Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda

    Pasar Murah Samarinda Bakal Dibuat Tematik, Disdag Bidik Komoditas Pemicu Inflasi

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    02 September 2026 pukul 16:15 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda menyiapkan skema pasar murah tematik sebagai langkah menekan inflasi daerah dengan menyesuaikan komoditas yang mengalami kenaikan harga setiap pekan.

    Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani, mengatakan pasar murah tersebut tidak akan digelar dengan pola yang sama setiap waktu.

    Komoditas yang disediakan akan disesuaikan dengan hasil pemantauan terhadap barang yang menjadi penyumbang inflasi.

    “Kami sudah menyusun agenda untuk kegiatan pasar murah dengan tematik, melihat per session barang apa yang menjadi kenaikan inflasi setiap minggunya,” ujar Nurrahmani, Selasa (1/9/2026).

    Menurutnya, penanganan inflasi tidak dapat dilakukan oleh Disdag secara sendiri. Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan juga dipengaruhi berbagai sektor, termasuk komoditas perikanan.

    Karena itu, Disdag akan mengarahkan intervensi pasar murah pada komoditas yang dinilai paling berpengaruh terhadap kenaikan inflasi pada periode tertentu.

    Beberapa komoditas yang menjadi perhatian dalam pemantauan terakhir di antaranya cabai, beras, jagung, ikan tongkol dan ikan layang.

    “Contohnya kan cabai, beras, jagung kayaknya, ikan tongkol, ikan layang yang jadi review kami selama minggu-minggu ini,” katanya.

    Namun, pelaksanaan pasar murah tematik tersebut masih menunggu kepastian hasil review Inspektorat. Nurrahmani menyebut hal itu berkaitan dengan kondisi tanggap darurat yang sedang berjalan.

    “Kami menunggu lagi sekali lagi, karena ini bagian daripada tanggap darurat, kami menunggu sinyal review Inspektorat apa ada keterkaitan kami dengan kondisi itu,” jelasnya.

    Jika hasil review menyatakan tidak ada kendala terkait kondisi tersebut, Disdag memastikan program pasar murah akan tetap diupayakan berjalan.

    “Kalau memang tidak, kami tetap akan jalan dengan berusaha semaksimal mungkin supaya kami bisa menghadirkan barang-barang yang memang menunjang tentang inflasi,” pungkas Nurrahmani. 

    (Sf/Lo)

    Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda

    Pasar Murah Samarinda Bakal Dibuat Tematik, Disdag Bidik Komoditas Pemicu Inflasi

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    02 September 2026 pukul 16:15 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda menyiapkan skema pasar murah tematik sebagai langkah menekan inflasi daerah dengan menyesuaikan komoditas yang mengalami kenaikan harga setiap pekan.

    Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani, mengatakan pasar murah tersebut tidak akan digelar dengan pola yang sama setiap waktu.

    Komoditas yang disediakan akan disesuaikan dengan hasil pemantauan terhadap barang yang menjadi penyumbang inflasi.

    “Kami sudah menyusun agenda untuk kegiatan pasar murah dengan tematik, melihat per session barang apa yang menjadi kenaikan inflasi setiap minggunya,” ujar Nurrahmani, Selasa (1/9/2026).

    Menurutnya, penanganan inflasi tidak dapat dilakukan oleh Disdag secara sendiri. Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan juga dipengaruhi berbagai sektor, termasuk komoditas perikanan.

    Karena itu, Disdag akan mengarahkan intervensi pasar murah pada komoditas yang dinilai paling berpengaruh terhadap kenaikan inflasi pada periode tertentu.

    Beberapa komoditas yang menjadi perhatian dalam pemantauan terakhir di antaranya cabai, beras, jagung, ikan tongkol dan ikan layang.

    “Contohnya kan cabai, beras, jagung kayaknya, ikan tongkol, ikan layang yang jadi review kami selama minggu-minggu ini,” katanya.

    Namun, pelaksanaan pasar murah tematik tersebut masih menunggu kepastian hasil review Inspektorat. Nurrahmani menyebut hal itu berkaitan dengan kondisi tanggap darurat yang sedang berjalan.

    “Kami menunggu lagi sekali lagi, karena ini bagian daripada tanggap darurat, kami menunggu sinyal review Inspektorat apa ada keterkaitan kami dengan kondisi itu,” jelasnya.

    Jika hasil review menyatakan tidak ada kendala terkait kondisi tersebut, Disdag memastikan program pasar murah akan tetap diupayakan berjalan.

    “Kalau memang tidak, kami tetap akan jalan dengan berusaha semaksimal mungkin supaya kami bisa menghadirkan barang-barang yang memang menunjang tentang inflasi,” pungkas Nurrahmani. 

    (Sf/Lo)