Dinas PMPD Prov Kaltim

    Transformasi Desa di Kalimantan Timur: Menuju Kemajuan yang Berkelanjutan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    06 Desember 2023 pukul 13:20 WITA

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Anwar Sanusi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur (Kaltim) telah mencatat kemajuan signifikan dalam upaya peningkatan status desa-desa di wilayah tersebut. Pada tahun 2023, terdapat penurunan yang mencolok pada jumlah desa tertinggal, menandakan langkah maju yang konkret menuju visi Zero Desa Tertinggal.

    Kepala DPMPD Kaltim, Anwar Sanusi mengungkapkan, bahwa strategi utama yang diterapkan adalah peningkatan sarana dan prasarana desa, yang sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memperkuat infrastruktur di seluruh wilayah. Inisiatif ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

    Provinsi Kaltim, yang terdiri dari 841 desa, 197 kelurahan, dan 103 kecamatan, telah melihat peningkatan jumlah desa Mandiri dan Maju berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022. Terdapat penambahan 49 desa Mandiri dari tahun sebelumnya, menjadikan totalnya menjadi 136 desa. Sementara itu, Desa Maju bertambah 37 desa, mencapai 349 desa. Di sisi lain, jumlah Desa Berkembang berkurang sebanyak 48 desa.

    "Pada tahun 2023, kami telah berhasil mengurangi jumlah desa tertinggal dari 17 menjadi hanya 5 desa," ungkap Anwar Sanusi di Samarinda, Rabu (6/12/2023).

    Hal ini merupakan hasil dari kerja keras dan koordinasi yang efektif antara DPMPD dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kaltim, yang fokus pada peningkatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa.

    Komitmen DPMPD Kaltim tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengembangan SDM yang mampu mendukung dan memanfaatkan infrastruktur yang ada secara optimal. 

    "Kami bertekad untuk terus meningkatkan pembangunan di Kaltim, baik dari segi infrastruktur maupun SDM, agar desa-desa kita dapat berkembang dan mandiri," tutur Sanusi.

    Dengan langkah-langkah strategis ini, DPMPD Kaltim berharap dapat mencapai target Zero Desa Tertinggal dalam waktu dekat. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa tetapi juga akan memperkuat posisi Kaltim sebagai provinsi yang maju dan berdaya saing tinggi di Indonesia. Transformasi desa-desa di Kaltim ini diharapkan menjadi model pembangunan desa yang berkelanjutan di seluruh negeri.

    (SF/RS/Adv)

    Dinas PMPD Prov Kaltim

    Transformasi Desa di Kalimantan Timur: Menuju Kemajuan yang Berkelanjutan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    06 Desember 2023 pukul 13:20 WITA

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Anwar Sanusi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur (Kaltim) telah mencatat kemajuan signifikan dalam upaya peningkatan status desa-desa di wilayah tersebut. Pada tahun 2023, terdapat penurunan yang mencolok pada jumlah desa tertinggal, menandakan langkah maju yang konkret menuju visi Zero Desa Tertinggal.

    Kepala DPMPD Kaltim, Anwar Sanusi mengungkapkan, bahwa strategi utama yang diterapkan adalah peningkatan sarana dan prasarana desa, yang sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memperkuat infrastruktur di seluruh wilayah. Inisiatif ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

    Provinsi Kaltim, yang terdiri dari 841 desa, 197 kelurahan, dan 103 kecamatan, telah melihat peningkatan jumlah desa Mandiri dan Maju berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022. Terdapat penambahan 49 desa Mandiri dari tahun sebelumnya, menjadikan totalnya menjadi 136 desa. Sementara itu, Desa Maju bertambah 37 desa, mencapai 349 desa. Di sisi lain, jumlah Desa Berkembang berkurang sebanyak 48 desa.

    "Pada tahun 2023, kami telah berhasil mengurangi jumlah desa tertinggal dari 17 menjadi hanya 5 desa," ungkap Anwar Sanusi di Samarinda, Rabu (6/12/2023).

    Hal ini merupakan hasil dari kerja keras dan koordinasi yang efektif antara DPMPD dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kaltim, yang fokus pada peningkatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa.

    Komitmen DPMPD Kaltim tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengembangan SDM yang mampu mendukung dan memanfaatkan infrastruktur yang ada secara optimal. 

    "Kami bertekad untuk terus meningkatkan pembangunan di Kaltim, baik dari segi infrastruktur maupun SDM, agar desa-desa kita dapat berkembang dan mandiri," tutur Sanusi.

    Dengan langkah-langkah strategis ini, DPMPD Kaltim berharap dapat mencapai target Zero Desa Tertinggal dalam waktu dekat. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa tetapi juga akan memperkuat posisi Kaltim sebagai provinsi yang maju dan berdaya saing tinggi di Indonesia. Transformasi desa-desa di Kaltim ini diharapkan menjadi model pembangunan desa yang berkelanjutan di seluruh negeri.

    (SF/RS/Adv)