Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Tak Mesti di Rumah, Budaya WAJAR Bisa Diterapkan di Luar Rumah

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    29 Mei 2025 pukul 18:53 WITA

    Plt Kadisdikbud Bontang, Saparuddin. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang ingin budaya Wajib Belajar (WAJAR) pukul 19.00-21.00 WITA menjadi budaya bagi pelajar untuk memiliki pola belajar yang baik setiap hari.

    Plt Disdikbud Bontang, Saparuddin mengatakan WAJAR harusnya bukan hanya digunakan untuk berdiam diri di rumah oleh para peserta didik, tapi memaksimalkan waktu untuk belajar.

    Oleh karena itu, ia pun tidak mempermasalahkan peserta didik yang memilih belajar di luar rumah, seperti kafe atau tempat lain yang mendukung terciptanya suasana belajar menyenangkan.

    “Peraturan ini tujuan agar anak-anak kita ini punya budaya jam belajar yang baik setiap hari, bukan hanya mengatur mereka agar tidak keluyuran,” ujar Saparuddin.

    Asalkan siswa memanfaatkan waktu belaja dengan bijak dan tidak hanya sekadar keluyuran atau nongkrong tanpa tujuan yang jelas.

    Ia juga mengatakan program WAJAR diharap mendapat dukungan dari seluruh masyarakat, mengingat pentingnya menciptakan generasi yang unggul dan meningkatkan literasi peserta didik.

    “Kita ingin melalui program ini literasi generasi kita meningkat, minimal membaca buku pelajaran mereka setiap hari,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Tak Mesti di Rumah, Budaya WAJAR Bisa Diterapkan di Luar Rumah

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    29 Mei 2025 pukul 18:53 WITA

    Plt Kadisdikbud Bontang, Saparuddin. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang ingin budaya Wajib Belajar (WAJAR) pukul 19.00-21.00 WITA menjadi budaya bagi pelajar untuk memiliki pola belajar yang baik setiap hari.

    Plt Disdikbud Bontang, Saparuddin mengatakan WAJAR harusnya bukan hanya digunakan untuk berdiam diri di rumah oleh para peserta didik, tapi memaksimalkan waktu untuk belajar.

    Oleh karena itu, ia pun tidak mempermasalahkan peserta didik yang memilih belajar di luar rumah, seperti kafe atau tempat lain yang mendukung terciptanya suasana belajar menyenangkan.

    “Peraturan ini tujuan agar anak-anak kita ini punya budaya jam belajar yang baik setiap hari, bukan hanya mengatur mereka agar tidak keluyuran,” ujar Saparuddin.

    Asalkan siswa memanfaatkan waktu belaja dengan bijak dan tidak hanya sekadar keluyuran atau nongkrong tanpa tujuan yang jelas.

    Ia juga mengatakan program WAJAR diharap mendapat dukungan dari seluruh masyarakat, mengingat pentingnya menciptakan generasi yang unggul dan meningkatkan literasi peserta didik.

    “Kita ingin melalui program ini literasi generasi kita meningkat, minimal membaca buku pelajaran mereka setiap hari,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)