Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Ada 12 Anak di Berau Sudah Bergabung di Sekolah Rakyat Provinsi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    08 Juni 2026 pukul 20:03 WITA

    Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sebanyak 12 anak asal Kabupaten Berau telah mengikuti program Sekolah Rakyat (SR) yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Program pendidikan berasrama tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi mengatakan para peserta berasal dari kuota yang disediakan pemprov untuk seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Sementara itu, Dinsos Berau kini mulai mempersiapkan peserta baru untuk tahun ajaran berikutnya.

    "Saat ini sudah ada 12 anak asal Berau yang mengikuti Sekolah Rakyat yang dikelola pemerintah provinsi," ujar Iswahyudi.

    Menurutnya, minat masyarakat terhadap program tersebut cukup baik. Namun, dalam proses rekrutmen masih ditemukan sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan orang tua yang harus melepas anak mereka menempuh pendidikan jauh dari rumah.

    "Kalau jauh memang banyak orang tua yang merasa berat dan khawatir. Apalagi mau jenguk juga susah karna jaraknya jauh," katanya.

    Ia pun mencontohkan dalam beberapa kasus, pihaknya harus melakukan pendekatan khusus kepada keluarga yang ingin menarik anaknya pulang dari sekolah. Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat SR.

    "Dari pengalaman yang ada, kadang anaknya justru ingin sekolah. Ada yang sudah berada di sana lalu ingin pulang. Kita harus membujuk lagi orang tuanya. Bahkan ada yang batal karena ayahnya tidak mengizinkan," ungkapnya.

    Untuk tahun ajaran mendatang, Dinsos Berau telah mulai melakukan inventarisasi data calon peserta dari keluarga kurang mampu. Pendataan tersebut dilakukan sebagai persiapan sebelum usulan peserta disampaikan kepada Pemprov Kaltim. 

    "Kita sedang menginventarisir keluarga-keluarga yang tidak mampu. Datanya nanti kita kirim ke provinsi, kemudian provinsi yang menentukan kuotanya," jelasnya.

    Dirinya menjelaskan proses penerimaan SR berbeda dengan sekolah pada umumnya. Persyaratan utama yang harus dipenuhi calon peserta adalah berasal dari keluarga miskin sesuai data yang dimiliki pemerintah.

    "Walaupun kuota untuk tahun 2027 belum ditetapkan, tapi kami berharap jumlah peserta asal Berau dapat bertambah. Apalagi terdapat rencana pembukaan jenjang pendidikan yang lebih lengkap, mulai dari SD, SMP hingga SMA," tandasnya.

    Terakhir, Iswahyudi berharap program ini dapat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Ada 12 Anak di Berau Sudah Bergabung di Sekolah Rakyat Provinsi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    08 Juni 2026 pukul 20:03 WITA

    Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sebanyak 12 anak asal Kabupaten Berau telah mengikuti program Sekolah Rakyat (SR) yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Program pendidikan berasrama tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi mengatakan para peserta berasal dari kuota yang disediakan pemprov untuk seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Sementara itu, Dinsos Berau kini mulai mempersiapkan peserta baru untuk tahun ajaran berikutnya.

    "Saat ini sudah ada 12 anak asal Berau yang mengikuti Sekolah Rakyat yang dikelola pemerintah provinsi," ujar Iswahyudi.

    Menurutnya, minat masyarakat terhadap program tersebut cukup baik. Namun, dalam proses rekrutmen masih ditemukan sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan orang tua yang harus melepas anak mereka menempuh pendidikan jauh dari rumah.

    "Kalau jauh memang banyak orang tua yang merasa berat dan khawatir. Apalagi mau jenguk juga susah karna jaraknya jauh," katanya.

    Ia pun mencontohkan dalam beberapa kasus, pihaknya harus melakukan pendekatan khusus kepada keluarga yang ingin menarik anaknya pulang dari sekolah. Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat SR.

    "Dari pengalaman yang ada, kadang anaknya justru ingin sekolah. Ada yang sudah berada di sana lalu ingin pulang. Kita harus membujuk lagi orang tuanya. Bahkan ada yang batal karena ayahnya tidak mengizinkan," ungkapnya.

    Untuk tahun ajaran mendatang, Dinsos Berau telah mulai melakukan inventarisasi data calon peserta dari keluarga kurang mampu. Pendataan tersebut dilakukan sebagai persiapan sebelum usulan peserta disampaikan kepada Pemprov Kaltim. 

    "Kita sedang menginventarisir keluarga-keluarga yang tidak mampu. Datanya nanti kita kirim ke provinsi, kemudian provinsi yang menentukan kuotanya," jelasnya.

    Dirinya menjelaskan proses penerimaan SR berbeda dengan sekolah pada umumnya. Persyaratan utama yang harus dipenuhi calon peserta adalah berasal dari keluarga miskin sesuai data yang dimiliki pemerintah.

    "Walaupun kuota untuk tahun 2027 belum ditetapkan, tapi kami berharap jumlah peserta asal Berau dapat bertambah. Apalagi terdapat rencana pembukaan jenjang pendidikan yang lebih lengkap, mulai dari SD, SMP hingga SMA," tandasnya.

    Terakhir, Iswahyudi berharap program ini dapat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan. (Adv)

    (Sf/Lo)