Cari disini...
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan peresmian empat Puskesmas hasil transformasi fasilitas kesehatan dan satu Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) secara serentak.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengefisienkan waktu dan anggaran, sekaligus menandai peningkatan kualitas layanan kesehatan dari fasilitas lama menjadi bangunan yang lebih modern dan memenuhi standar pelayanan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, seluruh fasilitas kesehatan tersebut saat ini telah siap diresmikan.
Empat Puskesmas yang sebelumnya berada di bangunan lama, bahkan ada yang menggunakan konstruksi kayu, kini telah bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan modern.
“Tidak berlebihan kalau saya katakan, yang tadinya kumuh, bangunan lama, ada bahkan yang kayu, hari ini telah bertransformasi menjadi Puskesmas yang modern,” ujar Andi Harun, Senin (24/8/2026).
Salah satu fasilitas yang disebut menjadi percontohan ialah Puskesmas Harapan Baru. Menurut Andi Harun, fasilitas tersebut dinilai paling presisi dalam memenuhi standar nasional sehingga dapat menjadi contoh dalam transformasi fasilitas kesehatan di Kota Samarinda.
“Bahkan ada yang menjadi percontohan karena paling presisi sesuai dengan standar nasional, yakni Puskesmas Harapan Baru,”ungkapnya.
Selain empat Puskesmas, Pemkot Samarinda juga menyiapkan peresmian satu RSIA yang berada di kawasan Rumah Sakit I.A. Moeis.
Rumah sakit tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas kesehatan di kawasan tersebut.
Andi Harun menjelaskan, peresmian tidak dilakukan secara terpisah di masing-masing fasilitas.
Pemkot memilih menggabungkan seluruh peresmian dalam satu agenda dan satu lokasi untuk menghemat waktu sekaligus menekan biaya pelaksanaan.
“Harusnya kan empat-empatnya, tapi menghemat waktu, menghemat biaya, efisiensi, maka peresmian empat Puskesmas dan satu rumah sakit ibu dan anak itu dilakukan pada satu tempat,” jelasnya.
Lokasi pelaksanaan peresmian masih dalam tahap penentuan. Pemkot mempertimbangkan Puskesmas Harapan Baru sebagai salah satu lokasi, namun keputusan akhir belum ditetapkan.
“Lagi dipilih nih nanti tempatnya, apakah di Puskesmas Harapan Baru atau di tempat lain, tapi peresmiannya sekaligus,” pungkas Andi Harun. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan peresmian empat Puskesmas hasil transformasi fasilitas kesehatan dan satu Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) secara serentak.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengefisienkan waktu dan anggaran, sekaligus menandai peningkatan kualitas layanan kesehatan dari fasilitas lama menjadi bangunan yang lebih modern dan memenuhi standar pelayanan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, seluruh fasilitas kesehatan tersebut saat ini telah siap diresmikan.
Empat Puskesmas yang sebelumnya berada di bangunan lama, bahkan ada yang menggunakan konstruksi kayu, kini telah bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan modern.
“Tidak berlebihan kalau saya katakan, yang tadinya kumuh, bangunan lama, ada bahkan yang kayu, hari ini telah bertransformasi menjadi Puskesmas yang modern,” ujar Andi Harun, Senin (24/8/2026).
Salah satu fasilitas yang disebut menjadi percontohan ialah Puskesmas Harapan Baru. Menurut Andi Harun, fasilitas tersebut dinilai paling presisi dalam memenuhi standar nasional sehingga dapat menjadi contoh dalam transformasi fasilitas kesehatan di Kota Samarinda.
“Bahkan ada yang menjadi percontohan karena paling presisi sesuai dengan standar nasional, yakni Puskesmas Harapan Baru,”ungkapnya.
Selain empat Puskesmas, Pemkot Samarinda juga menyiapkan peresmian satu RSIA yang berada di kawasan Rumah Sakit I.A. Moeis.
Rumah sakit tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas kesehatan di kawasan tersebut.
Andi Harun menjelaskan, peresmian tidak dilakukan secara terpisah di masing-masing fasilitas.
Pemkot memilih menggabungkan seluruh peresmian dalam satu agenda dan satu lokasi untuk menghemat waktu sekaligus menekan biaya pelaksanaan.
“Harusnya kan empat-empatnya, tapi menghemat waktu, menghemat biaya, efisiensi, maka peresmian empat Puskesmas dan satu rumah sakit ibu dan anak itu dilakukan pada satu tempat,” jelasnya.
Lokasi pelaksanaan peresmian masih dalam tahap penentuan. Pemkot mempertimbangkan Puskesmas Harapan Baru sebagai salah satu lokasi, namun keputusan akhir belum ditetapkan.
“Lagi dipilih nih nanti tempatnya, apakah di Puskesmas Harapan Baru atau di tempat lain, tapi peresmiannya sekaligus,” pungkas Andi Harun. (Adv)
(Sf/Rs)