Advertorial

    Krisis Air Bersih di Samarinda, Warga Diminta Lapor RT untuk Dapat Bantuan Distribusi

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    10 September 2026 pukul 23:28 WITA

    Perumda tirta Kencana samarinda. (Dok: instagram @perumdatirtakencana)

    Samarinda – Warga Kota Samarinda yang kesulitan mendapatkan air bersih di tengah kondisi kekeringan diminta segera melapor melalui ketua RT setempat. 

    Laporan tersebut menjadi dasar pemerintah menyalurkan bantuan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Perumda Tirta Kencana.

    Mekanisme pengajuan bantuan air bersih dimulai dari tingkat RT. Warga diminta menyampaikan lokasi, jumlah kepala keluarga atau jiwa yang membutuhkan, kebutuhan air bersih, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

    Data tersebut kemudian didata oleh RT dan diteruskan kepada pihak kelurahan untuk diverifikasi dan direkapitulasi. Setelah itu, laporan disampaikan kepada Satgas Penanganan Darurat Bencana (PDB) atau melalui call center di nomor 0811-5537-007.

    Satgas PDB atau call center selanjutnya menerima laporan, melakukan verifikasi, berkoordinasi dengan petugas lapangan, kemudian menentukan jadwal dan lokasi distribusi air bersih.

    Petugas distribusi kemudian mendatangi lokasi sesuai laporan dan menyalurkan air kepada warga. Setelah distribusi dilakukan, proses dilanjutkan dengan dokumentasi dan pelaporan hasil penyaluran.

    Selain melalui mekanisme bantuan tersebut, Perumda Tirta Kencana juga menyiapkan fasilitas air gratis bagi masyarakat di tengah pengurangan jam operasional sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA).

    Staf Humas Perumda Tirta Kencana, Taufik, mengatakan pihaknya menyiagakan terminal umum serta menyediakan keran air gratis di sejumlah IPA yang terdampak, salah satunya di IPA Sungai Kapih.

    “Perumda Tirta Kencana juga menyediakan keran air gratis di sejumlah IPA terdampak,” kata Taufik, Kamis (10/9/2026).

    Sedikitnya 10 IPA disebut terdampak intrusi air laut yang berpengaruh terhadap jam operasional. IPA tersebut meliputi Palaran, Bantuas, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Samarinda Seberang, Tirta Kencana, Cendana dan Gunung Lipan.

    Kondisi tersebut membuat masyarakat yang masih mendapatkan aliran air diminta memanfaatkan kesempatan untuk menampung air sebagai persediaan. Pelanggan juga diimbau menghemat penggunaan air selama kondisi sumber air baku belum stabil.

    Perumda turut mengingatkan masyarakat agar tempat penampungan air tetap dalam kondisi bersih. Warga dapat memanfaatkan terminal umum yang telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

    Untuk kebutuhan air dalam jumlah besar, terutama bagi permukiman, masyarakat dapat menghubungi call center Perumda Tirta Kencana di nomor 0811-553-536 atau menyampaikan kebutuhan melalui ketua RT setempat.

    Taufik menegaskan, berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan di tengah kondisi sumber air baku yang belum stabil.

    “Warga dapat mengambil air secara gratis menggunakan jeriken atau wadah lainnya,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Advertorial

    Krisis Air Bersih di Samarinda, Warga Diminta Lapor RT untuk Dapat Bantuan Distribusi

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    10 September 2026 pukul 23:28 WITA

    Perumda tirta Kencana samarinda. (Dok: instagram @perumdatirtakencana)

    Samarinda – Warga Kota Samarinda yang kesulitan mendapatkan air bersih di tengah kondisi kekeringan diminta segera melapor melalui ketua RT setempat. 

    Laporan tersebut menjadi dasar pemerintah menyalurkan bantuan air bersih melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Perumda Tirta Kencana.

    Mekanisme pengajuan bantuan air bersih dimulai dari tingkat RT. Warga diminta menyampaikan lokasi, jumlah kepala keluarga atau jiwa yang membutuhkan, kebutuhan air bersih, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

    Data tersebut kemudian didata oleh RT dan diteruskan kepada pihak kelurahan untuk diverifikasi dan direkapitulasi. Setelah itu, laporan disampaikan kepada Satgas Penanganan Darurat Bencana (PDB) atau melalui call center di nomor 0811-5537-007.

    Satgas PDB atau call center selanjutnya menerima laporan, melakukan verifikasi, berkoordinasi dengan petugas lapangan, kemudian menentukan jadwal dan lokasi distribusi air bersih.

    Petugas distribusi kemudian mendatangi lokasi sesuai laporan dan menyalurkan air kepada warga. Setelah distribusi dilakukan, proses dilanjutkan dengan dokumentasi dan pelaporan hasil penyaluran.

    Selain melalui mekanisme bantuan tersebut, Perumda Tirta Kencana juga menyiapkan fasilitas air gratis bagi masyarakat di tengah pengurangan jam operasional sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA).

    Staf Humas Perumda Tirta Kencana, Taufik, mengatakan pihaknya menyiagakan terminal umum serta menyediakan keran air gratis di sejumlah IPA yang terdampak, salah satunya di IPA Sungai Kapih.

    “Perumda Tirta Kencana juga menyediakan keran air gratis di sejumlah IPA terdampak,” kata Taufik, Kamis (10/9/2026).

    Sedikitnya 10 IPA disebut terdampak intrusi air laut yang berpengaruh terhadap jam operasional. IPA tersebut meliputi Palaran, Bantuas, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Samarinda Seberang, Tirta Kencana, Cendana dan Gunung Lipan.

    Kondisi tersebut membuat masyarakat yang masih mendapatkan aliran air diminta memanfaatkan kesempatan untuk menampung air sebagai persediaan. Pelanggan juga diimbau menghemat penggunaan air selama kondisi sumber air baku belum stabil.

    Perumda turut mengingatkan masyarakat agar tempat penampungan air tetap dalam kondisi bersih. Warga dapat memanfaatkan terminal umum yang telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

    Untuk kebutuhan air dalam jumlah besar, terutama bagi permukiman, masyarakat dapat menghubungi call center Perumda Tirta Kencana di nomor 0811-553-536 atau menyampaikan kebutuhan melalui ketua RT setempat.

    Taufik menegaskan, berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan di tengah kondisi sumber air baku yang belum stabil.

    “Warga dapat mengambil air secara gratis menggunakan jeriken atau wadah lainnya,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)