Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Tangani 6 ABK, SDN 008 Bontang Utara Beri Metode Belajar Khusus

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    04 Agustus 2025 pukul 16:13 WITA

    Suasana pembelajaran di SDN 008 Bontang Utara. (Foto: Nuraini/ Seputarfakta.com)

    Bontang - SDN 008 Bontang Utara menerapkan metode belajar khusus bagi enam peserta didik inklusi. 

    Humas SDN 008 Bontang Utara, Siti Ernawati mengatakan enam peserta didik tersebut merupakan anak yang telah resmi melewati tahap asesmen dan dinyatakan sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

    “Mereka telah kita tes di lembaga ahli dan dinyatakan sebagi ABK,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

    Keenamnya dikategorikan sebagai ABK dengan tingkat intelektual di bawah rata-rata teman seangkatannya.

    Oleh karena itu pihak sekolah telah menyusun metode belajar khusus untuk membantu mereka dalam proses belajar mengajar, salah satunya memberikan soal jawaban khusus ketika ujian.

    “Contoh misalnya teman-temannya mengerjakan 50 soal, mereka kita kasih hanya 10 karena melihat kemampuan mereka yang terbatas. Semua guru sudah paham,” kata dia.

    Fokus sekolah tidak hanya mengejar nilai akademik para ABK tapi bagaimana mereka mampu bersosialisasi dengan baik di lingkugan, baik sekolah, di rumah dan sosialnya.

    “Bagaimana mereka mampu bekerja sama dalam lingkungan dan membangun hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitar,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Tangani 6 ABK, SDN 008 Bontang Utara Beri Metode Belajar Khusus

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    04 Agustus 2025 pukul 16:13 WITA

    Suasana pembelajaran di SDN 008 Bontang Utara. (Foto: Nuraini/ Seputarfakta.com)

    Bontang - SDN 008 Bontang Utara menerapkan metode belajar khusus bagi enam peserta didik inklusi. 

    Humas SDN 008 Bontang Utara, Siti Ernawati mengatakan enam peserta didik tersebut merupakan anak yang telah resmi melewati tahap asesmen dan dinyatakan sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

    “Mereka telah kita tes di lembaga ahli dan dinyatakan sebagi ABK,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

    Keenamnya dikategorikan sebagai ABK dengan tingkat intelektual di bawah rata-rata teman seangkatannya.

    Oleh karena itu pihak sekolah telah menyusun metode belajar khusus untuk membantu mereka dalam proses belajar mengajar, salah satunya memberikan soal jawaban khusus ketika ujian.

    “Contoh misalnya teman-temannya mengerjakan 50 soal, mereka kita kasih hanya 10 karena melihat kemampuan mereka yang terbatas. Semua guru sudah paham,” kata dia.

    Fokus sekolah tidak hanya mengejar nilai akademik para ABK tapi bagaimana mereka mampu bersosialisasi dengan baik di lingkugan, baik sekolah, di rumah dan sosialnya.

    “Bagaimana mereka mampu bekerja sama dalam lingkungan dan membangun hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitar,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)