Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

    Mitra Dispar Kaltim, Pokdarwis Kembangkan Pariwisata Desa

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2023 pukul 18:26 WITA

    Bukit Mahoni salah satu wisata alam yang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kalimantan Timur. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Keberadaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pariwisata desa di provinsi yang kaya akan sumber daya alam ini.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Noor Fathoni, dalam keterangan tertulisnya, Senin.

    Menurutnya, Pokdarwis memiliki peran strategis dalam menggerakkan dan mengelola potensi pariwisata yang ada di setiap daerah, baik berupa alam, budaya, maupun sejarah.

    "Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan kreativitas Pokdarwis dalam memajukan pariwisata desa di Kaltim. Mereka adalah mitra kami dalam mewujudkan visi Kaltim sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia," ujarnya.

    Fathoni menjelaskan, saat ini terdapat puluhan Pokdarwis yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim. Beberapa di antaranya sudah cukup dikenal, seperti Pokdarwis Malahing di Bontang, Pokdarwis Mentawir di Penajam Paser Utara (PPU), Pokdarwis Kang Bejo di Balikpapan, dan Pokdarwis Bukit Mahoni di Kutai Kartanegara (Kukar).

    "Setiap Pokdarwis memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Mereka tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kearifan lokal, kesenian, kuliner, dan kerajinan yang khas daerah masing-masing," paparnya.

    Ia menambahkan, proses pembentukan Pokdarwis dapat dilakukan melalui inisiatif masyarakat setempat atau instansi terkait di bidang pariwisata. Jumlah anggota Pokdarwis biasanya sekitar 15 orang yang terdiri dari masyarakat yang berperan dalam menyediakan layanan bagi wisatawan, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta mereka yang tinggal di sekitar objek wisata.

    "Kami berharap agar Pokdarwis dapat terus aktif dan berinovasi dalam mempromosikan dan meningkatkan kualitas objek wisata di daerahnya. Dengan demikian, mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim," pungkasnya. 

    (SF/RS/Adv)

    Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

    Mitra Dispar Kaltim, Pokdarwis Kembangkan Pariwisata Desa

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2023 pukul 18:26 WITA

    Bukit Mahoni salah satu wisata alam yang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kalimantan Timur. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Keberadaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pariwisata desa di provinsi yang kaya akan sumber daya alam ini.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Noor Fathoni, dalam keterangan tertulisnya, Senin.

    Menurutnya, Pokdarwis memiliki peran strategis dalam menggerakkan dan mengelola potensi pariwisata yang ada di setiap daerah, baik berupa alam, budaya, maupun sejarah.

    "Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan kreativitas Pokdarwis dalam memajukan pariwisata desa di Kaltim. Mereka adalah mitra kami dalam mewujudkan visi Kaltim sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia," ujarnya.

    Fathoni menjelaskan, saat ini terdapat puluhan Pokdarwis yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim. Beberapa di antaranya sudah cukup dikenal, seperti Pokdarwis Malahing di Bontang, Pokdarwis Mentawir di Penajam Paser Utara (PPU), Pokdarwis Kang Bejo di Balikpapan, dan Pokdarwis Bukit Mahoni di Kutai Kartanegara (Kukar).

    "Setiap Pokdarwis memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Mereka tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kearifan lokal, kesenian, kuliner, dan kerajinan yang khas daerah masing-masing," paparnya.

    Ia menambahkan, proses pembentukan Pokdarwis dapat dilakukan melalui inisiatif masyarakat setempat atau instansi terkait di bidang pariwisata. Jumlah anggota Pokdarwis biasanya sekitar 15 orang yang terdiri dari masyarakat yang berperan dalam menyediakan layanan bagi wisatawan, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta mereka yang tinggal di sekitar objek wisata.

    "Kami berharap agar Pokdarwis dapat terus aktif dan berinovasi dalam mempromosikan dan meningkatkan kualitas objek wisata di daerahnya. Dengan demikian, mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim," pungkasnya. 

    (SF/RS/Adv)