Cari disini...
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda
Dinas Kesehatan Kota Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)
Samarinda– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda terus mendorong pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar semakin mudah diakses masyarakat.
Salah satu strategi yang diterapkan melalui Puskesmas adalah mengintegrasikan penjaringan CKG ke dalam sistem pelayanan berbasis klaster, sehingga masyarakat dapat ditawarkan pemeriksaan kesehatan secara langsung ketika menerima pelayanan.
Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih mengatakan, penerapan sistem klaster memberikan ruang bagi petugas Puskesmas untuk melakukan penjaringan CKG di tengah pelayanan.
Masyarakat tidak selalu harus datang khusus untuk mendaftar CKG karena petugas dapat menawarkan layanan tersebut saat pasien berada di Puskesmas.
“Kalau yang pasien itu ada dua mekanismenya. Ada yang mendaftar, habis itu dia melakukan CKG, bisa langsung, bisa hari berikutnya atau biasanya teman-teman itu menjaringnya pada saat pelayanan,” ujar Ismed, Rabu (30/9/2026).
Penjaringan dapat dilakukan sejak masyarakat berada di bagian pendaftaran. Petugas memberikan informasi mengenai CKG, sekaligus membantu masyarakat memahami tahapan pemeriksaan yang akan dijalani.
Selain melalui pendaftaran, penjaringan juga dilakukan pada masing-masing klaster pelayanan. Pola ini menyesuaikan sistem pelayanan Puskesmas yang kini menggunakan pendekatan klaster, bukan lagi sepenuhnya berdasarkan pembagian poli.
“Kalau sekarang Puskesmas sistemnya klaster ya, bukan per poli lagi. Di masing-masing klaster, misalnya Klaster 3, Klaster 4, itu di situ ditanya, ‘Apakah Bapak/Ibu mau CKG?’,”ungkap Ismed.
Menurutnya, pendekatan tersebut membuat pelaksanaan CKG dapat lebih terintegrasi dengan pelayanan rutin Puskesmas.
Pasien yang bersedia mengikuti pemeriksaan dapat langsung diarahkan untuk menjalani CKG, sehingga tidak harus menunggu jadwal pada hari berikutnya.
“Rata-rata mereka tuh langsung ada CKG-kan, karena kalau misalnya daftar hari ini, nanti besok CKG, bisa enggak datang tuh pasiennya,” jelasnya.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui CKG di luar gedung. Pelayanan ini menjadi bagian dari upaya Puskesmas menjangkau masyarakat di luar fasilitas kesehatan, terutama ketika kegiatan pelayanan dilakukan dengan jumlah peserta yang cukup banyak.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyesuaikan proses pencatatan dengan kondisi pelayanan. Ketika antrean panjang, data peserta CKG dapat dicatat terlebih dahulu melalui spreadsheet atau secara manual sebelum kemudian dimasukkan ke aplikasi ASIK.
Ismed mengatakan, tantangan tersebut lebih banyak berada pada sisi penginputan data karena sumber daya manusia yang menangani pencatatan juga terbatas. Sementara dari sisi pelayanan, Puskesmas telah menjalankan CKG baik di dalam maupun luar gedung.
“Teman-teman tuh sudah melaksanakan semua CKG, baik itu yang di dalam gedung maupun luar gedung. Tetapi yang jadi masalah adalah penginputannya,” pungkasnya
Dinkes Samarinda terus mendorong agar pelayanan CKG dapat berjalan beriringan dengan pelayanan Puskesmas sehari-hari.
Integrasi melalui sistem klaster dan penjaringan langsung diharapkan membuat akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan gratis semakin dekat, praktis dan tidak bergantung pada kunjungan ulang. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda

Dinas Kesehatan Kota Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)
Samarinda– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda terus mendorong pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar semakin mudah diakses masyarakat.
Salah satu strategi yang diterapkan melalui Puskesmas adalah mengintegrasikan penjaringan CKG ke dalam sistem pelayanan berbasis klaster, sehingga masyarakat dapat ditawarkan pemeriksaan kesehatan secara langsung ketika menerima pelayanan.
Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih mengatakan, penerapan sistem klaster memberikan ruang bagi petugas Puskesmas untuk melakukan penjaringan CKG di tengah pelayanan.
Masyarakat tidak selalu harus datang khusus untuk mendaftar CKG karena petugas dapat menawarkan layanan tersebut saat pasien berada di Puskesmas.
“Kalau yang pasien itu ada dua mekanismenya. Ada yang mendaftar, habis itu dia melakukan CKG, bisa langsung, bisa hari berikutnya atau biasanya teman-teman itu menjaringnya pada saat pelayanan,” ujar Ismed, Rabu (30/9/2026).
Penjaringan dapat dilakukan sejak masyarakat berada di bagian pendaftaran. Petugas memberikan informasi mengenai CKG, sekaligus membantu masyarakat memahami tahapan pemeriksaan yang akan dijalani.
Selain melalui pendaftaran, penjaringan juga dilakukan pada masing-masing klaster pelayanan. Pola ini menyesuaikan sistem pelayanan Puskesmas yang kini menggunakan pendekatan klaster, bukan lagi sepenuhnya berdasarkan pembagian poli.
“Kalau sekarang Puskesmas sistemnya klaster ya, bukan per poli lagi. Di masing-masing klaster, misalnya Klaster 3, Klaster 4, itu di situ ditanya, ‘Apakah Bapak/Ibu mau CKG?’,”ungkap Ismed.
Menurutnya, pendekatan tersebut membuat pelaksanaan CKG dapat lebih terintegrasi dengan pelayanan rutin Puskesmas.
Pasien yang bersedia mengikuti pemeriksaan dapat langsung diarahkan untuk menjalani CKG, sehingga tidak harus menunggu jadwal pada hari berikutnya.
“Rata-rata mereka tuh langsung ada CKG-kan, karena kalau misalnya daftar hari ini, nanti besok CKG, bisa enggak datang tuh pasiennya,” jelasnya.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui CKG di luar gedung. Pelayanan ini menjadi bagian dari upaya Puskesmas menjangkau masyarakat di luar fasilitas kesehatan, terutama ketika kegiatan pelayanan dilakukan dengan jumlah peserta yang cukup banyak.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyesuaikan proses pencatatan dengan kondisi pelayanan. Ketika antrean panjang, data peserta CKG dapat dicatat terlebih dahulu melalui spreadsheet atau secara manual sebelum kemudian dimasukkan ke aplikasi ASIK.
Ismed mengatakan, tantangan tersebut lebih banyak berada pada sisi penginputan data karena sumber daya manusia yang menangani pencatatan juga terbatas. Sementara dari sisi pelayanan, Puskesmas telah menjalankan CKG baik di dalam maupun luar gedung.
“Teman-teman tuh sudah melaksanakan semua CKG, baik itu yang di dalam gedung maupun luar gedung. Tetapi yang jadi masalah adalah penginputannya,” pungkasnya
Dinkes Samarinda terus mendorong agar pelayanan CKG dapat berjalan beriringan dengan pelayanan Puskesmas sehari-hari.
Integrasi melalui sistem klaster dan penjaringan langsung diharapkan membuat akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan gratis semakin dekat, praktis dan tidak bergantung pada kunjungan ulang. (Adv)
(Sf/Lo)