Cari disini...
Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur
Ekowisata Hutan Lindung Sungai Wein (HLSW) di Balikpapan, tampak pintu masuk. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Cuaca buruk yang melanda wilayah Kalimantan Timur sejak beberapa hari terakhir berdampak negatif pada sektor pariwisata, khususnya ekowisata hutan.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kaltim, cuaca buruk disebabkan oleh adanya gangguan atmosfer di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, seperti wilayah Balikpapan, Muara Jawa, Bengalon, Loa Janan Ilir.
Salah satu ekowisata hutan yang terkena dampak adalah Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang terletak di Karang Joang, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.
Hutan ini merupakan habitat dari berbagai jenis flora dan fauna, termasuk orangutan. Hutan ini juga menawarkan berbagai aktivitas wisata, seperti berjalan kaki, berkemah, bersepeda, dan lain-lain.
Namun, cuaca buruk yang terjadi membuat aktivitas wisata di hutan ini menjadi terganggu. Beberapa pengunjung mengeluhkan adanya hujan lebat, angin kencang, dan petir yang membuat mereka merasa tidak nyaman dan tidak aman.
Selain itu, cuaca buruk juga meningkatkan risiko terjadinya bencana alam, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Oleh karena itu, pihak Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim mengimbau kepada para pengunjung untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas saat berada di hutan.
"Kami menyarankan agar para pengunjung menunda kunjungan mereka jika cuaca buruk masih berlangsung. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan para pengunjung, serta melindungi kelestarian hutan," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Restiawan Baihaqi di Samarinda, Kamis (9/11/2023).
(Sf/Rs/Adv)
Cari disini...
Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

Ekowisata Hutan Lindung Sungai Wein (HLSW) di Balikpapan, tampak pintu masuk. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Cuaca buruk yang melanda wilayah Kalimantan Timur sejak beberapa hari terakhir berdampak negatif pada sektor pariwisata, khususnya ekowisata hutan.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kaltim, cuaca buruk disebabkan oleh adanya gangguan atmosfer di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, seperti wilayah Balikpapan, Muara Jawa, Bengalon, Loa Janan Ilir.
Salah satu ekowisata hutan yang terkena dampak adalah Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang terletak di Karang Joang, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.
Hutan ini merupakan habitat dari berbagai jenis flora dan fauna, termasuk orangutan. Hutan ini juga menawarkan berbagai aktivitas wisata, seperti berjalan kaki, berkemah, bersepeda, dan lain-lain.
Namun, cuaca buruk yang terjadi membuat aktivitas wisata di hutan ini menjadi terganggu. Beberapa pengunjung mengeluhkan adanya hujan lebat, angin kencang, dan petir yang membuat mereka merasa tidak nyaman dan tidak aman.
Selain itu, cuaca buruk juga meningkatkan risiko terjadinya bencana alam, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Oleh karena itu, pihak Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim mengimbau kepada para pengunjung untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas saat berada di hutan.
"Kami menyarankan agar para pengunjung menunda kunjungan mereka jika cuaca buruk masih berlangsung. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan para pengunjung, serta melindungi kelestarian hutan," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Restiawan Baihaqi di Samarinda, Kamis (9/11/2023).
(Sf/Rs/Adv)