Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
Program literasi SMPN 9 Bontang. (Foto: Dok. SMPN 9 Bontang)
Bontang - Guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan percaya diri peserta didik, SMPN 9 Bontang membuat program literasi.
Kepala SMPN 9 Bontang, Lylin Indriyawati mengatakan program ini dibawahi oleh perpusatakaan sekolah yang diagendakan setiap satu minggu sekali.
“Biasanya kita lakukan setiap pagi, kurang lebih selama satu jam,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Selama waktu kegiatan, peserta didik akan bergiliran menyampaikan isi buku yang sebelumnya telah mereka baca di depan teman-temannya. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri pelajar.
“Kegiatan ini sudah kurang lebih tiga tahun berjalan, jadi peserta didik sudah hapal jadwal kegiatan Literasi. Sudah mencari buku atau meminjam buku dari perpustakaan sebelumnya,” kata dia.
Sementara itu, peserta didik lain yang mendengarkan temannya menyampaikan isi buku di depan, bertugas merangkum isi buku yang mereka baca dan akan dikumpulkan kepada guru.
“Kita berharap melalui kegiatan ini akan berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis anak, sehingga mereka mampu menyelesaikan berbagai permasalah dengan cermat,” sambungnya.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparuddin. Ia mengatakan, ini merupakan hal positif yang perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia juga mengatakan seluruh satuan pendidikan memiliki kewajiban dalam meningkatkan literasi dan pemahaman setiap peseta didik.
“Hal ini sangat baik sesuai dengan imbauan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang,” ucap Saparuddin. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

Program literasi SMPN 9 Bontang. (Foto: Dok. SMPN 9 Bontang)
Bontang - Guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan percaya diri peserta didik, SMPN 9 Bontang membuat program literasi.
Kepala SMPN 9 Bontang, Lylin Indriyawati mengatakan program ini dibawahi oleh perpusatakaan sekolah yang diagendakan setiap satu minggu sekali.
“Biasanya kita lakukan setiap pagi, kurang lebih selama satu jam,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Selama waktu kegiatan, peserta didik akan bergiliran menyampaikan isi buku yang sebelumnya telah mereka baca di depan teman-temannya. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri pelajar.
“Kegiatan ini sudah kurang lebih tiga tahun berjalan, jadi peserta didik sudah hapal jadwal kegiatan Literasi. Sudah mencari buku atau meminjam buku dari perpustakaan sebelumnya,” kata dia.
Sementara itu, peserta didik lain yang mendengarkan temannya menyampaikan isi buku di depan, bertugas merangkum isi buku yang mereka baca dan akan dikumpulkan kepada guru.
“Kita berharap melalui kegiatan ini akan berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis anak, sehingga mereka mampu menyelesaikan berbagai permasalah dengan cermat,” sambungnya.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparuddin. Ia mengatakan, ini merupakan hal positif yang perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia juga mengatakan seluruh satuan pendidikan memiliki kewajiban dalam meningkatkan literasi dan pemahaman setiap peseta didik.
“Hal ini sangat baik sesuai dengan imbauan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang,” ucap Saparuddin. (Adv)
(Sf/Lo)