Advertorial

    Segini Perkiraan Upah yang Bakal Diterima Pelipat Surat Suara Pilkada Serentak 2024 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Oktober 2024 pukul 19:45 WITA

    Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat saat diwawancara di Gudang Logistik KPU, Jalan Pergudangan Nusantara, Sungai Kunjang, Selasa (29/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda tengah menyiapkan pelipatan surat suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat menyampaikan soal upah untuk pekerja pelipatan surat suara. Seperti pada pemilihan sebelumnya, KPU melibatkan masyarakat dalam proses ini.

    "Upah pelipatan sedang dalam perhitungan, diperkirakan sekitar Rp200 perlembar, karena beban kerjanya tidak terlalu berat,” ungkap Firman Selasa (29/10/2024).

    Ia menjelaskan bahwa proses pelipatan masih dalam tahap perencanaan dan akan dilakukan begitu semua kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersedia.

    "Pelipatan surat suara tidak bisa dilakukan sekarang. Jika dilipat lebih awal, kami perlu memikirkan tempat penyimpanan yang aman. Karena itu, kami akan menunggu kelengkapan TPS, lalu pengaturan akan dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing TPS,” ujarnya.

    Firman membeberkan dalam proses pelipatan surat suara nanti akan disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan per-TPS. Setelah disiapkan, surat suara akan dimasukkan ke dalam kotak sesuai alokasi setiap TPS, kemudian disegel untuk memastikan keamanannya.

    “Proses pelipatan rencananya akan dimulai awal bulan depan, sekitar sebelum tanggal 5 November, dan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hari. Pekerjaannya juga tidak 24 jam penuh,” jelasnya.

    Selain itu, KPU Samarinda juga memastikan kesiapan alat bantu bagi pemilih tuna netra, yakni Alat Bantu Tuna Netra (ABTN). Alat ini diproduksi di Kudus, Jawa Tengah, dengan jumlah sekitar seribu unit yang nantinya akan didistribusikan ke setiap TPS yang membutuhkan.

    "Untuk yang tuna netra ini berbeda penyedianya dengan yang biasa, diperkirakan ada sekitar 1000 surat suara," pungkasnya. (ADV)

    (Sf/Rs)

    Advertorial

    Segini Perkiraan Upah yang Bakal Diterima Pelipat Surat Suara Pilkada Serentak 2024 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Oktober 2024 pukul 19:45 WITA

    Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat saat diwawancara di Gudang Logistik KPU, Jalan Pergudangan Nusantara, Sungai Kunjang, Selasa (29/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda tengah menyiapkan pelipatan surat suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat menyampaikan soal upah untuk pekerja pelipatan surat suara. Seperti pada pemilihan sebelumnya, KPU melibatkan masyarakat dalam proses ini.

    "Upah pelipatan sedang dalam perhitungan, diperkirakan sekitar Rp200 perlembar, karena beban kerjanya tidak terlalu berat,” ungkap Firman Selasa (29/10/2024).

    Ia menjelaskan bahwa proses pelipatan masih dalam tahap perencanaan dan akan dilakukan begitu semua kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersedia.

    "Pelipatan surat suara tidak bisa dilakukan sekarang. Jika dilipat lebih awal, kami perlu memikirkan tempat penyimpanan yang aman. Karena itu, kami akan menunggu kelengkapan TPS, lalu pengaturan akan dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing TPS,” ujarnya.

    Firman membeberkan dalam proses pelipatan surat suara nanti akan disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan per-TPS. Setelah disiapkan, surat suara akan dimasukkan ke dalam kotak sesuai alokasi setiap TPS, kemudian disegel untuk memastikan keamanannya.

    “Proses pelipatan rencananya akan dimulai awal bulan depan, sekitar sebelum tanggal 5 November, dan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hari. Pekerjaannya juga tidak 24 jam penuh,” jelasnya.

    Selain itu, KPU Samarinda juga memastikan kesiapan alat bantu bagi pemilih tuna netra, yakni Alat Bantu Tuna Netra (ABTN). Alat ini diproduksi di Kudus, Jawa Tengah, dengan jumlah sekitar seribu unit yang nantinya akan didistribusikan ke setiap TPS yang membutuhkan.

    "Untuk yang tuna netra ini berbeda penyedianya dengan yang biasa, diperkirakan ada sekitar 1000 surat suara," pungkasnya. (ADV)

    (Sf/Rs)