Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
Kepala SDN 009 Bontang Utara, Yuliati. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Bontang Utara membangun kemandirian belajar murid melalui metode diskusi dan presentasi.
Kepala SDN 009 Bontang Utara, Yuliati mengatakan melalui metode pembelajaran tersebut anak diharapkan dapat aktif dalam menyampaikan pendapat serta pengetahuan yang mereka dapatkan selama pembelajaran.
Hal ini juga merupakan bentuk implementasi Kurikulum Merdeka dalam menciptakan pembelajaran yang mandiri dan kreatif.
“Jadi anak tidak hanya mendengarkan guru menjelaskan, tapi berani menyampaikan apa yang mereka pahami,” ujar Yuliati, Rabu (22/10/2025).
Hal ini juga bertujuan untuk mendorong keberanian dan kemampuan murid untuk berbicara di depan umum, agar lebih percaya diri. Sehingga mereka juga aktif secara praktik dalam pembelajaran.
“Kita inginnya anak ini berani tampil serta berbicara setidaknya dimulai dari kelas di depan teman-temannya dan menyampaikan pikirannya,” kata dia.
Menurutnya ini merupakan upaya untuk menciptakan peserta didik yang mandiri dalam proses pembelajaran, yang pelan-pelan menjadi membentuk karakter murid agar terbisa aktif di kelas.
Pada pelaksanaannya, seluruh anak dilatih untuk berbicara dan guru kelas akan memberikan pendampingan khusus bagi yang kurang berani berbicara, agar mampu menyesuaikan diri dengan teman-temannya.
“Jadi mulai diajarkan dan dibiasakan, agar ke depan mereka akan terbiasa, dan jadi lebih percaya diri dan mandiri dalam belajar,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

Kepala SDN 009 Bontang Utara, Yuliati. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Bontang Utara membangun kemandirian belajar murid melalui metode diskusi dan presentasi.
Kepala SDN 009 Bontang Utara, Yuliati mengatakan melalui metode pembelajaran tersebut anak diharapkan dapat aktif dalam menyampaikan pendapat serta pengetahuan yang mereka dapatkan selama pembelajaran.
Hal ini juga merupakan bentuk implementasi Kurikulum Merdeka dalam menciptakan pembelajaran yang mandiri dan kreatif.
“Jadi anak tidak hanya mendengarkan guru menjelaskan, tapi berani menyampaikan apa yang mereka pahami,” ujar Yuliati, Rabu (22/10/2025).
Hal ini juga bertujuan untuk mendorong keberanian dan kemampuan murid untuk berbicara di depan umum, agar lebih percaya diri. Sehingga mereka juga aktif secara praktik dalam pembelajaran.
“Kita inginnya anak ini berani tampil serta berbicara setidaknya dimulai dari kelas di depan teman-temannya dan menyampaikan pikirannya,” kata dia.
Menurutnya ini merupakan upaya untuk menciptakan peserta didik yang mandiri dalam proses pembelajaran, yang pelan-pelan menjadi membentuk karakter murid agar terbisa aktif di kelas.
Pada pelaksanaannya, seluruh anak dilatih untuk berbicara dan guru kelas akan memberikan pendampingan khusus bagi yang kurang berani berbicara, agar mampu menyesuaikan diri dengan teman-temannya.
“Jadi mulai diajarkan dan dibiasakan, agar ke depan mereka akan terbiasa, dan jadi lebih percaya diri dan mandiri dalam belajar,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)