Cari disini...
Advertorial
Samarinda - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Kota Samarinda kembali melanjutkan komitmennya dalam menjaga keandalan infrastruktur air bersih di Kota Tepian.
Kali ini, langkah pemeliharaan terjadwal akan menyasar Instalasi Pengolahan Air (IPA) Selili melalui agenda pengerjaan pengurasan bak WTP (Water Treatment Plant) dan bak Clarifier yang akan dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 esok hari.
Proses pembersihan berkala ini dijadwalkan mulai berjalan sejak pukul 08.00 WITA dengan estimasi durasi pengerjaan teknis memakan waktu sekitar 10 jam.
Selama proses pengurasan bak penampungan dan sistem penjernihan air tersebut berlangsung, aktivitas produksi air bersih di IPA Selili terpaksa akan dihentikan untuk sementara waktu.
Taufik juga menambahkan bahwa setelah pengerjaan fisik rampung pada sore hari, proses normalisasi berupa pengisian kembali jaringan pipa dan penaikan tekanan air akan dilakukan secara bertahap.
Oleh sebab itu, daerah yang letak geografisnya berada di dataran tinggi atau berada di ujung pipa distribusi kemungkinan akan mengalami keterlambatan aliran sedikit lebih lama dibandingkan kawasan dataran rendah.
"Pengurasan pada bak WTP dan Clarifier di IPA Selili ini sangat penting untuk mengangkat endapan material dan menjaga efektivitas proses filtrasi air. Kami sengaja menginformasikan hal ini H-1 agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan cadangan air di rumah masing-masing," ujar Staf Humas Perumda Tirta Kencana, Taufik.
Sehubungan dengan pengerjaan tersebut, sejumlah wilayah yang diprediksi akan mengalami dampak gangguan pelayanan atau penghentian aliran air meliputi kawasan Pelayanan IPA Selili, Jalan Lumba Lumba, Jalan Padat Karya, Jalan Pelita 1, 2, 3 dan 4, Jalan Rumbia, Jalan Sultan Sulaiman, Jalan Sejati 1, 2 dan 3, Perum Unmul, serta Perum PKL.
Pihak manajemen Perumda Tirta Kencana menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas gangguan kenyamanan yang terjadi demi kualitas pelayanan yang lebih prima ke depan.
"Tim teknis kami di lapangan akan berupaya semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai tepat waktu," tutupnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Advertorial

Samarinda - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Kota Samarinda kembali melanjutkan komitmennya dalam menjaga keandalan infrastruktur air bersih di Kota Tepian.
Kali ini, langkah pemeliharaan terjadwal akan menyasar Instalasi Pengolahan Air (IPA) Selili melalui agenda pengerjaan pengurasan bak WTP (Water Treatment Plant) dan bak Clarifier yang akan dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 esok hari.
Proses pembersihan berkala ini dijadwalkan mulai berjalan sejak pukul 08.00 WITA dengan estimasi durasi pengerjaan teknis memakan waktu sekitar 10 jam.
Selama proses pengurasan bak penampungan dan sistem penjernihan air tersebut berlangsung, aktivitas produksi air bersih di IPA Selili terpaksa akan dihentikan untuk sementara waktu.
Taufik juga menambahkan bahwa setelah pengerjaan fisik rampung pada sore hari, proses normalisasi berupa pengisian kembali jaringan pipa dan penaikan tekanan air akan dilakukan secara bertahap.
Oleh sebab itu, daerah yang letak geografisnya berada di dataran tinggi atau berada di ujung pipa distribusi kemungkinan akan mengalami keterlambatan aliran sedikit lebih lama dibandingkan kawasan dataran rendah.
"Pengurasan pada bak WTP dan Clarifier di IPA Selili ini sangat penting untuk mengangkat endapan material dan menjaga efektivitas proses filtrasi air. Kami sengaja menginformasikan hal ini H-1 agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan cadangan air di rumah masing-masing," ujar Staf Humas Perumda Tirta Kencana, Taufik.
Sehubungan dengan pengerjaan tersebut, sejumlah wilayah yang diprediksi akan mengalami dampak gangguan pelayanan atau penghentian aliran air meliputi kawasan Pelayanan IPA Selili, Jalan Lumba Lumba, Jalan Padat Karya, Jalan Pelita 1, 2, 3 dan 4, Jalan Rumbia, Jalan Sultan Sulaiman, Jalan Sejati 1, 2 dan 3, Perum Unmul, serta Perum PKL.
Pihak manajemen Perumda Tirta Kencana menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas gangguan kenyamanan yang terjadi demi kualitas pelayanan yang lebih prima ke depan.
"Tim teknis kami di lapangan akan berupaya semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai tepat waktu," tutupnya. (Adv)
(Sf/Rs)