Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Kurangi Sampah Plastik, Pelajar SMPN 5 Bontang Diimbau Bawa Botol Minum dan Kotak Bekal

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    01 Agustus 2025 pukul 17:17 WITA

    Murid SMPN 5 Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Pelajar SMPN 5 Bontang diimbau membawa botol minum dan tempat bekal untuk mengurangi jumlah sampah plastik di sekolah. 

    Waka Kesiswaan SMPN 5 Bontang, Bangkit Riyanto mengatakan hal ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menjaga kebersihan sekolah dan mengurangi dampak negatif sampah plastik bagi lingkungan.

    “Mulai dari kelas 7 hingga 9 kita imbau bawa botol minum dan kotak bekal agar tidak banyak membeli minuman kemasan dan untuk makanan bisa beli kantin menggunakan kotak bekal mereka,” ujarnya.

    Sekolah bekerja sama dengan pihak kantin untuk membatasi jenis makanan cepat saji dan berbungkus plastik. Harapannya dapat membatasi peserta didik mengkonsumsi makanan yang tidak baik bagi kesehatan dan menghambat perkembangan mereka, baik secara fisik maupun kognitif.

    “Makanan yang dijual di kantin kita beri aturan, makanannya harus seperti masakan rumah, contoh nasi kuning dan lain sebagainya. Bukan makanan kemasan yang dijual ulang,” kata dia.

    Peserta didik juga diajarkan untuk memilah sampah sesuai jenisnya. SMPN 5 memiliki program bank sampah untuk mendaur ulang sampah anorganik yang hasilnya bisa dijual.

    “Kita memiliki bank sampah khusus untuk mengumpulkan sampah anorganik,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

    Kurangi Sampah Plastik, Pelajar SMPN 5 Bontang Diimbau Bawa Botol Minum dan Kotak Bekal

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    01 Agustus 2025 pukul 17:17 WITA

    Murid SMPN 5 Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Pelajar SMPN 5 Bontang diimbau membawa botol minum dan tempat bekal untuk mengurangi jumlah sampah plastik di sekolah. 

    Waka Kesiswaan SMPN 5 Bontang, Bangkit Riyanto mengatakan hal ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menjaga kebersihan sekolah dan mengurangi dampak negatif sampah plastik bagi lingkungan.

    “Mulai dari kelas 7 hingga 9 kita imbau bawa botol minum dan kotak bekal agar tidak banyak membeli minuman kemasan dan untuk makanan bisa beli kantin menggunakan kotak bekal mereka,” ujarnya.

    Sekolah bekerja sama dengan pihak kantin untuk membatasi jenis makanan cepat saji dan berbungkus plastik. Harapannya dapat membatasi peserta didik mengkonsumsi makanan yang tidak baik bagi kesehatan dan menghambat perkembangan mereka, baik secara fisik maupun kognitif.

    “Makanan yang dijual di kantin kita beri aturan, makanannya harus seperti masakan rumah, contoh nasi kuning dan lain sebagainya. Bukan makanan kemasan yang dijual ulang,” kata dia.

    Peserta didik juga diajarkan untuk memilah sampah sesuai jenisnya. SMPN 5 memiliki program bank sampah untuk mendaur ulang sampah anorganik yang hasilnya bisa dijual.

    “Kita memiliki bank sampah khusus untuk mengumpulkan sampah anorganik,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)