Advertorial

    KPU Samarinda Gelar Sosialisasi Pilkada Lewat Film "Tepatilah Janji" di UMKT

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Oktober 2024 pukul 09:25 WITA

    Penyerahan doorprize kepada salah satu penonton saat nobar film "Tepatilah Janji" di UMKT, Senin (28/10/2024) malam. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda kembali menggelar acara nonton bareng (nobar) film "Tepatilah Janji" sebagai bagian dari upaya sosialisasi Pilkada. Acara ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi dan semester pada Senin (28/10/2024) malam. 

    Ketua KPU Samarinda, Firman, menjelaskan bahwa film "Tepatilah Janji" merupakan produksi dari KPU RI, yang dihadirkan di berbagai daerah termasuk Samarinda. 

    Menurutnya film yang disutradarai oleh Garin Nugroho ini memiliki pesan penting yang diharapkan bisa membangun kesadaran masyarakat mengenai pemilihan yang sehat dan demokratis. 

    "Sebelumnya, kami juga sudah mengadakan nobar di Pondok Pesantren Nabil Husein, dan ini menjadi kesempatan kedua untuk Samarinda," ujar Firman saat diwawancara usai membuka kegiatan tersebut. 

    Firman menuturkan bahwa pesan yang disampaikan dalam film ini tidak hanya relevan untuk Pilkada, tetapi juga untuk pemilihan kepala desa dan kepala dusun, yang kerap melibatkan dinamika unik di setiap wilayah. 

    Melalui film ini, kata Firman, Pemeirntah ingin menunjukkan bahwa pemimpin yang terpilih adalah sosok yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat tanpa tekanan atau intervensi dari pihak-pihak berkepentingan. Hal Ini menurutnya berkesinambungan dengan kepentingan untuk menjaga proses demokrasi tetap jujur dan bebas dari pengaruh negatif yang hanya menguntungkan kelompok tertentu. 

    "Harapannya, setelah menonton film ini, para mahasiswa dapat menyampaikan pesan-pesan yang ada dalam film kepada lingkungan sekitar mereka, sehingga semakin banyak masyarakat yang paham akan pentingnya komitmen dan integritas seorang pemimpin," ujarnya. 

    Film "Tepatilah Janji" ini merupakan kelanjutan dari film "Kejarlah Janji" yang dirilis pada September 2023 lalu. Dengan genre komedi, film ini membahas isu-isu politik, terutama mengenai pelaksanaan pilkada, serta mengangkat tema komitmen kepemimpinan dan pemenuhan janji kepada masyarakat. Film ini juga menyoroti pentingnya integritas pemimpin dalam mewujudkan janji, baik yang termuat dalam konstitusi maupun visi pribadi yang dijanjikan untuk kesejahteraan warga.

    Firman mengungkapkan bahwa kegiatan nobar ini merupakan bagian dari sosialisasi terakhir yang dilakukan KPU Samarinda. 

    "Ini nobar terakhir, karena kami akan fokus pada tahapan-tahapan pilkada berikutnya, seperti penyusunan materi debat bagi para calon kepala daerah," bebernya. 

    Dengan terselenggaranya acara nobar ini, diharapkan masyarakat, terutama pemilih muda, dapat lebih memahami dan menghargai proses demokrasi yang adil dan transparan dalam menentukan pemimpin yang berkualitas bagi masa depan daerah mereka.

    Pada kesempatan itu juga Firman mengimbau kepada seluruh mahasiswa dari luar Samarinda yang ingin ikut memilih di Samarinda, bisa mengurus proses pindah memilih jika berencana tetap berada di kota ini pada hari pemungutan suara.

    "Tapi dicek dulu sebelum mengurus pindah memilih, apakah namanya sudah terdaftar di DPT atau belum, kalau belum maka tidak bisa diproses," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Advertorial

    KPU Samarinda Gelar Sosialisasi Pilkada Lewat Film "Tepatilah Janji" di UMKT

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Oktober 2024 pukul 09:25 WITA

    Penyerahan doorprize kepada salah satu penonton saat nobar film "Tepatilah Janji" di UMKT, Senin (28/10/2024) malam. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda kembali menggelar acara nonton bareng (nobar) film "Tepatilah Janji" sebagai bagian dari upaya sosialisasi Pilkada. Acara ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi dan semester pada Senin (28/10/2024) malam. 

    Ketua KPU Samarinda, Firman, menjelaskan bahwa film "Tepatilah Janji" merupakan produksi dari KPU RI, yang dihadirkan di berbagai daerah termasuk Samarinda. 

    Menurutnya film yang disutradarai oleh Garin Nugroho ini memiliki pesan penting yang diharapkan bisa membangun kesadaran masyarakat mengenai pemilihan yang sehat dan demokratis. 

    "Sebelumnya, kami juga sudah mengadakan nobar di Pondok Pesantren Nabil Husein, dan ini menjadi kesempatan kedua untuk Samarinda," ujar Firman saat diwawancara usai membuka kegiatan tersebut. 

    Firman menuturkan bahwa pesan yang disampaikan dalam film ini tidak hanya relevan untuk Pilkada, tetapi juga untuk pemilihan kepala desa dan kepala dusun, yang kerap melibatkan dinamika unik di setiap wilayah. 

    Melalui film ini, kata Firman, Pemeirntah ingin menunjukkan bahwa pemimpin yang terpilih adalah sosok yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat tanpa tekanan atau intervensi dari pihak-pihak berkepentingan. Hal Ini menurutnya berkesinambungan dengan kepentingan untuk menjaga proses demokrasi tetap jujur dan bebas dari pengaruh negatif yang hanya menguntungkan kelompok tertentu. 

    "Harapannya, setelah menonton film ini, para mahasiswa dapat menyampaikan pesan-pesan yang ada dalam film kepada lingkungan sekitar mereka, sehingga semakin banyak masyarakat yang paham akan pentingnya komitmen dan integritas seorang pemimpin," ujarnya. 

    Film "Tepatilah Janji" ini merupakan kelanjutan dari film "Kejarlah Janji" yang dirilis pada September 2023 lalu. Dengan genre komedi, film ini membahas isu-isu politik, terutama mengenai pelaksanaan pilkada, serta mengangkat tema komitmen kepemimpinan dan pemenuhan janji kepada masyarakat. Film ini juga menyoroti pentingnya integritas pemimpin dalam mewujudkan janji, baik yang termuat dalam konstitusi maupun visi pribadi yang dijanjikan untuk kesejahteraan warga.

    Firman mengungkapkan bahwa kegiatan nobar ini merupakan bagian dari sosialisasi terakhir yang dilakukan KPU Samarinda. 

    "Ini nobar terakhir, karena kami akan fokus pada tahapan-tahapan pilkada berikutnya, seperti penyusunan materi debat bagi para calon kepala daerah," bebernya. 

    Dengan terselenggaranya acara nobar ini, diharapkan masyarakat, terutama pemilih muda, dapat lebih memahami dan menghargai proses demokrasi yang adil dan transparan dalam menentukan pemimpin yang berkualitas bagi masa depan daerah mereka.

    Pada kesempatan itu juga Firman mengimbau kepada seluruh mahasiswa dari luar Samarinda yang ingin ikut memilih di Samarinda, bisa mengurus proses pindah memilih jika berencana tetap berada di kota ini pada hari pemungutan suara.

    "Tapi dicek dulu sebelum mengurus pindah memilih, apakah namanya sudah terdaftar di DPT atau belum, kalau belum maka tidak bisa diproses," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)