Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan seluruh SD dan SMP Negeri sudah siap menjadi sekolah inklusi dan menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan masing-masing sekolah sudah mulai menerima ABK yang memenuhi kriteria setelah dilakukan asesmen pada SPMB 2025.
“Ada kriterianya, tapi asesmen dulu, apakah kemampuan dan kondisi sang anak memungkinkan untuk masuk di sekolah reguler,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (28/4/2024).
Guna mempersiapkan seluruh sekolah untuk menjadi sekolah inklusi, Disdikbud Bontang sebelumnya telah memberi pendidikan lanjutan kepada 65 guru di Bontang yang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) selama beberapa bulan.
“Hal ini kita lakukan untuk membekali para guru, agar setidaknya memahami dasar pendidikan bagi ABK,”kata dia.
Selain itu, beberapa sekolah juga telah direhabilitasi pembangunan yang ramah bagi ABK sesuai standar sekolah inklusi, seperti toilet khusus dan fasilitas lainnya. “Seluruh sekolah sudah siap untuk menjadi sekolah inklusi,” ucap Bambang.
Ia berharap para ABK yang tidak terakomodir di satuan pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) bisa menempuh pendidikan tanpa kendala. “Mungkin ada yang terkendala jarak atau karena faktor lainnya bisa masuk di sekolah reguler,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan seluruh SD dan SMP Negeri sudah siap menjadi sekolah inklusi dan menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan masing-masing sekolah sudah mulai menerima ABK yang memenuhi kriteria setelah dilakukan asesmen pada SPMB 2025.
“Ada kriterianya, tapi asesmen dulu, apakah kemampuan dan kondisi sang anak memungkinkan untuk masuk di sekolah reguler,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (28/4/2024).
Guna mempersiapkan seluruh sekolah untuk menjadi sekolah inklusi, Disdikbud Bontang sebelumnya telah memberi pendidikan lanjutan kepada 65 guru di Bontang yang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) selama beberapa bulan.
“Hal ini kita lakukan untuk membekali para guru, agar setidaknya memahami dasar pendidikan bagi ABK,”kata dia.
Selain itu, beberapa sekolah juga telah direhabilitasi pembangunan yang ramah bagi ABK sesuai standar sekolah inklusi, seperti toilet khusus dan fasilitas lainnya. “Seluruh sekolah sudah siap untuk menjadi sekolah inklusi,” ucap Bambang.
Ia berharap para ABK yang tidak terakomodir di satuan pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) bisa menempuh pendidikan tanpa kendala. “Mungkin ada yang terkendala jarak atau karena faktor lainnya bisa masuk di sekolah reguler,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)