Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang
MPLS SMPN 5 Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SMPN 5 Bontang melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 yang diikuti 216 peserta didik dan tiga di antaranya merupakan pelajar inklusi.
Ketua Panitia MPLS SMPN 5 Bontang, Oktaviana Pane mengatakan tiga peserta didik inklusi tetap bisa mengikuti MPLS dengan baik bersama teman-temannya, meskipun memiliki keterbatasan.
Ini tidak luput dari usaha pihak sekolah untuk membantu anak penyandang disabilitas agar bisa memahami materi yang diberikan dan mengikuti berbagai rangkaian MPLS.
“Ketiganya memiliki keterbatasan dalam daya tangkap, tapi pelan-pelan mereka tetap bisa menyesuaikan,” ujarnya.
Oktaviana juga mengatakan sekolah mengupayakan agar para pelajar inklusi untuk tetap bisa bersosialisasi dan mengenal lingkungan sekolah dengan baik.
Harapannya dengan mengikuti MPLS para anak disabilitas menjadi lebih nyaman dan semangat mengikuti pembelajaran di sekolah ke depannya.
“Kami satukan dengan murid lain agar mereka saling berbaur dan mengenal satu sama lain sambil belajar dan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan,” kata dia.
Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah mengeluarkan surat edaran terkait setiap sekolah negeri dari jenjang TK, SD dan SMP untuk menjadi sekolah inklusi dengan kuota masing-masing sekolah menerima lima persen.
Disdikbud juga telah mengimbau agar setiap sekolah menerapkan MPLS Ramah, menghindari setiap tindakan yang menjurus pada tindak perundungan hingga kekerasan.
MPLS di Bontang berjalan serentak diseluruh jenjang pendidikan selama lima hari, yakni mulai tanggal 14-18 Juli 2025. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang

MPLS SMPN 5 Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - SMPN 5 Bontang melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 yang diikuti 216 peserta didik dan tiga di antaranya merupakan pelajar inklusi.
Ketua Panitia MPLS SMPN 5 Bontang, Oktaviana Pane mengatakan tiga peserta didik inklusi tetap bisa mengikuti MPLS dengan baik bersama teman-temannya, meskipun memiliki keterbatasan.
Ini tidak luput dari usaha pihak sekolah untuk membantu anak penyandang disabilitas agar bisa memahami materi yang diberikan dan mengikuti berbagai rangkaian MPLS.
“Ketiganya memiliki keterbatasan dalam daya tangkap, tapi pelan-pelan mereka tetap bisa menyesuaikan,” ujarnya.
Oktaviana juga mengatakan sekolah mengupayakan agar para pelajar inklusi untuk tetap bisa bersosialisasi dan mengenal lingkungan sekolah dengan baik.
Harapannya dengan mengikuti MPLS para anak disabilitas menjadi lebih nyaman dan semangat mengikuti pembelajaran di sekolah ke depannya.
“Kami satukan dengan murid lain agar mereka saling berbaur dan mengenal satu sama lain sambil belajar dan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan,” kata dia.
Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah mengeluarkan surat edaran terkait setiap sekolah negeri dari jenjang TK, SD dan SMP untuk menjadi sekolah inklusi dengan kuota masing-masing sekolah menerima lima persen.
Disdikbud juga telah mengimbau agar setiap sekolah menerapkan MPLS Ramah, menghindari setiap tindakan yang menjurus pada tindak perundungan hingga kekerasan.
MPLS di Bontang berjalan serentak diseluruh jenjang pendidikan selama lima hari, yakni mulai tanggal 14-18 Juli 2025. (Adv)
(Sf/Lo)