Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

    Danau Semayang, Surga Lumba-Lumba Air Tawar di Kalimantan Timur

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2023 pukul 18:27 WITA

    Danau Semayang yang memiliki luas 13.000 Hektare dengan keindahan pesut Mahakam. (Foto: HO/Kaltimkreatif)

    Tenggarong - Danau Semayang, danau yang terterbesar kedua di Kalimantan Timur setelah Danau Jempang, dengan luas sekitar 13.000 hektare. Danau Semayang terletak di daerah aliran Sungai Mahakam, di Kabupaten Kutai Kartanegara, dan bersebelahan dengan Danau Melintang.

    Danau Semayang tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, tetapi juga menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan dan biota air tawar lainnya. Salah satu yang paling menarik adalah pesut Mahakam, atau lumba-lumba air tawar yang endemik di Kalimantan Timur. 

    Diketahui, Pesut Mahakam adalah salah satu dari lima spesies lumba-lumba air tawar yang ada di dunia, dan termasuk dalam daftar hewan yang terancam punah.

    Pesut Mahakam memiliki ciri khas tubuh yang panjang dan ramping, berwarna abu-abu kecoklatan, dengan moncong yang pendek dan lebar. Pesut Mahakam biasanya hidup berkelompok, dan sering terlihat melompat di permukaan air. Pesut Mahakam adalah hewan yang cerdas dan sosial, yang dapat berkomunikasi dengan suara dan gerakan.

    Sayangnya, populasi pesut Mahakam semakin menurun akibat berbagai ancaman, seperti perubahan habitat, pencemaran, penangkapan ikan, dan tabrakan dengan kapal. 

    Menurut data dari WWF Indonesia, jumlah pesut Mahakam saat ini diperkirakan hanya sekitar 80 ekor. Oleh karena itu, upaya konservasi dan perlindungan pesut Mahakam sangat dibutuhkan untuk menjaga keberadaan hewan langka ini.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjadikan Danau Semayang sebagai salah satu kawasan konservasi pesut Mahakam. Danau Semayang memiliki kondisi lingkungan yang cocok untuk pesut Mahakam, seperti air yang jernih, banyaknya pakan, dan minimnya gangguan manusia. 

    Di Danau Semayang, para pengunjung dapat menyaksikan pesut Mahakam dari dekat, dan belajar tentang kehidupan dan perilaku mereka. Selain pesut Mahakam, Danau Semayang juga memiliki keanekaragaman ikan yang cukup tinggi, seperti toman, lais, jelawat, haruan, puyu, baung, dan udang galah. 

    Danau Semayang juga menawarkan berbagai aktivitas wisata yang menyenangkan, seperti berperahu, memancing, berenang, bersantai di dermaga, atau menikmati sunset yang mempesona. Danau Semayang juga dapat dijangkau dengan mudah, baik melalui jalur darat maupun jalur sungai.

    "Danau ini tidak hanya memberikan pengalaman yang menyegarkan dan menghibur, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengenal dan mencintai pesut Mahakam, hewan khas Kalimantan Timur yang perlu kita lindungi bersama," ujar Akhmad Shabirin, satu nelayan dari Desa Melintang.

    (SF/RS/Adv)

    Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

    Danau Semayang, Surga Lumba-Lumba Air Tawar di Kalimantan Timur

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2023 pukul 18:27 WITA

    Danau Semayang yang memiliki luas 13.000 Hektare dengan keindahan pesut Mahakam. (Foto: HO/Kaltimkreatif)

    Tenggarong - Danau Semayang, danau yang terterbesar kedua di Kalimantan Timur setelah Danau Jempang, dengan luas sekitar 13.000 hektare. Danau Semayang terletak di daerah aliran Sungai Mahakam, di Kabupaten Kutai Kartanegara, dan bersebelahan dengan Danau Melintang.

    Danau Semayang tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, tetapi juga menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan dan biota air tawar lainnya. Salah satu yang paling menarik adalah pesut Mahakam, atau lumba-lumba air tawar yang endemik di Kalimantan Timur. 

    Diketahui, Pesut Mahakam adalah salah satu dari lima spesies lumba-lumba air tawar yang ada di dunia, dan termasuk dalam daftar hewan yang terancam punah.

    Pesut Mahakam memiliki ciri khas tubuh yang panjang dan ramping, berwarna abu-abu kecoklatan, dengan moncong yang pendek dan lebar. Pesut Mahakam biasanya hidup berkelompok, dan sering terlihat melompat di permukaan air. Pesut Mahakam adalah hewan yang cerdas dan sosial, yang dapat berkomunikasi dengan suara dan gerakan.

    Sayangnya, populasi pesut Mahakam semakin menurun akibat berbagai ancaman, seperti perubahan habitat, pencemaran, penangkapan ikan, dan tabrakan dengan kapal. 

    Menurut data dari WWF Indonesia, jumlah pesut Mahakam saat ini diperkirakan hanya sekitar 80 ekor. Oleh karena itu, upaya konservasi dan perlindungan pesut Mahakam sangat dibutuhkan untuk menjaga keberadaan hewan langka ini.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjadikan Danau Semayang sebagai salah satu kawasan konservasi pesut Mahakam. Danau Semayang memiliki kondisi lingkungan yang cocok untuk pesut Mahakam, seperti air yang jernih, banyaknya pakan, dan minimnya gangguan manusia. 

    Di Danau Semayang, para pengunjung dapat menyaksikan pesut Mahakam dari dekat, dan belajar tentang kehidupan dan perilaku mereka. Selain pesut Mahakam, Danau Semayang juga memiliki keanekaragaman ikan yang cukup tinggi, seperti toman, lais, jelawat, haruan, puyu, baung, dan udang galah. 

    Danau Semayang juga menawarkan berbagai aktivitas wisata yang menyenangkan, seperti berperahu, memancing, berenang, bersantai di dermaga, atau menikmati sunset yang mempesona. Danau Semayang juga dapat dijangkau dengan mudah, baik melalui jalur darat maupun jalur sungai.

    "Danau ini tidak hanya memberikan pengalaman yang menyegarkan dan menghibur, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengenal dan mencintai pesut Mahakam, hewan khas Kalimantan Timur yang perlu kita lindungi bersama," ujar Akhmad Shabirin, satu nelayan dari Desa Melintang.

    (SF/RS/Adv)