Cari disini...

Seputarfakta.com - Nuraini -
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang akan membangun gedung baru SDN 007 Bontang Utara, Kelurahan Guntung pada 2025.
Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan tahap pematangan lahan baru di samping Rusunawa Guntung telah rampung pada 2024 lalu dan kini proyek tersebut telah masuk proses lelang.
“SDN 007 akan kita relokasi dan lahan yang baru siap, akan kita bangun tahun ini,” ujarnya saat diwawancarai seputarfakta.com, Rabu (23/4/2025).
Pembangunan gedung tersebut diperkirakan mencapai Rp12 miliar dengan luas lahan mencapai 1,5 Hektare (Ha). Ada 12 jumlah ruang kelas yang dibangun beserta fasilitas lainnya.
“Kalau tidak salah ingat anggarannya Rp12 miliar dan akan kita bangun 12 ruang kelas,” lanjutnya.
Relokasi tersebut dilakukan karena keterbatasan lahan sekolah yang tidak bisa dilakukan pengembangan karena lahan yang terbatas. Hal itu menyebabkan bangunan sekolah terbagi menjadi dua dan di tengah-tengah terdapat rumah warga.
Belum lagi jumlah kelas yang terbatas membuat para murid terpaksa belajar bergantian atau menggunakan sistem shift. “Jumlah rombel mereka cukup banyak dan ruang kelas tidak memadai, ditambah lahan yang ada saat ini sempit dan tidak bisa dilakukan penambahan fasilitas,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Nuraini -
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

Kepala Disdikbud Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang akan membangun gedung baru SDN 007 Bontang Utara, Kelurahan Guntung pada 2025.
Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan tahap pematangan lahan baru di samping Rusunawa Guntung telah rampung pada 2024 lalu dan kini proyek tersebut telah masuk proses lelang.
“SDN 007 akan kita relokasi dan lahan yang baru siap, akan kita bangun tahun ini,” ujarnya saat diwawancarai seputarfakta.com, Rabu (23/4/2025).
Pembangunan gedung tersebut diperkirakan mencapai Rp12 miliar dengan luas lahan mencapai 1,5 Hektare (Ha). Ada 12 jumlah ruang kelas yang dibangun beserta fasilitas lainnya.
“Kalau tidak salah ingat anggarannya Rp12 miliar dan akan kita bangun 12 ruang kelas,” lanjutnya.
Relokasi tersebut dilakukan karena keterbatasan lahan sekolah yang tidak bisa dilakukan pengembangan karena lahan yang terbatas. Hal itu menyebabkan bangunan sekolah terbagi menjadi dua dan di tengah-tengah terdapat rumah warga.
Belum lagi jumlah kelas yang terbatas membuat para murid terpaksa belajar bergantian atau menggunakan sistem shift. “Jumlah rombel mereka cukup banyak dan ruang kelas tidak memadai, ditambah lahan yang ada saat ini sempit dan tidak bisa dilakukan penambahan fasilitas,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)