Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
Kepala SDN 009 Bontang Utara, Yuliati. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Bontang Utara terus memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua sebagai upaya membentuk karakter dan kebiasaan positif bagi peserta didik. Salah satu langkah nyata yang dilakukan ialah melibatkan peran aktif orang tua dalam penerapan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui komunikasi dan pendampingan yang intensif.
Program ini menekankan pembiasaan positif yang mencakup tujuh aspek penting dalam kehidupan sehari-hari anak, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Melalui penerapan kebiasaan tersebut, sekolah berharap karakter siswa dapat terbentuk secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Kepala SDN 009 Bontang Utara, Yuliati, menjelaskan bahwa pihaknya rutin mengadakan pertemuan langsung dengan orang tua untuk menyamakan persepsi dan membangun pola komunikasi yang terbuka. Menurutnya, pendidikan tidak bisa hanya dijalankan oleh pihak sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak.
“Peran orang tua sangat penting dalam mendukung pembiasaan anak. Kami ingin setiap kebiasaan baik yang dibangun di sekolah dapat diterapkan juga di rumah, sehingga hasilnya lebih optimal,” ungkap Yuliati.
Selain itu, pihak sekolah juga memberikan arahan khusus kepada orang tua terkait kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tentang Wajib Belajar (Wajar) yang diberlakukan setiap pukul 19.00 hingga 21.00 WITA.
Menurut Yuliati, waktu tersebut sebaiknya tidak hanya difokuskan untuk kegiatan belajar, tetapi juga menjadi momen pendekatan antara anak dan orang tua.
“Kami mengimbau agar waktu wajib belajar bisa menjadi kesempatan bagi keluarga untuk saling berinteraksi. Misalnya, orang tua bisa mendampingi anak belajar, berdiskusi, atau sekadar mendengarkan cerita mereka. Ini penting untuk memperkuat hubungan emosional,” jelasnya.
Melalui langkah ini, SDN 009 Bontang Utara berharap terwujudnya pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan, di mana sekolah dan orang tua saling mendukung dalam menanamkan nilai-nilai karakter bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

Kepala SDN 009 Bontang Utara, Yuliati. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Bontang Utara terus memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua sebagai upaya membentuk karakter dan kebiasaan positif bagi peserta didik. Salah satu langkah nyata yang dilakukan ialah melibatkan peran aktif orang tua dalam penerapan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui komunikasi dan pendampingan yang intensif.
Program ini menekankan pembiasaan positif yang mencakup tujuh aspek penting dalam kehidupan sehari-hari anak, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Melalui penerapan kebiasaan tersebut, sekolah berharap karakter siswa dapat terbentuk secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Kepala SDN 009 Bontang Utara, Yuliati, menjelaskan bahwa pihaknya rutin mengadakan pertemuan langsung dengan orang tua untuk menyamakan persepsi dan membangun pola komunikasi yang terbuka. Menurutnya, pendidikan tidak bisa hanya dijalankan oleh pihak sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak.
“Peran orang tua sangat penting dalam mendukung pembiasaan anak. Kami ingin setiap kebiasaan baik yang dibangun di sekolah dapat diterapkan juga di rumah, sehingga hasilnya lebih optimal,” ungkap Yuliati.
Selain itu, pihak sekolah juga memberikan arahan khusus kepada orang tua terkait kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tentang Wajib Belajar (Wajar) yang diberlakukan setiap pukul 19.00 hingga 21.00 WITA.
Menurut Yuliati, waktu tersebut sebaiknya tidak hanya difokuskan untuk kegiatan belajar, tetapi juga menjadi momen pendekatan antara anak dan orang tua.
“Kami mengimbau agar waktu wajib belajar bisa menjadi kesempatan bagi keluarga untuk saling berinteraksi. Misalnya, orang tua bisa mendampingi anak belajar, berdiskusi, atau sekadar mendengarkan cerita mereka. Ini penting untuk memperkuat hubungan emosional,” jelasnya.
Melalui langkah ini, SDN 009 Bontang Utara berharap terwujudnya pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan, di mana sekolah dan orang tua saling mendukung dalam menanamkan nilai-nilai karakter bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (Adv)
(Sf/Rs)