Advertorial

    PT WKP Perkuat Budaya Keselamatan pada Apel Bulan K3 Nasional 2026

    Redaktur:Lodya A
    25 Februari 2026 pukul 12:09 WITA

    Penajam Paser Utara – Memasuki tahun 2026, risiko di tempat bekerja selalu ada. Melihat kondisi tersebut, PT Waru Kaltim Plantation (WKP), anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk., menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja melalui Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (18/2) di area operasional perusahaan.

    Risiko kerja saat ini tidak hanya berupa kecelakaan fisik di lapangan. Tekanan kerja, kelelahan, hingga penggunaan alat dan teknologi juga dapat memicu potensi bahaya apabila tidak dikelola dengan baik.

    Bagi perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban mengikuti aturan. K3 adalah upaya nyata untuk memastikan setiap karyawan dapat bekerja dengan aman dan pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Karena itu, peran pimpinan di setiap lini menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang aman dan produktif.

    Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini mengusung tema dari Kementerian Ketenagakerjaan “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” serta subtema Astra Agro “Memperkuat Transformasi Perilaku Berbasis Keselamatan dan Kesehatan Melalui Keterlibatan Pemimpin Dalam Membentuk Budaya Keselamatan dan Kesehatan Produktif”.

    Komitmen terhadap keselamatan kerja ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat, sehingga produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan.

    “Untuk itu, pekerja atau tenaga kerja di perusahaan wajib mendapatkan perlindungan keselamatan, yakni berhak pulang dengan selamat setelah menjalankan rutinitasnya masing-masing,” pesannya saat menjadi Inspektur Upacara Apel Bulan K3 Nasional Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan.

    Sementara itu, Manajemen PT WKP, Miftahul Ulum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas komitmen dalam menjalankan peraturan perusahaan, khususnya terkait aspek keselamatan kerja.

    “Tidak ada toleransi terhadap tindakan yang tidak aman maupun kondisi kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya. Segera laporkan apabila menemukan potensi bahaya dan tindak lanjuti dengan activity plan perbaikan, serta implementasikan ikrar Budaya Keselamatan yang selalu kita bacakan setiap Apel Pagi. Tidak ada harga CPO yang sebanding dengan nyawa,” tegasnya.

    Komitmen tersebut bukan hanya sekadar pernyataan. Sebelumnya, PT WKP mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Penganugerahan K3 Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025 pada November lalu. Dalam ajang tersebut, perusahaan berhasil meraih penghargaan Kecelakaan Nihil atau Zero Accident sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi penerapan standar keselamatan kerja. Penghargaan ini menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari komitmen dalam melindungi karyawan dan memastikan operasional berjalan aman serta berkelanjutan.

    Ia menambahkan bahwa membangun budaya keselamatan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen perusahaan, mulai dari pimpinan unit, karyawan, hingga mitra kerja. Setiap pekerja harus dipastikan aman sejak datang ke tempat kerja hingga kembali ke rumah. Lingkungan kerja yang menjamin keselamatan dan kesehatan akan mendorong efisiensi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat reputasi perusahaan dalam jangka panjang.

    Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan bersama Komitmen Zero Accident sebagai simbol penguatan tanggung jawab kolektif seluruh insan perusahaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi kebakaran sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan tanggap darurat.

    Apel ini turut dihadiri oleh seluruh staf unit selaku leader di setiap bagian, perwakilan serikat pekerja, tim keamanan, tim medis, serta tim kesiapsiagaan tanggap darurat. Keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan perusahaan.

    (Sf/Lo)

    Advertorial

    PT WKP Perkuat Budaya Keselamatan pada Apel Bulan K3 Nasional 2026

    Redaktur:Lodya A
    25 Februari 2026 pukul 12:09 WITA

    Penajam Paser Utara – Memasuki tahun 2026, risiko di tempat bekerja selalu ada. Melihat kondisi tersebut, PT Waru Kaltim Plantation (WKP), anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk., menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja melalui Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (18/2) di area operasional perusahaan.

    Risiko kerja saat ini tidak hanya berupa kecelakaan fisik di lapangan. Tekanan kerja, kelelahan, hingga penggunaan alat dan teknologi juga dapat memicu potensi bahaya apabila tidak dikelola dengan baik.

    Bagi perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban mengikuti aturan. K3 adalah upaya nyata untuk memastikan setiap karyawan dapat bekerja dengan aman dan pulang ke rumah dalam keadaan selamat. Karena itu, peran pimpinan di setiap lini menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang aman dan produktif.

    Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026 ini mengusung tema dari Kementerian Ketenagakerjaan “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” serta subtema Astra Agro “Memperkuat Transformasi Perilaku Berbasis Keselamatan dan Kesehatan Melalui Keterlibatan Pemimpin Dalam Membentuk Budaya Keselamatan dan Kesehatan Produktif”.

    Komitmen terhadap keselamatan kerja ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat, sehingga produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan.

    “Untuk itu, pekerja atau tenaga kerja di perusahaan wajib mendapatkan perlindungan keselamatan, yakni berhak pulang dengan selamat setelah menjalankan rutinitasnya masing-masing,” pesannya saat menjadi Inspektur Upacara Apel Bulan K3 Nasional Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan.

    Sementara itu, Manajemen PT WKP, Miftahul Ulum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas komitmen dalam menjalankan peraturan perusahaan, khususnya terkait aspek keselamatan kerja.

    “Tidak ada toleransi terhadap tindakan yang tidak aman maupun kondisi kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya. Segera laporkan apabila menemukan potensi bahaya dan tindak lanjuti dengan activity plan perbaikan, serta implementasikan ikrar Budaya Keselamatan yang selalu kita bacakan setiap Apel Pagi. Tidak ada harga CPO yang sebanding dengan nyawa,” tegasnya.

    Komitmen tersebut bukan hanya sekadar pernyataan. Sebelumnya, PT WKP mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Penganugerahan K3 Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025 pada November lalu. Dalam ajang tersebut, perusahaan berhasil meraih penghargaan Kecelakaan Nihil atau Zero Accident sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi penerapan standar keselamatan kerja. Penghargaan ini menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari komitmen dalam melindungi karyawan dan memastikan operasional berjalan aman serta berkelanjutan.

    Ia menambahkan bahwa membangun budaya keselamatan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen perusahaan, mulai dari pimpinan unit, karyawan, hingga mitra kerja. Setiap pekerja harus dipastikan aman sejak datang ke tempat kerja hingga kembali ke rumah. Lingkungan kerja yang menjamin keselamatan dan kesehatan akan mendorong efisiensi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat reputasi perusahaan dalam jangka panjang.

    Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan bersama Komitmen Zero Accident sebagai simbol penguatan tanggung jawab kolektif seluruh insan perusahaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi kebakaran sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan tanggap darurat.

    Apel ini turut dihadiri oleh seluruh staf unit selaku leader di setiap bagian, perwakilan serikat pekerja, tim keamanan, tim medis, serta tim kesiapsiagaan tanggap darurat. Keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan perusahaan.

    (Sf/Lo)