Cari disini...
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan Teras Samarinda tahap kedua segmen 2, 3 dan 4 siap diresmikan pada 29 Agustus 2026 setelah dilakukan pengecekan akhir di sejumlah titik.
Meski dinyatakan siap digunakan, sejumlah pekerjaan minor seperti perbaikan rumput, penambahan sprinkler hingga penyempurnaan bagian arsitektur masih akan dilanjutkan dan menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, pengecekan tersebut merupakan bagian dari prosedur sebelum sebuah proyek pemerintah diresmikan.
Sebelum dilakukan pemeriksaan oleh kepala daerah, Sekretaris Daerah (Sekda) atau Asisten II terlebih dahulu melakukan inspeksi dan melaporkan hasil pengecekan.
“Secara umum lokasi ini sudah siap diresmikan, dengan tetap bahwa pekerjaan-pekerjaan minor yang tersisa, walaupun nanti setelah diresmikan, akan tetap ditangani oleh pihak penyedia jasa barang,” ujar Andi Harun dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, peresmian Teras Samarinda tahap kedua akan mencakup tiga segmen, yakni segmen 2, 3 dan 4. Sementara segmen 1 yang terhubung langsung dengan Teras Samarinda tahap pertama belum masuk dalam peresmian kali ini karena masa kontraknya masih berjalan hingga Desember.
“Yang kita akan resmikan adalah Teras 2 segmen 2, 3 dan 4. Masih tersisa nanti sampai Desember itu di Teras 2 juga segmen 1, yang jembatan itu, yang langsung berhubungan dengan Teras tahap pertama,” ungkapnya.
Andi Harun menyebut, proses pengecekan akhir dilakukan untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar siap sebelum dibuka untuk masyarakat.
Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah fasilitas dan kondisi kawasan, termasuk area penghijauan serta sistem penyiraman.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah kondisi rumput di sejumlah titik yang terdampak cuaca kemarau.
Pemkot telah meminta penggantian rumput pada bagian yang dinilai perlu diperbaiki. Selain itu, penambahan sprinkler juga dilakukan untuk menjaga kondisi kawasan tetap terawat.
“Beberapa tempat tadi kami tinjau, seperti misalnya rumput, ya karena memang cuaca kemarau, ada yang kita perintahkan untuk diganti rumputnya, sebagian sudah terganti.
Kemudian ada beberapa yang akan kita tambah sprinkle airnya, kita cek juga tadi pompanya sudah berfungsi,” jelasnya.
Selain fasilitas lanskap, pemkot juga menemukan sejumlah pekerjaan kecil berkaitan dengan arsitektur dan estetika bangunan yang perlu disempurnakan. Perbaikan tersebut akan tetap dilakukan meski Teras Samarinda telah diresmikan.
Andi Harun menegaskan, pekerjaan yang belum tuntas tidak menjadi alasan untuk menunda peresmian segmen yang telah dinyatakan siap.
Pemeliharaan dan penyelesaian pekerjaan minor tetap menjadi kewajiban pihak terkait selama masih berada dalam masa tanggung jawab pekerjaan.
“Kalau belum selesai, pasca peresmian tetap dilanjutkan pemeliharaannya, karena memang masih menjadi tanggung jawab baik itu PU maupun penyedia jasa barang,” katanya.
Untuk segmen 1 yang berupa jembatan dan menjadi penghubung dengan Teras Samarinda tahap pertama, Pemkot menargetkan penyelesaiannya pada akhir Desember 2026.
Jika seluruh pekerjaan rampung sesuai target, segmen tersebut diharapkan dapat diresmikan sebelum pergantian tahun.
“Mudah-mudahan sebelum New Year, tahun baru, kita sudah bisa resmikan dan sudah bisa dipergunakan pada saat malam pergantian tahun 2026 ke 2027,” pungkas Andi Harun. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan Teras Samarinda tahap kedua segmen 2, 3 dan 4 siap diresmikan pada 29 Agustus 2026 setelah dilakukan pengecekan akhir di sejumlah titik.
Meski dinyatakan siap digunakan, sejumlah pekerjaan minor seperti perbaikan rumput, penambahan sprinkler hingga penyempurnaan bagian arsitektur masih akan dilanjutkan dan menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, pengecekan tersebut merupakan bagian dari prosedur sebelum sebuah proyek pemerintah diresmikan.
Sebelum dilakukan pemeriksaan oleh kepala daerah, Sekretaris Daerah (Sekda) atau Asisten II terlebih dahulu melakukan inspeksi dan melaporkan hasil pengecekan.
“Secara umum lokasi ini sudah siap diresmikan, dengan tetap bahwa pekerjaan-pekerjaan minor yang tersisa, walaupun nanti setelah diresmikan, akan tetap ditangani oleh pihak penyedia jasa barang,” ujar Andi Harun dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, peresmian Teras Samarinda tahap kedua akan mencakup tiga segmen, yakni segmen 2, 3 dan 4. Sementara segmen 1 yang terhubung langsung dengan Teras Samarinda tahap pertama belum masuk dalam peresmian kali ini karena masa kontraknya masih berjalan hingga Desember.
“Yang kita akan resmikan adalah Teras 2 segmen 2, 3 dan 4. Masih tersisa nanti sampai Desember itu di Teras 2 juga segmen 1, yang jembatan itu, yang langsung berhubungan dengan Teras tahap pertama,” ungkapnya.
Andi Harun menyebut, proses pengecekan akhir dilakukan untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar siap sebelum dibuka untuk masyarakat.
Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah fasilitas dan kondisi kawasan, termasuk area penghijauan serta sistem penyiraman.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah kondisi rumput di sejumlah titik yang terdampak cuaca kemarau.
Pemkot telah meminta penggantian rumput pada bagian yang dinilai perlu diperbaiki. Selain itu, penambahan sprinkler juga dilakukan untuk menjaga kondisi kawasan tetap terawat.
“Beberapa tempat tadi kami tinjau, seperti misalnya rumput, ya karena memang cuaca kemarau, ada yang kita perintahkan untuk diganti rumputnya, sebagian sudah terganti.
Kemudian ada beberapa yang akan kita tambah sprinkle airnya, kita cek juga tadi pompanya sudah berfungsi,” jelasnya.
Selain fasilitas lanskap, pemkot juga menemukan sejumlah pekerjaan kecil berkaitan dengan arsitektur dan estetika bangunan yang perlu disempurnakan. Perbaikan tersebut akan tetap dilakukan meski Teras Samarinda telah diresmikan.
Andi Harun menegaskan, pekerjaan yang belum tuntas tidak menjadi alasan untuk menunda peresmian segmen yang telah dinyatakan siap.
Pemeliharaan dan penyelesaian pekerjaan minor tetap menjadi kewajiban pihak terkait selama masih berada dalam masa tanggung jawab pekerjaan.
“Kalau belum selesai, pasca peresmian tetap dilanjutkan pemeliharaannya, karena memang masih menjadi tanggung jawab baik itu PU maupun penyedia jasa barang,” katanya.
Untuk segmen 1 yang berupa jembatan dan menjadi penghubung dengan Teras Samarinda tahap pertama, Pemkot menargetkan penyelesaiannya pada akhir Desember 2026.
Jika seluruh pekerjaan rampung sesuai target, segmen tersebut diharapkan dapat diresmikan sebelum pergantian tahun.
“Mudah-mudahan sebelum New Year, tahun baru, kita sudah bisa resmikan dan sudah bisa dipergunakan pada saat malam pergantian tahun 2026 ke 2027,” pungkas Andi Harun. (Adv)
(Sf/Lo)