Cari disini...

Seputarfakta.com - Nuraini -
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
Kantin sehat SDN 008 Bontang Utara. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SDN 008 Bontang Utara melarang pedagang di kantin sekolah untuk menjual jajanan berbungkus plastik untuk mendukung program kantin sehat.
Humas SDN 008 Bontang Utara, Siti Ernawati mengatakan para pedagang di kantin sehat diberi peraturan agar makanan yang dijual berupa makanan yang diolah sendiri dan bukan makanan kemasan plastik.
“Kalau seperti tusukan yang biasanya untuk pentol itu masih ada tapi sedikit. Bukan tidak boleh sama sekali ada plastik tapi kami tidak boleh banyak,” ujarnya.
Ini dilakukan agar tidak banyak sampah plastik yang berhamburan di lingkungan sekolah. Sebagai sekolah yang menyandang predikat Adiwiyata Mandiri, sampah plastik di sekolah harus diminalisir.
“Karena jarang ada sampah plastik, jadi di tempat-tempat sampah kita itu jarang ada plastik,” kata dia.
Para murid pun dilarang jajan di luar selama jam sekolah dan hanya boleh membeli makan di kantin. Selain mengurangi adanya sampah plastik dari luar, kebersihan dan kesehatan makanan yang dijual juga lebih terjamin.
Murid diimbau membawa botol minum dan wadah bekal makanan dari rumah agar bisa membeli di kantin. Untuk air minum sudah disediakan air di kelas menggunakan galon dan terminal air minum di luar kelas.
“Kalau guru misalnya bawa makanan bungkus plastik dari luar kita wajibkan bawa pulang sampahnya,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Nuraini -
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

Kantin sehat SDN 008 Bontang Utara. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SDN 008 Bontang Utara melarang pedagang di kantin sekolah untuk menjual jajanan berbungkus plastik untuk mendukung program kantin sehat.
Humas SDN 008 Bontang Utara, Siti Ernawati mengatakan para pedagang di kantin sehat diberi peraturan agar makanan yang dijual berupa makanan yang diolah sendiri dan bukan makanan kemasan plastik.
“Kalau seperti tusukan yang biasanya untuk pentol itu masih ada tapi sedikit. Bukan tidak boleh sama sekali ada plastik tapi kami tidak boleh banyak,” ujarnya.
Ini dilakukan agar tidak banyak sampah plastik yang berhamburan di lingkungan sekolah. Sebagai sekolah yang menyandang predikat Adiwiyata Mandiri, sampah plastik di sekolah harus diminalisir.
“Karena jarang ada sampah plastik, jadi di tempat-tempat sampah kita itu jarang ada plastik,” kata dia.
Para murid pun dilarang jajan di luar selama jam sekolah dan hanya boleh membeli makan di kantin. Selain mengurangi adanya sampah plastik dari luar, kebersihan dan kesehatan makanan yang dijual juga lebih terjamin.
Murid diimbau membawa botol minum dan wadah bekal makanan dari rumah agar bisa membeli di kantin. Untuk air minum sudah disediakan air di kelas menggunakan galon dan terminal air minum di luar kelas.
“Kalau guru misalnya bawa makanan bungkus plastik dari luar kita wajibkan bawa pulang sampahnya,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)