Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda

    Ketahanan Pangan Jadi Fokus Mitigasi El Nino, Pemkot Samarinda Siapkan Satgas hingga Pompa Air untuk Sawah

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    12 September 2026 pukul 19:27 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Arsensia Serlyani/ seputarfakta.com)

    ‎Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi berdampak pada ketahanan pangan, tidak hanya melalui imbauan, tetapi dengan menyiapkan langkah mitigasi konkret dari sektor pertanian hingga pengendalian harga dan rantai pasok bahan pangan pokok.

    ‎Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, Pemkot Samarinda telah membentuk satuan tugas (Satgas) yang melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk mengantisipasi dampak kekeringan. 

    ‎Kesiapsiagaan tersebut mencakup pemantauan sektor pangan hingga memastikan kebutuhan masyarakat tetap terjaga di tengah potensi gangguan produksi dan distribusi.

    ‎Menurutnya, kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah sentra pangan menjadi perhatian karena dapat berpengaruh terhadap ketersediaan bahan makanan pokok penting (bapokting) di Samarinda.

    ‎“Singkat kata, kami bikinlah Satgas, terdiri dari beberapa perangkat daerah. Itu sampai kepada sektor pangannya kita ukur,” ujar Andi Harun, Rabu (9/9/2026).

    ‎Ia menegaskan, pembentukan Satgas menjadi bagian dari langkah mitigasi agar pemerintah tidak hanya mengandalkan imbauan ketika menghadapi ancaman kekeringan.

    ‎“Kesiapsiagaan itu sebagai bukti bahwa kita melakukan mitigasi. Kalau cuma imbauan kan enggak bisa. Ini perkaranya nyata, kalau sifatnya imbauan tidak akan konkret,” ungkapnya.

    ‎Langkah konkret tersebut mulai dilakukan di sektor pertanian. Pemkot Samarinda telah menyiapkan pompa untuk membantu mengalirkan air ke lahan persawahan yang terdampak kondisi kering.

    ‎“Ini kita sudah mulai kemarin di salah satu titik seperti kita pada bidang pertanian, kita sudah adakan pompa untuk memompa air bisa masuk ke lahan persawahan kita,” jelasnya.

    ‎Selain menjaga produksi pangan dari sisi pertanian, Pemkot Samarinda juga memperkuat pengendalian harga melalui Dinas Perdagangan (Disdag). 

    ‎Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga yang dapat terjadi apabila pasokan dari daerah penghasil terganggu.

    ‎Andi Harun menyebut, rantai pasok atau supply chain menjadi salah satu bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan. Samarinda masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari sejumlah daerah di luar Kalimantan Timur.

    ‎“Begitu pula kendali harga oleh Disdag, rantai pasok, supply chain, karena daerah lain juga kekeringan,” katanya.

    ‎Ia menyebut Sulawesi Selatan dan Jawa Timur sebagai daerah yang juga menghadapi kondisi kekeringan. Kedua wilayah tersebut menjadi perhatian karena sebagian bahan makanan pokok penting yang masuk ke Samarinda berasal dari daerah tersebut.

    ‎“Sulewesi Selatan kekeringan, Jawa Timur kekeringan. Yang bapokting kita, bahan makanan pokok penting kita itu rata-rata berasal dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

    ‎Karena itu, kesiapsiagaan Pemkot Samarinda tidak hanya diarahkan pada kondisi di dalam kota, tetapi juga terhadap perkembangan pasokan dari daerah asal komoditas pangan.

    ‎“Ini kesiapsiagaan kita sampai ke sana,” tegas Andi Harun. (Adv)

    ‎(Sf/Lo)

    Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda

    Ketahanan Pangan Jadi Fokus Mitigasi El Nino, Pemkot Samarinda Siapkan Satgas hingga Pompa Air untuk Sawah

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    12 September 2026 pukul 19:27 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Arsensia Serlyani/ seputarfakta.com)

    ‎Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi berdampak pada ketahanan pangan, tidak hanya melalui imbauan, tetapi dengan menyiapkan langkah mitigasi konkret dari sektor pertanian hingga pengendalian harga dan rantai pasok bahan pangan pokok.

    ‎Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, Pemkot Samarinda telah membentuk satuan tugas (Satgas) yang melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk mengantisipasi dampak kekeringan. 

    ‎Kesiapsiagaan tersebut mencakup pemantauan sektor pangan hingga memastikan kebutuhan masyarakat tetap terjaga di tengah potensi gangguan produksi dan distribusi.

    ‎Menurutnya, kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah daerah sentra pangan menjadi perhatian karena dapat berpengaruh terhadap ketersediaan bahan makanan pokok penting (bapokting) di Samarinda.

    ‎“Singkat kata, kami bikinlah Satgas, terdiri dari beberapa perangkat daerah. Itu sampai kepada sektor pangannya kita ukur,” ujar Andi Harun, Rabu (9/9/2026).

    ‎Ia menegaskan, pembentukan Satgas menjadi bagian dari langkah mitigasi agar pemerintah tidak hanya mengandalkan imbauan ketika menghadapi ancaman kekeringan.

    ‎“Kesiapsiagaan itu sebagai bukti bahwa kita melakukan mitigasi. Kalau cuma imbauan kan enggak bisa. Ini perkaranya nyata, kalau sifatnya imbauan tidak akan konkret,” ungkapnya.

    ‎Langkah konkret tersebut mulai dilakukan di sektor pertanian. Pemkot Samarinda telah menyiapkan pompa untuk membantu mengalirkan air ke lahan persawahan yang terdampak kondisi kering.

    ‎“Ini kita sudah mulai kemarin di salah satu titik seperti kita pada bidang pertanian, kita sudah adakan pompa untuk memompa air bisa masuk ke lahan persawahan kita,” jelasnya.

    ‎Selain menjaga produksi pangan dari sisi pertanian, Pemkot Samarinda juga memperkuat pengendalian harga melalui Dinas Perdagangan (Disdag). 

    ‎Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga yang dapat terjadi apabila pasokan dari daerah penghasil terganggu.

    ‎Andi Harun menyebut, rantai pasok atau supply chain menjadi salah satu bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan. Samarinda masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari sejumlah daerah di luar Kalimantan Timur.

    ‎“Begitu pula kendali harga oleh Disdag, rantai pasok, supply chain, karena daerah lain juga kekeringan,” katanya.

    ‎Ia menyebut Sulawesi Selatan dan Jawa Timur sebagai daerah yang juga menghadapi kondisi kekeringan. Kedua wilayah tersebut menjadi perhatian karena sebagian bahan makanan pokok penting yang masuk ke Samarinda berasal dari daerah tersebut.

    ‎“Sulewesi Selatan kekeringan, Jawa Timur kekeringan. Yang bapokting kita, bahan makanan pokok penting kita itu rata-rata berasal dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

    ‎Karena itu, kesiapsiagaan Pemkot Samarinda tidak hanya diarahkan pada kondisi di dalam kota, tetapi juga terhadap perkembangan pasokan dari daerah asal komoditas pangan.

    ‎“Ini kesiapsiagaan kita sampai ke sana,” tegas Andi Harun. (Adv)

    ‎(Sf/Lo)