Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
SDN 008 Bontang Utara. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SDN 008 Bontang Utara memberikan pemahaman kepada para murid terkait jenis-jenis sampah, utamanya terkait sampah plastik dan waktu yang dibutuhkan plastik tertentu untuk terurai.
Humas SDN 008 Bontang Utara, Siti Ernawati mengatakan, pihak sekolah selalu berupaya menumbuhkan karakter peserta didik, yang peduli atas pelestarian lingkungan. Salah satu hal paling penting terkait dampak penggunaan sampah plastik yang berpotensi merusak lingkungan.
“Oleh karena itu kita selalu mengajarkan anak di sekolah untuk senantiasa mengurangi penggunaan sampah plastik, termasuk mengajarkan bagaimana proses dan lama waktu penguraian sampah plastik sesuai dengan jenisnya,” ujarnya.
Harapannya hal tersebut dapat membuat murid lebih sadar dan paham betapa besar dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan penggunaan plastik yang tidak bijak dan langkah yang harus diambil untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat sampah plastik.
Misalnya tidak menyediakan minuman kemasan di kantin sekolah dan mewajibkan anak-anak membawa botol minum dari rumah, serta melarang penjualan makanan dengan bungkus plastik di kantin.
“Selama berada di sekolah, anak juga tidak boleh belanja di luar dan membawa sampah terutama plastik ke dalam lingkungan sekolah, tujuannya agar anak terbiasa untuk tidak mengonsumsi makanan kemasan ataupun yang menghasilkan sampah” ucapnya.
Bahkan SDN 008 Bontang Utara membuat papan khusus yang digantungi jenis sampah plastik disertai keterangan berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh alam untuk mengurai sampah tersebut.
Seperti sampah dari minuman kotakan yang membutuhkan waktu 5 tahun, hingga botol minuman plastik yang membutuhkan waktu 450 tahun untuk dapat terurai.
“Dengan ini kami berharap anak-anak jadi lebih paham dan bijak dalam mengonsumsi apapun itu yang memakai kemasan plastik,” lanjutnya.
Plt Disdikbud Bontang, Saparuddin mendukung langkah kreatif yang dilakukan SDN 008 Bontang Utara dalam menanamkan karakter peserta didik yang peduli akan lingkungan, utamanya terkait dampak penggunaan sampah plastik yang tidak bijak.
“Langkah ini tentunya akan berdampak pada pencegahan kerusakan lingkungan ke depannya,” ucap Saparuddin. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

SDN 008 Bontang Utara. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SDN 008 Bontang Utara memberikan pemahaman kepada para murid terkait jenis-jenis sampah, utamanya terkait sampah plastik dan waktu yang dibutuhkan plastik tertentu untuk terurai.
Humas SDN 008 Bontang Utara, Siti Ernawati mengatakan, pihak sekolah selalu berupaya menumbuhkan karakter peserta didik, yang peduli atas pelestarian lingkungan. Salah satu hal paling penting terkait dampak penggunaan sampah plastik yang berpotensi merusak lingkungan.
“Oleh karena itu kita selalu mengajarkan anak di sekolah untuk senantiasa mengurangi penggunaan sampah plastik, termasuk mengajarkan bagaimana proses dan lama waktu penguraian sampah plastik sesuai dengan jenisnya,” ujarnya.
Harapannya hal tersebut dapat membuat murid lebih sadar dan paham betapa besar dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan penggunaan plastik yang tidak bijak dan langkah yang harus diambil untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat sampah plastik.
Misalnya tidak menyediakan minuman kemasan di kantin sekolah dan mewajibkan anak-anak membawa botol minum dari rumah, serta melarang penjualan makanan dengan bungkus plastik di kantin.
“Selama berada di sekolah, anak juga tidak boleh belanja di luar dan membawa sampah terutama plastik ke dalam lingkungan sekolah, tujuannya agar anak terbiasa untuk tidak mengonsumsi makanan kemasan ataupun yang menghasilkan sampah” ucapnya.
Bahkan SDN 008 Bontang Utara membuat papan khusus yang digantungi jenis sampah plastik disertai keterangan berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh alam untuk mengurai sampah tersebut.
Seperti sampah dari minuman kotakan yang membutuhkan waktu 5 tahun, hingga botol minuman plastik yang membutuhkan waktu 450 tahun untuk dapat terurai.
“Dengan ini kami berharap anak-anak jadi lebih paham dan bijak dalam mengonsumsi apapun itu yang memakai kemasan plastik,” lanjutnya.
Plt Disdikbud Bontang, Saparuddin mendukung langkah kreatif yang dilakukan SDN 008 Bontang Utara dalam menanamkan karakter peserta didik yang peduli akan lingkungan, utamanya terkait dampak penggunaan sampah plastik yang tidak bijak.
“Langkah ini tentunya akan berdampak pada pencegahan kerusakan lingkungan ke depannya,” ucap Saparuddin. (Adv)
(Sf/Lo)