Advertorial

    Perumdam Tirta Kencana Jadwalkan Perbaikan Pipa di Jalan KS Tubun, Ketahui Wilayah Terdampaknya

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    27 Agustus 2024 pukul 20:22 WITA

    Pengerjaan perbaikan pipa di Jalan KS Tubun Senin (26/8/2024). (Foto: Dokumentasi Perumdam Tirta Kencana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana melanjutkan pengerjaan tahap II interkoneksi pipa berdiameter 400 milimeter di Jalan KS Tubun, Samarinda, Rabu (28/8/2024) besok. Pengerjaan ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang telah dilakukan sebelumnya. 

    Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana, Sendya Ibanez, menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan perbaikan ini.

    Sendya mengakui bahwa dampak pengerjaan ini sudah dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah, seperti di Jalan Dr Soetomo, yang mengalami gangguan aliran air selama empat hari. 

    "Aliran air sudah tidak mengalir di beberapa wilayah, seperti di daerah Jalan Dr Soetomo. Dampaknya ke masyarakat sudah empat hari tidak mengalir ke daerah kota," jelasnya. 

    Sendya menjelaskan bahwa pengerjaan tahap II ini ditargetkan selesai dalam 1-2 hari, dengan estimasi paling cepat satu hari jika kondisi memungkinkan. 
    Namun, ia menekankan bahwa penghentian aliran air selama pengerjaan menyebabkan dampak yang cukup signifikan bagi warga yang tinggal jauh dari pompa air.

    Ia mengimbau masyarakat untuk menampung air selama pengerjaan berlangsung. Sendya mengakui adanya kebocoran pada pipa yang lama, sehingga perbaikan ini diharapkan dapat memaksimalkan distribusi air ke masyarakat. 

    Wilayah terdampak akibat pengerjaan ini terbagi menjadi dua, yaitu Wilayah I Jalan Pasundan, Raudah, Gunung Meratus, Pahlawan, Perum Preevab, Dr Soetomo, Anggur, Delima Dalam, Ruhui Rahayu, M Yamin, Pramuka, Perjuangan (1,2,3,4), Layanan Booster Pembangunan (Vorvo).

    Pada Wilayah II yakni Jalan Perniagaan, AM Sangaji, Gatot Subroto, Elang, Merak, Tekukur, Belatuk, Cendrawasih, Pemuda (1,2,3,4), DI Pandjaitan, Sentosa, Remaja, Kemakmuran, KNPI, dan Merdeka.

    Menanggapi keluhan dari masyarakat, Sendya menyatakan bahwa komplain merupakan hal yang wajar dan pihaknya siap menerima dengan lapang dada. 
    Bagi masyarakat yang membutuhkan air segera, ia mengarahkan untuk menghubungi layanan tangki air Perumdam, yang dikenakan biaya Rp100 ribu per 5 kubik.

    Sementara itu, Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Kaharuddin, menyatakan dukungan penuh terhadap program pengendalian banjir yang diusung oleh Pemerintah Kota Samarinda. 

    Ia menyebutkan bahwa relokasi pipa di Jalan KS Tubun Dalam dilakukan karena pipa GRP DN 400 mm yang ada di lokasi tersebut sudah berusia lama dan perlu dipindahkan. 

    Kaharuddin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan ini, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemkot Samarinda. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Advertorial

    Perumdam Tirta Kencana Jadwalkan Perbaikan Pipa di Jalan KS Tubun, Ketahui Wilayah Terdampaknya

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    27 Agustus 2024 pukul 20:22 WITA

    Pengerjaan perbaikan pipa di Jalan KS Tubun Senin (26/8/2024). (Foto: Dokumentasi Perumdam Tirta Kencana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana melanjutkan pengerjaan tahap II interkoneksi pipa berdiameter 400 milimeter di Jalan KS Tubun, Samarinda, Rabu (28/8/2024) besok. Pengerjaan ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang telah dilakukan sebelumnya. 

    Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana, Sendya Ibanez, menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan perbaikan ini.

    Sendya mengakui bahwa dampak pengerjaan ini sudah dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah, seperti di Jalan Dr Soetomo, yang mengalami gangguan aliran air selama empat hari. 

    "Aliran air sudah tidak mengalir di beberapa wilayah, seperti di daerah Jalan Dr Soetomo. Dampaknya ke masyarakat sudah empat hari tidak mengalir ke daerah kota," jelasnya. 

    Sendya menjelaskan bahwa pengerjaan tahap II ini ditargetkan selesai dalam 1-2 hari, dengan estimasi paling cepat satu hari jika kondisi memungkinkan. 
    Namun, ia menekankan bahwa penghentian aliran air selama pengerjaan menyebabkan dampak yang cukup signifikan bagi warga yang tinggal jauh dari pompa air.

    Ia mengimbau masyarakat untuk menampung air selama pengerjaan berlangsung. Sendya mengakui adanya kebocoran pada pipa yang lama, sehingga perbaikan ini diharapkan dapat memaksimalkan distribusi air ke masyarakat. 

    Wilayah terdampak akibat pengerjaan ini terbagi menjadi dua, yaitu Wilayah I Jalan Pasundan, Raudah, Gunung Meratus, Pahlawan, Perum Preevab, Dr Soetomo, Anggur, Delima Dalam, Ruhui Rahayu, M Yamin, Pramuka, Perjuangan (1,2,3,4), Layanan Booster Pembangunan (Vorvo).

    Pada Wilayah II yakni Jalan Perniagaan, AM Sangaji, Gatot Subroto, Elang, Merak, Tekukur, Belatuk, Cendrawasih, Pemuda (1,2,3,4), DI Pandjaitan, Sentosa, Remaja, Kemakmuran, KNPI, dan Merdeka.

    Menanggapi keluhan dari masyarakat, Sendya menyatakan bahwa komplain merupakan hal yang wajar dan pihaknya siap menerima dengan lapang dada. 
    Bagi masyarakat yang membutuhkan air segera, ia mengarahkan untuk menghubungi layanan tangki air Perumdam, yang dikenakan biaya Rp100 ribu per 5 kubik.

    Sementara itu, Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Kaharuddin, menyatakan dukungan penuh terhadap program pengendalian banjir yang diusung oleh Pemerintah Kota Samarinda. 

    Ia menyebutkan bahwa relokasi pipa di Jalan KS Tubun Dalam dilakukan karena pipa GRP DN 400 mm yang ada di lokasi tersebut sudah berusia lama dan perlu dipindahkan. 

    Kaharuddin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan ini, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemkot Samarinda. (Adv)

    (Sf/Rs)