Cari disini...
Dinas PMPD Prov Kaltim
Ilustrasi budidaya jamur tiram. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengoptimalkan sumber daya alam yang ada, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengadakan serangkaian pelatihan budidaya Jamur Tiram di Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diinisiasi oleh Bidang Ekonomi Masyarakat, Sumber Daya Alam (SDA), dan Teknologi Tepat Guna (TTG) DPMPD Kaltim. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat desa untuk meningkatkan pendapatan dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda, Muriyanto menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat desa dalam budidaya Jamur Tiram. "Kami menyediakan fasilitas dan pelatihan dengan tujuan agar masyarakat dapat mandiri dalam mengembangkan usaha budidaya jamur," ujar Muriyanto di Samarinda, Jum'at.
Pelatihan ini melibatkan praktik langsung di lapangan dengan menggunakan serbuk kayu sebagai media tanam dan daun nipah sebagai atap, serta lantai dari papan kayu. Metode ini dipilih karena kemudahannya dan potensi hasil yang tinggi.
"Kami berharap pelatihan ini tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat membangkitkan semangat wirausaha di kalangan masyarakat desa dan membuka peluang kerjasama dengan desa lain," tambahnya.
Salah satu aspek penting dari program ini adalah pemasaran hasil budidaya. DPMPD Kaltim menekankan pentingnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam memprogramkan dan memasarkan produk jamur. "Jika budidaya jamur ini serius dikelola dan berkembang, BUMDes harus siap untuk memasarkan hasilnya, baik di dalam maupun luar daerah," tegas pria yang disapa Muri.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat desa dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal dan membuka peluang ekspor Jamur Tiram, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di Kukar.
Program pelatihan budidaya Jamur Tiram ini merupakan salah satu contoh nyata komitmen DPMPD Kaltim dalam mendukung dan memajukan perekonomian masyarakat desa melalui pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna.
(SF/RS/Adv)
Cari disini...
Dinas PMPD Prov Kaltim

Ilustrasi budidaya jamur tiram. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengoptimalkan sumber daya alam yang ada, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengadakan serangkaian pelatihan budidaya Jamur Tiram di Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diinisiasi oleh Bidang Ekonomi Masyarakat, Sumber Daya Alam (SDA), dan Teknologi Tepat Guna (TTG) DPMPD Kaltim. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi masyarakat desa untuk meningkatkan pendapatan dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda, Muriyanto menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat desa dalam budidaya Jamur Tiram. "Kami menyediakan fasilitas dan pelatihan dengan tujuan agar masyarakat dapat mandiri dalam mengembangkan usaha budidaya jamur," ujar Muriyanto di Samarinda, Jum'at.
Pelatihan ini melibatkan praktik langsung di lapangan dengan menggunakan serbuk kayu sebagai media tanam dan daun nipah sebagai atap, serta lantai dari papan kayu. Metode ini dipilih karena kemudahannya dan potensi hasil yang tinggi.
"Kami berharap pelatihan ini tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat membangkitkan semangat wirausaha di kalangan masyarakat desa dan membuka peluang kerjasama dengan desa lain," tambahnya.
Salah satu aspek penting dari program ini adalah pemasaran hasil budidaya. DPMPD Kaltim menekankan pentingnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam memprogramkan dan memasarkan produk jamur. "Jika budidaya jamur ini serius dikelola dan berkembang, BUMDes harus siap untuk memasarkan hasilnya, baik di dalam maupun luar daerah," tegas pria yang disapa Muri.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat desa dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal dan membuka peluang ekspor Jamur Tiram, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di Kukar.
Program pelatihan budidaya Jamur Tiram ini merupakan salah satu contoh nyata komitmen DPMPD Kaltim dalam mendukung dan memajukan perekonomian masyarakat desa melalui pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna.
(SF/RS/Adv)