Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
Suasana pembelajaran di SMPN 3 Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SMPN 3 Bontang menunjukan komitmennya menjadi sekolah yang ramah inklusi dengan mempersiapkan tenaga pendidik yang mumpuni.
Waka Kesiswaan SMPN 3 Bontang, Suriati mengatakan beberapa guru telah dipersiapkan melalui berbagai pelatihan menangani peserta didik inklusi.
Hal itu menyusul edaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tentang kewajiban setiap sekolah mulai dari TK hingga SMP untuk menjadi sekolah inklusi, mulai ajaran baru tahun 2025/2026.
“Beberapa guru kita sudah dipersiapkan dan yang terbaru ada dua guru Bimbingan Konseling (BK) yang sudah ikut pelatihan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang,” ujarnya.
Kini SMPN 3 menangani satu anak inklusi yang telah resmi mendapatkan asesmes dan dinyatakan sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). “Kalau yang sudah dilakukan asesmen dan ada satu anak,” kata dia.
Ia juga mengatakan sebelum adanya edaran untuk mewajibkan penerimaan pelajar inklusi dari Pemkot Bontang. SMPN 3 Bontang telah aktif mengirim guru-guru untuk mengikuti pelatihan inklusi.
“Jadi beberapa guru kita sudah punya kapasitas untuk menangani peserta didik inklusi,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin mengatakan pihaknya menyiapkan sekolah di Bontang untuk menjadi sekolah inklusi. Disdikbud sebelumnya telah bekerja sama dengan UGM untuk memberikan pelatihan bagi setiap guru di Bontang.
“Seluruh perwakilan guru dari setiap sekolah sudah kita berikan pelatihan, agar siap untuk menjalankan peraturan baru sebagai sekolah inklusi,” ucap Saparuddin. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

Suasana pembelajaran di SMPN 3 Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SMPN 3 Bontang menunjukan komitmennya menjadi sekolah yang ramah inklusi dengan mempersiapkan tenaga pendidik yang mumpuni.
Waka Kesiswaan SMPN 3 Bontang, Suriati mengatakan beberapa guru telah dipersiapkan melalui berbagai pelatihan menangani peserta didik inklusi.
Hal itu menyusul edaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tentang kewajiban setiap sekolah mulai dari TK hingga SMP untuk menjadi sekolah inklusi, mulai ajaran baru tahun 2025/2026.
“Beberapa guru kita sudah dipersiapkan dan yang terbaru ada dua guru Bimbingan Konseling (BK) yang sudah ikut pelatihan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang,” ujarnya.
Kini SMPN 3 menangani satu anak inklusi yang telah resmi mendapatkan asesmes dan dinyatakan sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). “Kalau yang sudah dilakukan asesmen dan ada satu anak,” kata dia.
Ia juga mengatakan sebelum adanya edaran untuk mewajibkan penerimaan pelajar inklusi dari Pemkot Bontang. SMPN 3 Bontang telah aktif mengirim guru-guru untuk mengikuti pelatihan inklusi.
“Jadi beberapa guru kita sudah punya kapasitas untuk menangani peserta didik inklusi,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin mengatakan pihaknya menyiapkan sekolah di Bontang untuk menjadi sekolah inklusi. Disdikbud sebelumnya telah bekerja sama dengan UGM untuk memberikan pelatihan bagi setiap guru di Bontang.
“Seluruh perwakilan guru dari setiap sekolah sudah kita berikan pelatihan, agar siap untuk menjalankan peraturan baru sebagai sekolah inklusi,” ucap Saparuddin. (Adv)
(Sf/Lo)