Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

    Dispar Kaltim: Pengembang Ekowisata Hutan Harus Pelajari Strategi Atraksi untuk Menarik Pengunjung

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 November 2023 pukul 19:27 WITA

    Ekowisata Hutan Mangrove Margomulyo. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Seringkali pihak pengembang ekowisata hutan dalam membuat tempat wisata hanya fokus dalam pemandangan saja, tanpa memperhatikan experience atau pengalaman pengunjung. Hal ini menyebabkan sektor pariwisata hutan relatif kurang diminati. Melihat situasi itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim mendorong para pengembang juga memperhatikan promosi dengan metode yang menitik beratkan kepada faktor atraksi atau pengalaman. 

    "Atraksi yang dimaksud di sini, bagaimana tempat wisata itu ada sesuatu yang diunggulkan, dengan penampilan apapun itu, yang terpenting di sini para pengunjung tidak hanya melihat satu sisi saja," jelas Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi di Kantor Dispar Kaltim, Kota Samarinda, Rabu (1/11/2023).

    Seperti yang dicontohkan Baihaqi, terdapat ekowisata hutan dengan pengelolaan yang masih belum optimal, seperti ekowisata mangrove. Ia menilai, disitu hanya disediakan jalan kayu saja.

    "Sepanjang itu, mereka berjalan hanya melihat pohon mangrove saja, terkesan monoton, bahkan bisa membuat pengunjung bosan," bebernya.

    Menurut Baihaqi, selain bersenang-senang, para pengunjung yang akan datang di suatu tempat wisata, ingin mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. "Apalagi, wisata itu cukup jauh jarak tempuhnya, sehingga  pengunjung tidak mau sia-sia saja kalau datang hanya melihat satu saja," ungkapnya.

    Sehingga disini, Baihaqi mendukung langkah pengembang untuk menampilkan sesuatu yang menarik berupa atraksi yang dihadirkan. "Jadi harus berinovasi untuk melakukan pengembangan itu, kami selalu support," tegasnya.

    (Sf/Rs/Adv)

    Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

    Dispar Kaltim: Pengembang Ekowisata Hutan Harus Pelajari Strategi Atraksi untuk Menarik Pengunjung

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 November 2023 pukul 19:27 WITA

    Ekowisata Hutan Mangrove Margomulyo. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Seringkali pihak pengembang ekowisata hutan dalam membuat tempat wisata hanya fokus dalam pemandangan saja, tanpa memperhatikan experience atau pengalaman pengunjung. Hal ini menyebabkan sektor pariwisata hutan relatif kurang diminati. Melihat situasi itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim mendorong para pengembang juga memperhatikan promosi dengan metode yang menitik beratkan kepada faktor atraksi atau pengalaman. 

    "Atraksi yang dimaksud di sini, bagaimana tempat wisata itu ada sesuatu yang diunggulkan, dengan penampilan apapun itu, yang terpenting di sini para pengunjung tidak hanya melihat satu sisi saja," jelas Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi di Kantor Dispar Kaltim, Kota Samarinda, Rabu (1/11/2023).

    Seperti yang dicontohkan Baihaqi, terdapat ekowisata hutan dengan pengelolaan yang masih belum optimal, seperti ekowisata mangrove. Ia menilai, disitu hanya disediakan jalan kayu saja.

    "Sepanjang itu, mereka berjalan hanya melihat pohon mangrove saja, terkesan monoton, bahkan bisa membuat pengunjung bosan," bebernya.

    Menurut Baihaqi, selain bersenang-senang, para pengunjung yang akan datang di suatu tempat wisata, ingin mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. "Apalagi, wisata itu cukup jauh jarak tempuhnya, sehingga  pengunjung tidak mau sia-sia saja kalau datang hanya melihat satu saja," ungkapnya.

    Sehingga disini, Baihaqi mendukung langkah pengembang untuk menampilkan sesuatu yang menarik berupa atraksi yang dihadirkan. "Jadi harus berinovasi untuk melakukan pengembangan itu, kami selalu support," tegasnya.

    (Sf/Rs/Adv)