Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Penerapan teknik nursery yang dilakukan melalui program SECURE. (Foto: Dok YKAN)
Tanjung Redeb - Penerapan teknik nursery atau pendederan yang diperkenalkan melalui program SECURE mulai memberikan dampak positif bagi petambak di Kabupaten Berau. Inovasi budidaya tersebut dinilai mampu meningkatkan daya tahan dan tingkat kelangsungan hidup benih udang windu serta ikan bandeng sebelum ditebar ke tambak pembesaran.
Kegiatan ini pun didukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau. Teknik nursery menjadi salah satu materi yang diajarkan dalam kegiatan sekolah lapang SECURE yang dilaksanakan di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran.
Selain pendederan, petambak juga dibekali pengetahuan mengenai pengolahan kompos dan Mikroorganisme Lokal (MOL) yang memanfaatkan bahan-bahan organik di sekitar tambak untuk menjaga kualitas lingkungan budidaya.
Melalui proses nursery, benih udang dan bandeng terlebih dahulu menjalani masa aklimatisasi agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi perairan tambak. Dengan cara tersebut, benih menjadi lebih kuat dan memiliki peluang hidup yang lebih tinggi saat memasuki tahap pembesaran.
Petambak mitra SECURE di Kampung Suaran, Jumardi, mengaku teknik nursery menjadi salah satu inovasi yang paling bermanfaat bagi kegiatan budidaya yang dijalankannya. Ia mengatakan bahwa sebelumnya benih udang windu dan bandeng langsung ditebar ke tambak sehingga tingkat keberhasilannya tidak selalu optimal.
"Melalui sekolah lapangan, kami belajar melakukan pendederan dan aklimatisasi terlebih dahulu agar benih dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tambak. Hasilnya, benih lebih kuat, tingkat kelangsungan hidupnya lebih baik, dan kami lebih yakin dalam menjalankan proses budi daya," ujar Jumardi.
Ia menyampaikan bahwa penerapan teknik tersebut turut berkontribusi terhadap hasil panen yang diperoleh. Dimana, tambak yang dikelola Jumardi bersama ayahnya, berhasil menghasilkan 284,2 kilogram udang windu dan 120 kilogram udang bintik pada panen yang dilakukan 3 Juni 2026.
Menanggapi itu, Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengapresiasi pendekatan yang diterapkan melalui program SECURE. Menurutnya, inovasi budi daya yang dibarengi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan menjadi langkah penting dalam mewujudkan sektor perikanan yang berkelanjutan.
"Pendekatan ini menunjukkan bahwa budi daya dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Selain meningkatkan hasil budi daya, model SECURE juga menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat," kata Majid.
Majid pun menegaskan bahwa, integrasi antara restorasi mangrove dan praktik budi daya ramah lingkungan mampu meningkatkan ketahanan tambak terhadap berbagai risiko lingkungan sekaligus mendukung penerapan ekonomi biru di Kabupaten Berau.
"SECURE bukan hanya tentang produksi udang, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat membangun kembali hubungan dengan ekosistem pesisirnya. Kita harap program SECURE ini dapat terus berlanjut dan dapat menjadi peluang masyarakat untuk meningkatkan ekonomi," tandas Majid. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Penerapan teknik nursery yang dilakukan melalui program SECURE. (Foto: Dok YKAN)
Tanjung Redeb - Penerapan teknik nursery atau pendederan yang diperkenalkan melalui program SECURE mulai memberikan dampak positif bagi petambak di Kabupaten Berau. Inovasi budidaya tersebut dinilai mampu meningkatkan daya tahan dan tingkat kelangsungan hidup benih udang windu serta ikan bandeng sebelum ditebar ke tambak pembesaran.
Kegiatan ini pun didukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau. Teknik nursery menjadi salah satu materi yang diajarkan dalam kegiatan sekolah lapang SECURE yang dilaksanakan di Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Suaran.
Selain pendederan, petambak juga dibekali pengetahuan mengenai pengolahan kompos dan Mikroorganisme Lokal (MOL) yang memanfaatkan bahan-bahan organik di sekitar tambak untuk menjaga kualitas lingkungan budidaya.
Melalui proses nursery, benih udang dan bandeng terlebih dahulu menjalani masa aklimatisasi agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi perairan tambak. Dengan cara tersebut, benih menjadi lebih kuat dan memiliki peluang hidup yang lebih tinggi saat memasuki tahap pembesaran.
Petambak mitra SECURE di Kampung Suaran, Jumardi, mengaku teknik nursery menjadi salah satu inovasi yang paling bermanfaat bagi kegiatan budidaya yang dijalankannya. Ia mengatakan bahwa sebelumnya benih udang windu dan bandeng langsung ditebar ke tambak sehingga tingkat keberhasilannya tidak selalu optimal.
"Melalui sekolah lapangan, kami belajar melakukan pendederan dan aklimatisasi terlebih dahulu agar benih dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tambak. Hasilnya, benih lebih kuat, tingkat kelangsungan hidupnya lebih baik, dan kami lebih yakin dalam menjalankan proses budi daya," ujar Jumardi.
Ia menyampaikan bahwa penerapan teknik tersebut turut berkontribusi terhadap hasil panen yang diperoleh. Dimana, tambak yang dikelola Jumardi bersama ayahnya, berhasil menghasilkan 284,2 kilogram udang windu dan 120 kilogram udang bintik pada panen yang dilakukan 3 Juni 2026.
Menanggapi itu, Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengapresiasi pendekatan yang diterapkan melalui program SECURE. Menurutnya, inovasi budi daya yang dibarengi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan menjadi langkah penting dalam mewujudkan sektor perikanan yang berkelanjutan.
"Pendekatan ini menunjukkan bahwa budi daya dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Selain meningkatkan hasil budi daya, model SECURE juga menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat," kata Majid.
Majid pun menegaskan bahwa, integrasi antara restorasi mangrove dan praktik budi daya ramah lingkungan mampu meningkatkan ketahanan tambak terhadap berbagai risiko lingkungan sekaligus mendukung penerapan ekonomi biru di Kabupaten Berau.
"SECURE bukan hanya tentang produksi udang, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat membangun kembali hubungan dengan ekosistem pesisirnya. Kita harap program SECURE ini dapat terus berlanjut dan dapat menjadi peluang masyarakat untuk meningkatkan ekonomi," tandas Majid. (Adv)
(Sf/Rs)