar yang lebih luas.
"Jadi alhamdulillah kami sangat support sekali. Mudah-mudahan sesuai dengan hasil yang kita dapatkan, masukan ini bisa kita realisasikan dan memberikan dampak bagi kemajuan pariwisata di Biatan," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Destinasi wisata Air Panas Pemapak, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau. (Foto: Disbudpar Berau)
Tanjung Redeb - Destinasi wisata Air Panas Pemapak di Kecamatan Biatan mendapat perhatian dari delegasi asal Seychelles dalam kunjungan kerja yang telah mereka lakukan di Kabupaten Berau.
Selain mengapresiasi keunikan sumber air panas alami, delegasi juga memberikan masukan untuk memperkuat daya tarik wisata melalui storytelling sejarah dan cerita rakyat.
Camat Biatan, Rusdiansyah, mengatakan bahwa semula kunjungan delegasi Seychelles sebenarnya berfokus pada peninjauan budi daya udang tambak di Kampung Tabalar Muara. Namun, keberadaan Air Panas Pemapak turut menarik perhatian rombongan karena memiliki karakteristik alam yang unik.
Sumber air panas tersebut diketahui muncul secara alami, meski wilayah Biatan tidak berada di kawasan gunung berapi. Keunikan itu menjadi salah satu hal yang membuat delegasi Seychelles penasaran dan tertarik terhadap potensi wisata Pemapak.
"Mereka sempat heran, kok bisa ada sumber air panas padahal di daerah ini tidak ada gunung merapi. Nah, daya tarik utamanya justru ada di situ," ujar Rusdiansyah.
Ia pun menjelaskan dari kunjungan tersebut, delegasi Seychelles menilai pengelolaan Air Panas Pemapak sudah berjalan cukup baik. Namun, masih diperlukan sejumlah inovasi agar destinasi tersebut mampu memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Ia menyebut salah satu masukan yang diberikan oleh delegasi Seychelles yakni menghadirkan narasi mengenai sejarah dan asal-usul Air Panas Pemapak. Cerita rakyat atau kisah yang berkembang di tengah masyarakat dapat dikemas sebagai bagian dari pengalaman wisata.
"Dengan adanya storytelling, pengunjung bisa mengetahui cerita di balik keberadaan Air Panas Pemapak. Itu bisa menjadi nilai tambah sekaligus membuat destinasi ini memiliki ciri khas yang lebih kuat," terangnya.
Oleh karena itu, Rusdiansyah menegaskan, dukungan delegasi Seychelles menjadi hal positif bagi pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Biatan.
Pemerintah kecamatan berharap masukan yang diperoleh dapat ditindaklanjuti dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata Biatan ke pasar yang lebih luas.
"Jadi alhamdulillah kami sangat support sekali. Mudah-mudahan sesuai dengan hasil yang kita dapatkan, masukan ini bisa kita realisasikan dan memberikan dampak bagi kemajuan pariwisata di Biatan," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)