Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

    Danau Kumbara, Eks Kolam Tambang yang Disulap jadi Tempat 'healing' 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 November 2023 pukul 10:52 WITA

    Danau Kumbara di Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: HO/Rabiatul Adawiyah)

    Samarinda - Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, memiliki daya tarik wisata yang tidak kalah dengan tempat-tempat lain di Zona Hulu Sungai Mahakam. Salah satu destinasi wisata yang menjadi favorit para pengunjung adalah Danau Kumbara.

    Danau Kumbara merupakan eks kolam tambang perusahaan batu bara yang beroperasi di kawasan Desa Kota Bangun III. Kemudian kolam tambang tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Lambat laun muncul lah ide kreatif untuk menyulap tambang tersebut sebagai destinasi wisata.

    Di dalam Danau Kumbara, terdapat berbagai ikan atau kelompok vertebrata yang hidup bersama. Beberapa ikan yang bisa dilihat di sana adalah ikan mas, patin, nila merah dan ikan koi. Bagi pengunjung dikenakan biaya masuk, untuk dewasa Rp5 ribu dan untuk anak kecil gratis.

    Selain itu, Danau Kumbara juga difasilitasi dengan sejumlah gazebo berkontraksi kayu yang dapat dijadikan wadah bersantai bagi para wisatawan. Di sekitar danau juga ditanam berbagai tanaman buah seperti jambu air dan jambu kristal. Hal ini membuat Danau Kumbara menjadi agrowisata yang menawarkan keindahan alam dan kesegaran udara.

    Wisatawan yang datang ke Danau Kumbara juga bisa menikmati berbagai aktivitas lain seperti bermain air dengan menaiki kapal, memancing, berkemah atau mengunjungi desa-desa sekitar. Salah satu perusahaan yang beroperasi di kawasan Desa Kota Bangun III ini juga turut membantu terhadap pengembangan wisata Danau Kumbara dengan memberikan bermacam bibit tanaman buah.

    Wisatawan yang datang ke Danau Kumbara juga bisa mengisi ulang energi mereka dengan mengonsumsi berbagai olahan makanan yang disajikan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar danau. Makanan-makanan tersebut antara lain adalah mie ayam goreng, soto ayam, nasi goreng dan lain-lain.

    Salah satu pengunjung Danau Kumbara, Rabiatul Adawiyah, mengakui ketenangan danau tersebut membuat dirinya kembali berpikir jernih. Setelah menyelesaikan beragam aktifitas di MTQ Kabupaten Kukar, ia menyempatkan untuk mengunjungi wisata tersebut.

    "Tempat wisatanya indah dan buat nyaman, apalagi pas panas kita bisa berlindung di gazebo itu," ungkap wanita yang disapa Biya dihubungi di Samarinda, Rabu (15/11/2023).

    Beserta rombongan, Biya tampak menikmati perjalanannya, karena wisata tersebut dikepung oleh perkebunan yang dimiliki warga sekitar. Untuk menuju lokasi, dari jalan besar, para pengunjung harus menempuh jarak satu kilometer ke dalam gang tersebut.

    Biya juga menyarankan kepada para pengunjung, diharapkan untuk membawa persediaan piknik, seperti keranjang, tikar dan makanan.

    "Teman-teman yang mau berkunjung kesini, jangan lupa ya bawa tempat yang ala-ala aesthetic begitu, cocok untuk piknik," tutup Biya.

    (Sf/Rs/Adv)

    Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur

    Danau Kumbara, Eks Kolam Tambang yang Disulap jadi Tempat 'healing' 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 November 2023 pukul 10:52 WITA

    Danau Kumbara di Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: HO/Rabiatul Adawiyah)

    Samarinda - Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, memiliki daya tarik wisata yang tidak kalah dengan tempat-tempat lain di Zona Hulu Sungai Mahakam. Salah satu destinasi wisata yang menjadi favorit para pengunjung adalah Danau Kumbara.

    Danau Kumbara merupakan eks kolam tambang perusahaan batu bara yang beroperasi di kawasan Desa Kota Bangun III. Kemudian kolam tambang tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Lambat laun muncul lah ide kreatif untuk menyulap tambang tersebut sebagai destinasi wisata.

    Di dalam Danau Kumbara, terdapat berbagai ikan atau kelompok vertebrata yang hidup bersama. Beberapa ikan yang bisa dilihat di sana adalah ikan mas, patin, nila merah dan ikan koi. Bagi pengunjung dikenakan biaya masuk, untuk dewasa Rp5 ribu dan untuk anak kecil gratis.

    Selain itu, Danau Kumbara juga difasilitasi dengan sejumlah gazebo berkontraksi kayu yang dapat dijadikan wadah bersantai bagi para wisatawan. Di sekitar danau juga ditanam berbagai tanaman buah seperti jambu air dan jambu kristal. Hal ini membuat Danau Kumbara menjadi agrowisata yang menawarkan keindahan alam dan kesegaran udara.

    Wisatawan yang datang ke Danau Kumbara juga bisa menikmati berbagai aktivitas lain seperti bermain air dengan menaiki kapal, memancing, berkemah atau mengunjungi desa-desa sekitar. Salah satu perusahaan yang beroperasi di kawasan Desa Kota Bangun III ini juga turut membantu terhadap pengembangan wisata Danau Kumbara dengan memberikan bermacam bibit tanaman buah.

    Wisatawan yang datang ke Danau Kumbara juga bisa mengisi ulang energi mereka dengan mengonsumsi berbagai olahan makanan yang disajikan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar danau. Makanan-makanan tersebut antara lain adalah mie ayam goreng, soto ayam, nasi goreng dan lain-lain.

    Salah satu pengunjung Danau Kumbara, Rabiatul Adawiyah, mengakui ketenangan danau tersebut membuat dirinya kembali berpikir jernih. Setelah menyelesaikan beragam aktifitas di MTQ Kabupaten Kukar, ia menyempatkan untuk mengunjungi wisata tersebut.

    "Tempat wisatanya indah dan buat nyaman, apalagi pas panas kita bisa berlindung di gazebo itu," ungkap wanita yang disapa Biya dihubungi di Samarinda, Rabu (15/11/2023).

    Beserta rombongan, Biya tampak menikmati perjalanannya, karena wisata tersebut dikepung oleh perkebunan yang dimiliki warga sekitar. Untuk menuju lokasi, dari jalan besar, para pengunjung harus menempuh jarak satu kilometer ke dalam gang tersebut.

    Biya juga menyarankan kepada para pengunjung, diharapkan untuk membawa persediaan piknik, seperti keranjang, tikar dan makanan.

    "Teman-teman yang mau berkunjung kesini, jangan lupa ya bawa tempat yang ala-ala aesthetic begitu, cocok untuk piknik," tutup Biya.

    (Sf/Rs/Adv)