Cari disini...
Advertorial
Produk AMDK dari Perumda Tirta Kencana bernama "Samaqua" yang sudah mulai dipasarkan. (Foto: maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Kabar baik bagi warga Samarinda yang ingin menghemat konsumsi bulanan. Kini, ada pilihan air mineral lokal berkualitas yang harganya dijamin tidak bikin kantong jebol.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui unit bisnis baru Perumda Tirta Kencana secara resmi meluncurkan produk Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) bermerek Samaqua, pada Rabu (5/8/2026).
Berpusat di fasilitas produksi kawasan Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samaqua memiliki strategi harga yang sangat ramah kantong. Untuk isi ulang kemasan galon, konsumen hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp8.000.
Dewan Pengawas Perumda Tirta Kencana, Marnabas Pattiroy, menjelaskan penetapan harga yang terjangkau ini merupakan langkah strategis agar produk lokal kebanggaan daerah ini mampu bersaing kuat di pasaran.
"Kita memang ingin bersaing. Kalau isi ulangnya itu cuma Rp8.000 saja per galon, sedangkan jika beli beserta galonnya Rp80.000. Untuk kemasan cup 220 ml kita di angka Rp26.000 per dus dan kemasan botol 330 ml harganya Rp37.000 per dus. Kita pastikan bisa bersaing dengan produk lokal lainnya," papar Marnabas usai acara peluncuran.
Meski dilepas dengan harga miring, kualitas air Samaqua dipastikan tidak murahan. Marnabas mengungkapkan proses perizinan produk memakan waktu hingga satu setengah tahun karena ketatnya pengawasan dari BPOM serta tahapan sertifikasi halal.
Air baku yang bersumber dari Sungai Mahakam ini diproses melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) khusus, lalu melewati tiga tahapan sterilisasi ketat di ruang produksi yang wajib steril.
"BPOM sangat ketat, mereka sering datang secara silent (tanpa pemberitahuan) untuk mengecek sampel air demi memastikan tidak ada penurunan kualitas. Samaqua ini punya keunggulan kompetitif, pH-nya bagus dan angka Daya Hantar Listrik (DHL)-nya sangat kecil, yang berarti kandungan mineralnya sangat berkualitas," tegasnya.
Saat ini, dengan kucuran investasi awal sebesar Rp6 miliar, kapasitas produksi Samaqua ditargetkan mencapai 300 hingga 350 dus serta 100 galon per harinya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang hadir meresmikan produk ini, menegaskan kehadiran Samaqua adalah bagian dari rancang bangun transformasi ekonomi daerah.
Ia ingin Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlahan lepas dari ketergantungan sektor Sumber Daya Alam (SDA) dan mulai bergeser ke sektor perdagangan serta jasa.
Kendati demikian, Andi Harun menekankan di tahap awal ini, pemerintah belum menuntut setoran PAD agar manajemen bisa fokus mematangkan kualitas produk.
"Kita beri dulu kesempatan kepada perumda untuk menyolidkan aspek produksi dan bisnisnya. Kalau buru-buru kita tuntut PAD, nanti berkonsekuensi pada kualitas. Biarkan produknya solid, penetrasi di pasar terbentuk, baru kita tata kontribusinya untuk peningkatan PAD," jelas Andi Harun.
Wali Kota juga memberikan jaminan penuh bahwa operasional bisnis Samaqua tidak akan mengganggu pelayanan air bersih publik. Unit bisnis ini dikelola oleh manajemen dan tenaga kerja yang sepenuhnya terpisah dari tim distribusi air perpipaan.
