Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
Penyerahan unit tablet pintar dari Disdikbud kepada Kepala SMPN 2 Bontang. (Foto: Disdikbud Bontang)
Bontang - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bontang mendapatkan 258 unit tablet pintar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang sebagai dukungan tranformasi pembelajaran berbasis teknologi bagi kelas IX.
Kepala SMPN 2 Bontang, Siti Chusuning Khayah mengatakan, penggunaan tablet pintar tersebut akan segera disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik di kelas.
Ia menejaskan, selama ini para guru telah banyak menggunakan pembelajaran menggunakan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran sesuai dengan materi dan kebutuhan akses informasi. Contohnya seperti, penggunaan gadget pribadi secara terarah, penggunaan LCD, komputer, hingga smart board yang juga disalurkan oleh Disdikbud Bontang.
“Seiring perkembangan jaman, tentunya kita perlu menyesuaikan baik pembelajaran secara offline maupun online. Dan sarana belajar berbasis teknologi yang disediakan oleh Disdikbud sebelumnya juga sudah sangat mendukung,” ucap Chusuning.
Ia pun mengapresesiasi dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang terus memaksimalkan kebutuhan pendidikan peserta didik khususnya dalam bidang teknologi.
Dengan adanya tablet pintar, kebutuhan pembelajaran akan lebih maksimal khususnya bagi kelas IX dalam menyesuaikan perkembangan teknologi dan memudahkan pelajar dalam mengakses pengetahuan secara lebih luas.
“Dengan adanya bantuan tablet ini tentunya lebih memudahkan guru dan peserta didik, jadi tidak perlu lagi membawa gadget ke sekolah dan bisa disesuaikan penggunaanya agar lebih maksimal,” kata dia.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, penyaluran tablet pintar ini merupakan bentuk dukungan Pemkot Bontang dan tranformasi pendidikan berbasis teknologi di Kota Taman. Hal ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka guna menciptakan pembelajaran yang mandiri dan kreatif.
“Penggunaannya bersifat pinjam pakai yang disalurkan ke sekolah dan digunakan khusus untuk pembelajaran,” ungkapnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

Penyerahan unit tablet pintar dari Disdikbud kepada Kepala SMPN 2 Bontang. (Foto: Disdikbud Bontang)
Bontang - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Bontang mendapatkan 258 unit tablet pintar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang sebagai dukungan tranformasi pembelajaran berbasis teknologi bagi kelas IX.
Kepala SMPN 2 Bontang, Siti Chusuning Khayah mengatakan, penggunaan tablet pintar tersebut akan segera disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik di kelas.
Ia menejaskan, selama ini para guru telah banyak menggunakan pembelajaran menggunakan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran sesuai dengan materi dan kebutuhan akses informasi. Contohnya seperti, penggunaan gadget pribadi secara terarah, penggunaan LCD, komputer, hingga smart board yang juga disalurkan oleh Disdikbud Bontang.
“Seiring perkembangan jaman, tentunya kita perlu menyesuaikan baik pembelajaran secara offline maupun online. Dan sarana belajar berbasis teknologi yang disediakan oleh Disdikbud sebelumnya juga sudah sangat mendukung,” ucap Chusuning.
Ia pun mengapresesiasi dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang terus memaksimalkan kebutuhan pendidikan peserta didik khususnya dalam bidang teknologi.
Dengan adanya tablet pintar, kebutuhan pembelajaran akan lebih maksimal khususnya bagi kelas IX dalam menyesuaikan perkembangan teknologi dan memudahkan pelajar dalam mengakses pengetahuan secara lebih luas.
“Dengan adanya bantuan tablet ini tentunya lebih memudahkan guru dan peserta didik, jadi tidak perlu lagi membawa gadget ke sekolah dan bisa disesuaikan penggunaanya agar lebih maksimal,” kata dia.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, penyaluran tablet pintar ini merupakan bentuk dukungan Pemkot Bontang dan tranformasi pendidikan berbasis teknologi di Kota Taman. Hal ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka guna menciptakan pembelajaran yang mandiri dan kreatif.
“Penggunaannya bersifat pinjam pakai yang disalurkan ke sekolah dan digunakan khusus untuk pembelajaran,” ungkapnya. (Adv)
(Sf/Rs)