Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Soal Isu Anak Gemulai, Disdikbud Bontang Bentuk Tim Deteksi Dini di Sekolah 

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    04 November 2025 pukul 21:31 WITA

    Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang melakukan upaya deteksi dini dan mencari solusi terkait isu mengenai anak gemulai yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat.

    Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan hal ini juga telah menjadi perhatian langsung dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, agar permasalahan tersebut dapat ditangani secara bijak dan terukur melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Perhatian tersebut dilakukan dengan diskusi lintas OPD yang diinisiasi oleh Disdikbud Bontang, Selasa (4/10/2025). 

    Ia mengatakan, dalam menangani hal tersebut pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan aspek sosial, psikologis dan pendidikan anak. Menurutnya hal ini perlu didiskudikan secara berkelanjutan untuk mencari solusi terbaik.

    “Kami ingin solusi yang menyentuh akar masalah, bukan sekadar reaksi sesaat dan akan terus kita diskusikan untuk mencari solusi terbaik,” ujar Abdu Safa.

    Namun Disdikbud telah menyiapkan salah satu langkah strategis sekaligus solusi jangka panjang, yakni dengan pembentukan tim deteksi dini di lingkungan sekolah.

    Nantinya tim deteksi dini berfungsi untuk mengawasi potensi perilaku atau gejala sosial tertentu pada peserta didik, agar dapat dilakukan pembinaan secara tepat tanpa stigma dan diskriminasi.

    “Hal ini juga sudah kita usulkan kepada Wali Kota dan saat ini sedang menunggu persetujuan. Jika disetujui kami akan terapkan di seluruh satuan pendidikan,” jelasnya.

    Program inovasi ini tidak hanya sebatas respons terhadap isu anak gemulai saja, tapi juga upaya membangun sistem pembinaan karakter yang lebih kuat dan berkelanjutan di dunia pendidikan.

    “Kami ingin sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kepribadian sehat dan seimbang bagi anak-anak kita,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Soal Isu Anak Gemulai, Disdikbud Bontang Bentuk Tim Deteksi Dini di Sekolah 

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    04 November 2025 pukul 21:31 WITA

    Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang melakukan upaya deteksi dini dan mencari solusi terkait isu mengenai anak gemulai yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat.

    Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan hal ini juga telah menjadi perhatian langsung dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, agar permasalahan tersebut dapat ditangani secara bijak dan terukur melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Perhatian tersebut dilakukan dengan diskusi lintas OPD yang diinisiasi oleh Disdikbud Bontang, Selasa (4/10/2025). 

    Ia mengatakan, dalam menangani hal tersebut pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan aspek sosial, psikologis dan pendidikan anak. Menurutnya hal ini perlu didiskudikan secara berkelanjutan untuk mencari solusi terbaik.

    “Kami ingin solusi yang menyentuh akar masalah, bukan sekadar reaksi sesaat dan akan terus kita diskusikan untuk mencari solusi terbaik,” ujar Abdu Safa.

    Namun Disdikbud telah menyiapkan salah satu langkah strategis sekaligus solusi jangka panjang, yakni dengan pembentukan tim deteksi dini di lingkungan sekolah.

    Nantinya tim deteksi dini berfungsi untuk mengawasi potensi perilaku atau gejala sosial tertentu pada peserta didik, agar dapat dilakukan pembinaan secara tepat tanpa stigma dan diskriminasi.

    “Hal ini juga sudah kita usulkan kepada Wali Kota dan saat ini sedang menunggu persetujuan. Jika disetujui kami akan terapkan di seluruh satuan pendidikan,” jelasnya.

    Program inovasi ini tidak hanya sebatas respons terhadap isu anak gemulai saja, tapi juga upaya membangun sistem pembinaan karakter yang lebih kuat dan berkelanjutan di dunia pendidikan.

    “Kami ingin sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kepribadian sehat dan seimbang bagi anak-anak kita,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)