Mulai hari ini, Samaqua sudah resmi dijual dan mulai diperkenalkan ke sejumlah retailer lokal. Ditargetkan pada minggu depan, air mineral pelat merah ini sudah terdistribusi merata dan mudah didapatkan oleh masyarakat di 10 kecamatan se-Kota Samarinda. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Advertorial

Produk AMDK dari Perumda Tirta Kencana bernama "Samaqua" yang sudah mulai dipasarkan. (Foto: maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Kabar baik bagi warga Samarinda yang ingin menghemat konsumsi bulanan. Kini, ada pilihan air mineral lokal berkualitas yang harganya dijamin tidak bikin kantong jebol.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui unit bisnis baru Perumda Tirta Kencana secara resmi meluncurkan produk Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) bermerek Samaqua, pada Rabu (5/8/2026).
Berpusat di fasilitas produksi kawasan Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samaqua memiliki strategi harga yang sangat ramah kantong. Untuk isi ulang kemasan galon, konsumen hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp8.000.
Dewan Pengawas Perumda Tirta Kencana, Marnabas Pattiroy, menjelaskan penetapan harga yang terjangkau ini merupakan langkah strategis agar produk lokal kebanggaan daerah ini mampu bersaing kuat di pasaran.
"Kita memang ingin bersaing. Kalau isi ulangnya itu cuma Rp8.000 saja per galon, sedangkan jika beli beserta galonnya Rp80.000. Untuk kemasan cup 220 ml kita di angka Rp26.000 per dus dan kemasan botol 330 ml harganya Rp37.000 per dus. Kita pastikan bisa bersaing dengan produk lokal lainnya," papar Marnabas usai acara peluncuran.
Meski dilepas dengan harga miring, kualitas air Samaqua dipastikan tidak murahan. Marnabas mengungkapkan proses perizinan produk memakan waktu hingga satu setengah tahun karena ketatnya pengawasan dari BPOM serta tahapan sertifikasi halal.
Air baku yang bersumber dari Sungai Mahakam ini diproses melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) khusus, lalu melewati tiga tahapan sterilisasi ketat di ruang produksi yang wajib steril.
"BPOM sangat ketat, mereka sering datang secara silent (tanpa pemberitahuan) untuk mengecek sampel air demi memastikan tidak ada penurunan kualitas. Samaqua ini punya keunggulan kompetitif, pH-nya bagus dan angka Daya Hantar Listrik (DHL)-nya sangat kecil, yang berarti kandungan mineralnya sangat berkualitas," tegasnya.
Saat ini, dengan kucuran investasi awal sebesar Rp6 miliar, kapasitas produksi Samaqua ditargetkan mencapai 300 hingga 350 dus serta 100 galon per harinya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang hadir meresmikan produk ini, menegaskan kehadiran Samaqua adalah bagian dari rancang bangun transformasi ekonomi daerah.
Ia ingin Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlahan lepas dari ketergantungan sektor Sumber Daya Alam (SDA) dan mulai bergeser ke sektor perdagangan serta jasa.
Kendati demikian, Andi Harun menekankan di tahap awal ini, pemerintah belum menuntut setoran PAD agar manajemen bisa fokus mematangkan kualitas produk.
"Kita beri dulu kesempatan kepada perumda untuk menyolidkan aspek produksi dan bisnisnya. Kalau buru-buru kita tuntut PAD, nanti berkonsekuensi pada kualitas. Biarkan produknya solid, penetrasi di pasar terbentuk, baru kita tata kontribusinya untuk peningkatan PAD," jelas Andi Harun.
Wali Kota juga memberikan jaminan penuh bahwa operasional bisnis Samaqua tidak akan mengganggu pelayanan air bersih publik. Unit bisnis ini dikelola oleh manajemen dan tenaga kerja yang sepenuhnya terpisah dari tim distribusi air perpipaan.
Mulai hari ini, Samaqua sudah resmi dijual dan mulai diperkenalkan ke sejumlah retailer lokal. Ditargetkan pada minggu depan, air mineral pelat merah ini sudah terdistribusi merata dan mudah didapatkan oleh masyarakat di 10 kecamatan se-Kota Samarinda. (Adv)
(Sf/Lo)