Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Pelajar SMP di Bontang Terima Tablet Pembelajaran dari Disdikbud

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    16 Oktober 2025 pukul 21:48 WITA

    Pembagian seragam gratis bagi pelajar Bontang. (Foto: Kominfo Bontang)

    Bontang - Pelajar kelas 3 SMP mendapatkan tablet pembelajaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Rabu (15/10/2025).

    Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis kepada perwakilan pelajar, bertepatan dengan peringatan HUT ke-26 Kota Bontang, di Lapangan Bessai Berinta.

    Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan pembagian tablet akan dilakukan secara bertahap ke sekolah dan ditarget paling lambat Desember mendatang sudah didistribusikan ke seluruh sekolah.

    “Ini adalah bagian dari transformasi digital di dunia pendidikan Bontang,” ujar Abdu Safa.

    Ia menegaskan penggunaan tablet tersebut hanya digunakan di sekolah saat jam pembelajaran dan tidak boleh dibawa pulang oleh peserta didik.

    “Jadi sistemnya pinjam pakai. Kita serahkan ke sekolah, saat pembelajaran dipinjamkan ke pelajar,” kata dia.

    Pada tahap petama Disdikbud Bontang menyiapkan sekitar 1.600 unit untuk dialokasikan ke SMP Negeri. Namun angka tersebut masih bisa bertambah menyesuaikan anggaran.

    “Bisa bertambah jika ada tambahan anggaran, kalau barangnya sudah sampai ke Bontang langsung kita distribusikan,” tambahnya.

    Ia juga mengungkapkan kemungkinan jika ada tambahan unit, kelas VII dan VIII juga bisa menggunakan tablet tersebut. 

    “Kami berharap hal ini mendukung Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran kreatif dan mandiri,” lanjutnya. 

    Tidak hanya tablet, pada momen itu Pemkot Bontang juga menyalurkan 8.100 set seragam batik dan tas disalurkan untuk peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 19.865 set perlengkapan untuk murid Sekolah Dasar (SD) dan MI berupa seragam, sepatu dan tas, serta 9.314 set untuk pelajar SMP dan MTs. 

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan kondisi keuangan daerah tengah menghadapi kontraksi fiskal, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

    “Kami akan terus menjaga alokasi 20 persen mandatory spending untuk pendidikan. Kami ingin pendidikan tidak menjadi beban, tetapi menjadi investasi untuk melahirkan generasi yang lebih baik,” ucap Neni. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Pelajar SMP di Bontang Terima Tablet Pembelajaran dari Disdikbud

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    16 Oktober 2025 pukul 21:48 WITA

    Pembagian seragam gratis bagi pelajar Bontang. (Foto: Kominfo Bontang)

    Bontang - Pelajar kelas 3 SMP mendapatkan tablet pembelajaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Rabu (15/10/2025).

    Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis kepada perwakilan pelajar, bertepatan dengan peringatan HUT ke-26 Kota Bontang, di Lapangan Bessai Berinta.

    Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan pembagian tablet akan dilakukan secara bertahap ke sekolah dan ditarget paling lambat Desember mendatang sudah didistribusikan ke seluruh sekolah.

    “Ini adalah bagian dari transformasi digital di dunia pendidikan Bontang,” ujar Abdu Safa.

    Ia menegaskan penggunaan tablet tersebut hanya digunakan di sekolah saat jam pembelajaran dan tidak boleh dibawa pulang oleh peserta didik.

    “Jadi sistemnya pinjam pakai. Kita serahkan ke sekolah, saat pembelajaran dipinjamkan ke pelajar,” kata dia.

    Pada tahap petama Disdikbud Bontang menyiapkan sekitar 1.600 unit untuk dialokasikan ke SMP Negeri. Namun angka tersebut masih bisa bertambah menyesuaikan anggaran.

    “Bisa bertambah jika ada tambahan anggaran, kalau barangnya sudah sampai ke Bontang langsung kita distribusikan,” tambahnya.

    Ia juga mengungkapkan kemungkinan jika ada tambahan unit, kelas VII dan VIII juga bisa menggunakan tablet tersebut. 

    “Kami berharap hal ini mendukung Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran kreatif dan mandiri,” lanjutnya. 

    Tidak hanya tablet, pada momen itu Pemkot Bontang juga menyalurkan 8.100 set seragam batik dan tas disalurkan untuk peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 19.865 set perlengkapan untuk murid Sekolah Dasar (SD) dan MI berupa seragam, sepatu dan tas, serta 9.314 set untuk pelajar SMP dan MTs. 

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan kondisi keuangan daerah tengah menghadapi kontraksi fiskal, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

    “Kami akan terus menjaga alokasi 20 persen mandatory spending untuk pendidikan. Kami ingin pendidikan tidak menjadi beban, tetapi menjadi investasi untuk melahirkan generasi yang lebih baik,” ucap Neni. (Adv)

    (Sf/Lo)