Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental Remaja, PIK-R GEMINI SMPN 9 Bontang Lakukan Sosialisasi dan Edukasi Cegah Perilaku Menyimpang

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    09 November 2025 pukul 20:28 WITA

    Sosialisasi Pencegahan Dini dan Edukasi Komprehensif Terhadap Perilaku Menyimpang PIK-R GEMINI SMPN 9 Bontang. (Foto: SMPN 9 Bontang)

    Bontang - Pusat Informasi dan Konseling Remaja Generasi Masa Kini (PIK-R GEMINI) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Bontang melakukan Sosialisasi Pencegahan Dini dan Edukasi Komprehensif Terhadap Perilaku Menyimpang, pada Jumat (9/11/2025).

    Kegiatan ini diikuti oleh sebagian peserta didik terpilih yang diharapkan menjadi agen perubahan (duta sebaya) di lingkungan sekolah. 

    Kepala SMPN 9 Bontang, Lilyn Indriyawati mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna membekali siswa dengan pengetahuan yang utuh dan komprehensif menghadapi tantangan permasalahan dan pertumbuhan remaja baik secara fisik maupun mental.

    “Melalui kegiatan ini kita ingin menekankan pentingnya peran remaja dalam menjaga kesehatan mental dan fisik, serta pentingnya literasi tentang isu-isu sensitif,” ucap Lilyn Indriyawati.

    Kegiatan ini dirancang kolaboratif bersama Puskesmas Bontang Utara II dalam penyampaian materi seputar kesehatan reproduksi dan krisis identitas remaja.

    Pemberian materi pertama difokuskan pada penyebab penyimpangan orientasi seksual khususnya pada remaja dari segi eksternal dan internal. 

    Penyebab eksternal seperti kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan atau teman sebaya, serta paparan media sosial dan teknologi. Sementara, faktor internal  disebabkan adanya masalah krisis identitas pada remaja.

    Kemudian, pada sesi materi kedua, peserta diberikan pemahaman terkait pengenalan anatomi reproduksi pria dan wanita, serta ciri-ciri primer dan sekunder pubertas.

    Pada sesi kedua peserta diberikan edukasi tentang siklus menstruasi, cara menjaga kebersihan alat kelamin, dan tanda-tanda kehamilan. Mereka juga diberikan pemahaman terkait pencegahan risiko pentingnya menjaga diri dengan slogan “Tubuhmu adalah Milikku” untuk mencegah pelecehan seksual, serta bahaya seks pranikah.

    Ia menjelaskan, bersadarkan data yang pihaknya telusuri, Indonesia saat ini berada di urutan ke-37 dunia untuk persentase pernikahan dini, di mana 140 juta remaja menikah dalam 10 tahun terakhir dengan alasan kehamilan. 

    Berangkat dari isu tersebut, aksi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dalam menanamkan kesadaran bagi remaja pentingnya menjadi kesehatan diri secara fisik, dan mental serta meningkatkan karakter positif peserta didik guna menghindari perilaku menyimpang.

    Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha memberikan apresiasi kepada SMPN 9 Bontang terhadap langkah strategis yang dilakukan dalam menghadapi tantangan terkait menjaga kesehatan diri dan karakter remaja. Menurutnya, hal ini sangat diperlukan sebagai bentuk pendidikan kolaboratif guna menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.

    “Hal ini menunjukan kepedulian tinggi pihak sekolah terhadap peserta didik yang tidak hanya memberikan materi pembelajaran semata tapi juga menjaga kesehatan diri dan perilaku,” ucap Abdu Safa. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental Remaja, PIK-R GEMINI SMPN 9 Bontang Lakukan Sosialisasi dan Edukasi Cegah Perilaku Menyimpang

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    09 November 2025 pukul 20:28 WITA

    Sosialisasi Pencegahan Dini dan Edukasi Komprehensif Terhadap Perilaku Menyimpang PIK-R GEMINI SMPN 9 Bontang. (Foto: SMPN 9 Bontang)

    Bontang - Pusat Informasi dan Konseling Remaja Generasi Masa Kini (PIK-R GEMINI) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Bontang melakukan Sosialisasi Pencegahan Dini dan Edukasi Komprehensif Terhadap Perilaku Menyimpang, pada Jumat (9/11/2025).

    Kegiatan ini diikuti oleh sebagian peserta didik terpilih yang diharapkan menjadi agen perubahan (duta sebaya) di lingkungan sekolah. 

    Kepala SMPN 9 Bontang, Lilyn Indriyawati mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna membekali siswa dengan pengetahuan yang utuh dan komprehensif menghadapi tantangan permasalahan dan pertumbuhan remaja baik secara fisik maupun mental.

    “Melalui kegiatan ini kita ingin menekankan pentingnya peran remaja dalam menjaga kesehatan mental dan fisik, serta pentingnya literasi tentang isu-isu sensitif,” ucap Lilyn Indriyawati.

    Kegiatan ini dirancang kolaboratif bersama Puskesmas Bontang Utara II dalam penyampaian materi seputar kesehatan reproduksi dan krisis identitas remaja.

    Pemberian materi pertama difokuskan pada penyebab penyimpangan orientasi seksual khususnya pada remaja dari segi eksternal dan internal. 

    Penyebab eksternal seperti kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan atau teman sebaya, serta paparan media sosial dan teknologi. Sementara, faktor internal  disebabkan adanya masalah krisis identitas pada remaja.

    Kemudian, pada sesi materi kedua, peserta diberikan pemahaman terkait pengenalan anatomi reproduksi pria dan wanita, serta ciri-ciri primer dan sekunder pubertas.

    Pada sesi kedua peserta diberikan edukasi tentang siklus menstruasi, cara menjaga kebersihan alat kelamin, dan tanda-tanda kehamilan. Mereka juga diberikan pemahaman terkait pencegahan risiko pentingnya menjaga diri dengan slogan “Tubuhmu adalah Milikku” untuk mencegah pelecehan seksual, serta bahaya seks pranikah.

    Ia menjelaskan, bersadarkan data yang pihaknya telusuri, Indonesia saat ini berada di urutan ke-37 dunia untuk persentase pernikahan dini, di mana 140 juta remaja menikah dalam 10 tahun terakhir dengan alasan kehamilan. 

    Berangkat dari isu tersebut, aksi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dalam menanamkan kesadaran bagi remaja pentingnya menjadi kesehatan diri secara fisik, dan mental serta meningkatkan karakter positif peserta didik guna menghindari perilaku menyimpang.

    Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha memberikan apresiasi kepada SMPN 9 Bontang terhadap langkah strategis yang dilakukan dalam menghadapi tantangan terkait menjaga kesehatan diri dan karakter remaja. Menurutnya, hal ini sangat diperlukan sebagai bentuk pendidikan kolaboratif guna menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.

    “Hal ini menunjukan kepedulian tinggi pihak sekolah terhadap peserta didik yang tidak hanya memberikan materi pembelajaran semata tapi juga menjaga kesehatan diri dan perilaku,” ucap Abdu Safa. (Adv)

    (Sf/Rs)