Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
Kepala SMPN 9 Bontang Lylin Indriyawati. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SMPN 9 Bontang berupaya mewujudkan pelajar yang fasih membaca dan menghafal Al-Qur’an melalui jam pelajaran mengaji.
Kepala SMPN 9 Bontang Utara, Lylin Indriyawati mengatakan jam pelajaran mengaji merupakan program dari sekolah yang diintegrasikan dalam jam mata pelajaran di luar kurikulum.
“Ini adalah inisiatif kepala sekolah sebelumnya yang dijadikan mata pelajaran khusus,” ujarnya.
Kegiatan pembelajaran dimulai dari Senin-Kamis untuk semua pelajar dari kelas 7-9. “Pelajar baru ada yang belum bisa Al-Qur’an kita ajari sampai bisa hingga menghafal,” kata dia.
Setiap tahunnya sekolah menggelar khatam Qur’an untuk menguji hapalan pelajar. Nantinya pelajar yang paling banyak menghafal setiap juz akan diberikan penghargaan.
“Sekarang pelajar yang paling banyak hapalannya itu 4 juz. Khusus bagi kelas 9 yang akan mendaftar di jenjang sekolah selanjutnya, hafalan Qur’an akan memberikan nilai tambah,” lanjutnya.
Diharapkan melalui program tersebut pelajar memiliki kesempatan belajar mengaji dan menghafal yang baik, sama seperti mengikuti Taman Pendidikan Al-Qur’an.
“Jadi kalaupun ikut TPA di luar, berguna sebagai ilmu tambahan, makanya para orang tua peserta didik sangat mendukung program ini,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

Kepala SMPN 9 Bontang Lylin Indriyawati. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SMPN 9 Bontang berupaya mewujudkan pelajar yang fasih membaca dan menghafal Al-Qur’an melalui jam pelajaran mengaji.
Kepala SMPN 9 Bontang Utara, Lylin Indriyawati mengatakan jam pelajaran mengaji merupakan program dari sekolah yang diintegrasikan dalam jam mata pelajaran di luar kurikulum.
“Ini adalah inisiatif kepala sekolah sebelumnya yang dijadikan mata pelajaran khusus,” ujarnya.
Kegiatan pembelajaran dimulai dari Senin-Kamis untuk semua pelajar dari kelas 7-9. “Pelajar baru ada yang belum bisa Al-Qur’an kita ajari sampai bisa hingga menghafal,” kata dia.
Setiap tahunnya sekolah menggelar khatam Qur’an untuk menguji hapalan pelajar. Nantinya pelajar yang paling banyak menghafal setiap juz akan diberikan penghargaan.
“Sekarang pelajar yang paling banyak hapalannya itu 4 juz. Khusus bagi kelas 9 yang akan mendaftar di jenjang sekolah selanjutnya, hafalan Qur’an akan memberikan nilai tambah,” lanjutnya.
Diharapkan melalui program tersebut pelajar memiliki kesempatan belajar mengaji dan menghafal yang baik, sama seperti mengikuti Taman Pendidikan Al-Qur’an.
“Jadi kalaupun ikut TPA di luar, berguna sebagai ilmu tambahan, makanya para orang tua peserta didik sangat mendukung program ini,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)