Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda

    Pemkot Samarinda Dorong Perusahaan Perkuat Penanganan Karhutla dan Kekeringan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2026 pukul 02:00 WITA

    Gedung Balaikota Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong keterlibatan sektor swasta dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. 

    Melalui koordinasi bersama Komisi 3 DPRD Samarinda, sejumlah perusahaan akan diundang untuk berkontribusi dalam kondisi tanggap darurat, mulai dari dukungan suplai air untuk pemadaman hingga bantuan masker dan nutrisi bagi petugas serta relawan di lapangan.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan keterlibatan perusahaan dibutuhkan untuk memperkuat penanganan darurat, terutama ketika kebutuhan air menjadi salah satu kendala dalam pemadaman karhutla.

    “Kemudian, termasuk dari Komisi 3 akan mengundang beberapa perusahaan supaya ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam penanganan darurat kekeringan dan karhutla ini,” ujar Suwarso, Senin (14/9/2026).

    Menurutnya, sejumlah perusahaan di Samarinda sebenarnya telah mengambil bagian dalam membantu penanganan karhutla.

    Salah satunya terlihat di wilayah Palaran, ketika perusahaan menyiagakan mobil tangki untuk memasok air ke kendaraan pemadam yang bertugas di lokasi kebakaran.

    “Ya walaupun sudah ada beberapa kontribusi, misalnya di daerah Palaran, itu setiap ada kejadian kebakaran, beberapa mobil suplai tangki perusahaan itu selalu menyuplai air terhadap mobil-mobil baik itu relawan, Damkar, mobil BPBD yang sedang melakukan pemadaman di lini depan,” ungkapnya.

    Dukungan tersebut dinilai membantu kebutuhan operasional pemadaman di lini depan. Suplai air dari kendaraan tangki perusahaan dapat digunakan untuk mendukung mobil pemadam, BPBD maupun relawan ketika menangani titik karhutla.

    Suwarso mengatakan kontribusi perusahaan tidak terbatas pada dukungan kendaraan tangki. Sejumlah perusahaan juga telah memberikan bantuan perlengkapan dan kebutuhan pendukung bagi petugas maupun relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

    “Jadi dari perusahaan tuh menyuplai. Ada juga yang memberikan masker, kemudian ada suplai-suplai untuk nutrisi, itu juga ada ya,” jelasnya.

    Pemkot melalui BPBD kemudian mendorong agar dukungan tersebut dapat diperluas dan dikoordinasikan secara lebih maksimal. Komisi 3 DPRD Samarinda akan menggali kembali potensi kontribusi perusahaan dalam mendukung penanganan kondisi darurat.

    “Dan ini akan digali kembali supaya lebih maksimal oleh Komisi 3,” pungkas Suwarso.

    Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sumber daya penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan suplai air. Bantuan sektor swasta menjadi salah satu bentuk dukungan tambahan bagi petugas pemerintah, pemadam kebakaran dan relawan yang berada di lini depan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda

    Pemkot Samarinda Dorong Perusahaan Perkuat Penanganan Karhutla dan Kekeringan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2026 pukul 02:00 WITA

    Gedung Balaikota Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong keterlibatan sektor swasta dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. 

    Melalui koordinasi bersama Komisi 3 DPRD Samarinda, sejumlah perusahaan akan diundang untuk berkontribusi dalam kondisi tanggap darurat, mulai dari dukungan suplai air untuk pemadaman hingga bantuan masker dan nutrisi bagi petugas serta relawan di lapangan.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan keterlibatan perusahaan dibutuhkan untuk memperkuat penanganan darurat, terutama ketika kebutuhan air menjadi salah satu kendala dalam pemadaman karhutla.

    “Kemudian, termasuk dari Komisi 3 akan mengundang beberapa perusahaan supaya ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam penanganan darurat kekeringan dan karhutla ini,” ujar Suwarso, Senin (14/9/2026).

    Menurutnya, sejumlah perusahaan di Samarinda sebenarnya telah mengambil bagian dalam membantu penanganan karhutla.

    Salah satunya terlihat di wilayah Palaran, ketika perusahaan menyiagakan mobil tangki untuk memasok air ke kendaraan pemadam yang bertugas di lokasi kebakaran.

    “Ya walaupun sudah ada beberapa kontribusi, misalnya di daerah Palaran, itu setiap ada kejadian kebakaran, beberapa mobil suplai tangki perusahaan itu selalu menyuplai air terhadap mobil-mobil baik itu relawan, Damkar, mobil BPBD yang sedang melakukan pemadaman di lini depan,” ungkapnya.

    Dukungan tersebut dinilai membantu kebutuhan operasional pemadaman di lini depan. Suplai air dari kendaraan tangki perusahaan dapat digunakan untuk mendukung mobil pemadam, BPBD maupun relawan ketika menangani titik karhutla.

    Suwarso mengatakan kontribusi perusahaan tidak terbatas pada dukungan kendaraan tangki. Sejumlah perusahaan juga telah memberikan bantuan perlengkapan dan kebutuhan pendukung bagi petugas maupun relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

    “Jadi dari perusahaan tuh menyuplai. Ada juga yang memberikan masker, kemudian ada suplai-suplai untuk nutrisi, itu juga ada ya,” jelasnya.

    Pemkot melalui BPBD kemudian mendorong agar dukungan tersebut dapat diperluas dan dikoordinasikan secara lebih maksimal. Komisi 3 DPRD Samarinda akan menggali kembali potensi kontribusi perusahaan dalam mendukung penanganan kondisi darurat.

    “Dan ini akan digali kembali supaya lebih maksimal oleh Komisi 3,” pungkas Suwarso.

    Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat sumber daya penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan suplai air. Bantuan sektor swasta menjadi salah satu bentuk dukungan tambahan bagi petugas pemerintah, pemadam kebakaran dan relawan yang berada di lini depan. (Adv)

    (Sf/Rs)