Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kalak BPBD PPU, Sukadi Kuncoro.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) memprediksi hembusan angin dari arah selatan ke utara akan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2025.
Bahkan kondisi cuaca yang tergolong ekstrem ini diperkirakan akan berlanjut hingga September atau Oktober 2025 mendatang, tergantung perkembangan cuaca yang terjadi di wilayah perairan PPU dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Sukadi Kuncoro mengatakan kondisi angin selatan tersebut patut diwaspadai oleh para nelayan karena dianggap dapat mengganggu aktivitas pelayaran di laut serta berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
Hal ini dikarenakan hembusan angin kencang dari arah selatan sering kali memicu datangnya ombak besar atau gelombang tinggi, terutama di laut lepas yang jauh dari pantai.
Kuncoro lantas meminta para nelayan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaannya selama periode angin selatan masih berlangsung, khususnya saat melakukan aktivitas melaut.
Menurutnya, kesiapsiagaan penting dilakukan agar risiko terjadinya kecelakaan dapat diminimalisir sedini mungkin.
“Saat ini sudah mulai (angin selatan) dan berakhir diperkirakan sekitar Agustus, September atau Oktober 2025 mendatang. Jadi selama beberapa bulan itu para nelayan wajib waspada,” ucap Kuncoro.
Ia juga mengingatkan para nelayan untuk selalu membawa ataupun langsung mengenakan rompi pelampung ketika beraktivitas di laut.
Hal ini penting dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya akibat ombak besar demi menjaga keselamatan diri sendiri.
“Sebelum mencari nafkah (melaut), sebaiknya nelayan harus ada persiapan karena keselamatan diri sangat penting,” bebernya.
Selain itu, BPBD PPU juga mengimbau para nelayan untuk rutin memantau informasi terkait perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs website resmi maupun aplikasi digital guna menghindari potensi bahaya yang mungkin terjadi sesuai prediksi.
“Kami berharap masyarakat, khususnya yang sehari-harinya melaut bisa memperhatikan informasi dari BMKG,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kalak BPBD PPU, Sukadi Kuncoro.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) memprediksi hembusan angin dari arah selatan ke utara akan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2025.
Bahkan kondisi cuaca yang tergolong ekstrem ini diperkirakan akan berlanjut hingga September atau Oktober 2025 mendatang, tergantung perkembangan cuaca yang terjadi di wilayah perairan PPU dan sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Sukadi Kuncoro mengatakan kondisi angin selatan tersebut patut diwaspadai oleh para nelayan karena dianggap dapat mengganggu aktivitas pelayaran di laut serta berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
Hal ini dikarenakan hembusan angin kencang dari arah selatan sering kali memicu datangnya ombak besar atau gelombang tinggi, terutama di laut lepas yang jauh dari pantai.
Kuncoro lantas meminta para nelayan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaannya selama periode angin selatan masih berlangsung, khususnya saat melakukan aktivitas melaut.
Menurutnya, kesiapsiagaan penting dilakukan agar risiko terjadinya kecelakaan dapat diminimalisir sedini mungkin.
“Saat ini sudah mulai (angin selatan) dan berakhir diperkirakan sekitar Agustus, September atau Oktober 2025 mendatang. Jadi selama beberapa bulan itu para nelayan wajib waspada,” ucap Kuncoro.
Ia juga mengingatkan para nelayan untuk selalu membawa ataupun langsung mengenakan rompi pelampung ketika beraktivitas di laut.
Hal ini penting dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya akibat ombak besar demi menjaga keselamatan diri sendiri.
“Sebelum mencari nafkah (melaut), sebaiknya nelayan harus ada persiapan karena keselamatan diri sangat penting,” bebernya.
Selain itu, BPBD PPU juga mengimbau para nelayan untuk rutin memantau informasi terkait perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs website resmi maupun aplikasi digital guna menghindari potensi bahaya yang mungkin terjadi sesuai prediksi.
“Kami berharap masyarakat, khususnya yang sehari-harinya melaut bisa memperhatikan informasi dari BMKG,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)