Cari disini...
Dinas PMPD Prov Kaltim
Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur, Muriyanto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Salah satu fokus mereka adalah pengembangan Desa Wisata Mentawir di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU), yang memiliki hutan mangrove seluas 300 hektar.
Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMPD kaltim, Muriyanto, mengungkapkan bahwa desa ini memiliki potensi yang belum tergali sepenuhnya.
"Kami berkomitmen untuk memberikan pelatihan pengelolaan mangrove dan pembuatan produk turunan seperti sirup dan dodol, guna menciptakan mata pencarian yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Muriyanto di Samarinda, Rabu (6/12/2023).
Desa Mentawir tidak hanya kaya akan mangrove, tetapi juga memiliki potensi wisata yang telah dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Tiram Tambun. Lokasi desa yang strategis, berjarak sekitar 40 kilometer dari titik nol IKN Nusantara, menambah nilai tambah bagi pengembangan pariwisata.
"Kami optimis bahwa dengan dukungan penuh dari DPMPD dan kerja keras masyarakat, Desa Mentawir dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang menarik wisatawan domestik maupun internasional," tambah Muriyanto.
Kegiatan pelatihan yang diadakan DPMPD mencakup berbagai aspek, mulai dari teknik budidaya mangrove yang ramah lingkungan hingga pengolahan hasil hutan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa dan memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan.
Selain itu, DPMPD juga berencana untuk mengadakan festival tahunan yang menampilkan keunikan hutan mangrove dan budaya lokal, sebagai upaya untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan pendapatan desa.
Dengan langkah-langkah strategis ini, DPMPD Kaltim berharap dapat menginspirasi desa-desa lain di wilayah tersebut untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, sekaligus memperkuat jaringan kerjasama antardesa dalam bidang pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.
Desa Mentawir, dengan keindahan alam dan kearifan lokalnya, siap menyambut masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.
(SF/RS/Adv)
Cari disini...
Dinas PMPD Prov Kaltim

Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur, Muriyanto. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Salah satu fokus mereka adalah pengembangan Desa Wisata Mentawir di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU), yang memiliki hutan mangrove seluas 300 hektar.
Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMPD kaltim, Muriyanto, mengungkapkan bahwa desa ini memiliki potensi yang belum tergali sepenuhnya.
"Kami berkomitmen untuk memberikan pelatihan pengelolaan mangrove dan pembuatan produk turunan seperti sirup dan dodol, guna menciptakan mata pencarian yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Muriyanto di Samarinda, Rabu (6/12/2023).
Desa Mentawir tidak hanya kaya akan mangrove, tetapi juga memiliki potensi wisata yang telah dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Tiram Tambun. Lokasi desa yang strategis, berjarak sekitar 40 kilometer dari titik nol IKN Nusantara, menambah nilai tambah bagi pengembangan pariwisata.
"Kami optimis bahwa dengan dukungan penuh dari DPMPD dan kerja keras masyarakat, Desa Mentawir dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang menarik wisatawan domestik maupun internasional," tambah Muriyanto.
Kegiatan pelatihan yang diadakan DPMPD mencakup berbagai aspek, mulai dari teknik budidaya mangrove yang ramah lingkungan hingga pengolahan hasil hutan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa dan memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan.
Selain itu, DPMPD juga berencana untuk mengadakan festival tahunan yang menampilkan keunikan hutan mangrove dan budaya lokal, sebagai upaya untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan pendapatan desa.
Dengan langkah-langkah strategis ini, DPMPD Kaltim berharap dapat menginspirasi desa-desa lain di wilayah tersebut untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, sekaligus memperkuat jaringan kerjasama antardesa dalam bidang pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.
Desa Mentawir, dengan keindahan alam dan kearifan lokalnya, siap menyambut masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.
(SF/RS/Adv)