Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    SDN 004 Bontang Barat Budidayakan Cincau Hijau sebagai Ikon Sekolah Menuju Adiwiyata Mandiri 2026

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    13 November 2025 pukul 21:58 WITA

    Pengolahan cincau hijau di SDN 004 Bontang Barat. (Foto: SDN 004 Bontang Barat)

    Bontang - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Bontang Barat terus berinovasi melalui berbagai program ramah lingkungan. Salah satu inovasi yang kini menjadi perhatian adalah pembudidayaan tanaman cincau hijau yang dijadikan sebagai ikon sekolah dalam rangka persiapan menuju seleksi Adiwiyata Mandiri tahun 2026.

    Kepala SDN 004 Bontang Barat, Titi Purwantiningsih, menjelaskan bahwa kegiatan budidaya cincau hijau dilakukan di area sekolah dengan melibatkan peserta didik yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Penanaman. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk berpartisipasi aktif mulai dari proses penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan hasil cincau hijau.

    “Kami ingin peserta didik tidak hanya mengenal tanaman secara teori, tetapi juga memahami cara menanam, merawat, dan memanfaatkan hasilnya. Ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek lingkungan,” jelas Titi.

    Program budidaya ini awalnya diinisiasi oleh salah satu guru SDN 004 Bontang Barat sejak beberapa tahun lalu. Ia melihat potensi besar tanaman cincau hijau sebagai ikon sekolah karena selain mudah dibudidayakan, tanaman ini juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

    Cincau hijau dikenal luas di masyarakat sebagai bahan minuman tradisional yang menyegarkan dan menyehatkan. Kandungan klorofil dan seratnya dipercaya mampu menyejukkan tenggorokan, menurunkan panas dalam, serta membantu menjaga pencernaan. Selain itu, tanaman ini ramah lingkungan karena tidak memerlukan perawatan intensif dan dapat tumbuh subur di lahan sekolah.

    Lebih dari sekadar mendukung program Adiwiyata, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan karakter mandiri dan peduli lingkungan pada diri peserta didik. Melalui kegiatan praktik langsung di lapangan, siswa belajar mengenal manfaat tumbuhan serta pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar.

    “Selain mendukung program Adiwiyata Mandiri, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter, melatih tanggung jawab, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    SDN 004 Bontang Barat Budidayakan Cincau Hijau sebagai Ikon Sekolah Menuju Adiwiyata Mandiri 2026

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    13 November 2025 pukul 21:58 WITA

    Pengolahan cincau hijau di SDN 004 Bontang Barat. (Foto: SDN 004 Bontang Barat)

    Bontang - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Bontang Barat terus berinovasi melalui berbagai program ramah lingkungan. Salah satu inovasi yang kini menjadi perhatian adalah pembudidayaan tanaman cincau hijau yang dijadikan sebagai ikon sekolah dalam rangka persiapan menuju seleksi Adiwiyata Mandiri tahun 2026.

    Kepala SDN 004 Bontang Barat, Titi Purwantiningsih, menjelaskan bahwa kegiatan budidaya cincau hijau dilakukan di area sekolah dengan melibatkan peserta didik yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Penanaman. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk berpartisipasi aktif mulai dari proses penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan hasil cincau hijau.

    “Kami ingin peserta didik tidak hanya mengenal tanaman secara teori, tetapi juga memahami cara menanam, merawat, dan memanfaatkan hasilnya. Ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek lingkungan,” jelas Titi.

    Program budidaya ini awalnya diinisiasi oleh salah satu guru SDN 004 Bontang Barat sejak beberapa tahun lalu. Ia melihat potensi besar tanaman cincau hijau sebagai ikon sekolah karena selain mudah dibudidayakan, tanaman ini juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

    Cincau hijau dikenal luas di masyarakat sebagai bahan minuman tradisional yang menyegarkan dan menyehatkan. Kandungan klorofil dan seratnya dipercaya mampu menyejukkan tenggorokan, menurunkan panas dalam, serta membantu menjaga pencernaan. Selain itu, tanaman ini ramah lingkungan karena tidak memerlukan perawatan intensif dan dapat tumbuh subur di lahan sekolah.

    Lebih dari sekadar mendukung program Adiwiyata, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan karakter mandiri dan peduli lingkungan pada diri peserta didik. Melalui kegiatan praktik langsung di lapangan, siswa belajar mengenal manfaat tumbuhan serta pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar.

    “Selain mendukung program Adiwiyata Mandiri, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter, melatih tanggung jawab, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)