Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
SMPN 5 Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SMPN 5 Bontang gencar memberi sosiaisasi pencegahan kekerasan di sekolah untuk peserta didik melalui pembelajaran di kelas hingga kolaborasi dengan pihak ketiga.
Waka Kesiswaan SMPN 5 Bontang, Bangkit Riyanto mengatakan pihaknya berupaya memberikan arahan dan pemahaman kepada anak terkait larangan melakukan kekerasan antarsesama, termasuk hal-hal yang dapat memicu perkelahian antar murid.
Biasanya hal itu diselipkan dalam materi pembelajaran, hingga melalui tim Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah yang memberikan arahan kepada anak.
“TPPK aktif melakukan sosialisasi, guru juga secara berkelanjutan menerangkan ke anak bagaimana menjaga perilaku antar sesama,” ujarnya.
Selain itu, untuk meningkatkan keamanan dan mencegah adanya tindak kekerasan di sekolah, SMPN 5 Bontang juga berencana mengadakan CCTV pada tempat-tempat yang rawan terjadi kekerasan, seperti tempat sepi dan jarang dipantau oleh guru ataupun TPPK.
“Kalau sosisalisasi kita lakukan secara masif. Akan tetapi masih kita upayakan agar lebih maksimal nantinya dengan menambah CCTV,” lanjutnya.
SMPN 5 Bontang juga sering bekerja sama dengan pihak ketiga seperti Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang hingga Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) dalam menanamkan karakter anak yang paham tindak pidana dan peduli antar sesama.
Dengan kepedulian rasa empati yang tinggi diharapkan peserta didik tumbuh menjadi sosok yang tidak hanya jauh dari perilaku kekerasan, tapi menyayangi dan bermanfaat bagi orang lain.
“Jadi anak-anak juga diajarkan agar bisa paham kalau beberapa tindakan mereka dapat menyebabkan pidana. Selain itu kita latih juga agar mereka punya rasa empati dengan sesama,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

SMPN 5 Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SMPN 5 Bontang gencar memberi sosiaisasi pencegahan kekerasan di sekolah untuk peserta didik melalui pembelajaran di kelas hingga kolaborasi dengan pihak ketiga.
Waka Kesiswaan SMPN 5 Bontang, Bangkit Riyanto mengatakan pihaknya berupaya memberikan arahan dan pemahaman kepada anak terkait larangan melakukan kekerasan antarsesama, termasuk hal-hal yang dapat memicu perkelahian antar murid.
Biasanya hal itu diselipkan dalam materi pembelajaran, hingga melalui tim Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah yang memberikan arahan kepada anak.
“TPPK aktif melakukan sosialisasi, guru juga secara berkelanjutan menerangkan ke anak bagaimana menjaga perilaku antar sesama,” ujarnya.
Selain itu, untuk meningkatkan keamanan dan mencegah adanya tindak kekerasan di sekolah, SMPN 5 Bontang juga berencana mengadakan CCTV pada tempat-tempat yang rawan terjadi kekerasan, seperti tempat sepi dan jarang dipantau oleh guru ataupun TPPK.
“Kalau sosisalisasi kita lakukan secara masif. Akan tetapi masih kita upayakan agar lebih maksimal nantinya dengan menambah CCTV,” lanjutnya.
SMPN 5 Bontang juga sering bekerja sama dengan pihak ketiga seperti Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang hingga Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) dalam menanamkan karakter anak yang paham tindak pidana dan peduli antar sesama.
Dengan kepedulian rasa empati yang tinggi diharapkan peserta didik tumbuh menjadi sosok yang tidak hanya jauh dari perilaku kekerasan, tapi menyayangi dan bermanfaat bagi orang lain.
“Jadi anak-anak juga diajarkan agar bisa paham kalau beberapa tindakan mereka dapat menyebabkan pidana. Selain itu kita latih juga agar mereka punya rasa empati dengan sesama,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)