Advertorial

    Intrusi Air Laut Masih Terkendali, Perumda Tirta Kencana Pastikan Produksi Tetap Normal

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    31 Agustus 2026 pukul 17:21 WITA

    Update Pemantauan kadar klorida dan pemantauan air baku di tengah intrusi air laut oleh Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda (Foto: Tangkapan Layar)

    Samarinda – Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda terus memperkuat pemantauan kualitas air baku di tengah fenomena intrusi air laut yang masuk ke Sungai Mahakam. Hingga Senin (31/8/2026), kondisi produksi air bersih masih terpantau aman. 

    Dari seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang beroperasi, hanya IPA Bantuas yang untuk sementara menghentikan produksi akibat pengaruh intrusi air laut.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda Tirta Kencana menjaga kualitas air yang diproduksi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. 

    Sementara IPA lainnya masih beroperasi normal dengan hasil pemantauan kadar klorida yang berada jauh di bawah ambang batas yang diperbolehkan.

    Asisten Manajer Laboratorium Induk Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Gandhi Dewantaru mengatakan, kondisi terkini masih dalam batas aman. 

    Pemantauan dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi setiap perubahan kualitas air baku akibat pergerakan air laut.

    “Jadi kondisi untuk hari ini, hanya ada satu Instalasi Pengolahan Air yang disetop produksinya karena proses intrusi air laut ini, yaitu di IPA Bantuas. Selebihnya, produksi di IPA-IPA PDAM semuanya berjalan normal,” ujar Gandhi, Senin (31/8/2026).

    Menurut Gandhi, hasil pemeriksaan di sejumlah titik menunjukkan kadar klorida masih berada pada level yang rendah. 

    Di IPA Bukuan dan IPA Pulau Atas yang berada di bagian paling ujung, kadar klorida tercatat masih di bawah 20 ppm. Angka tersebut masih jauh dari batas yang diperbolehkan, yakni di bawah 250 ppm.

    “IPA Bukuan dan IPA Pulau Atas itu masih di bawah 20 ppm. Sementara kadar yang diperbolehkan adalah di bawah 250 ppm,” jelasnya.

    Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, Laboratorium Induk melakukan pemeriksaan secara berkala. Pengujian dilakukan setiap satu jam dan frekuensinya dapat ditingkatkan hingga setiap 15 menit apabila terdapat perubahan kondisi air laut.

    “Kita tetap melakukan pengujian secara rutin per 1 jam sekali dan ter-update bisa sampai 15 menit sekali tergantung dari perubahan air laut,” ungkapnya.

    Pemantauan tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi Perumda Tirta Kencana agar perubahan kualitas air dapat segera diketahui. 

    Dengan sistem pemantauan yang dilakukan secara berkala, kondisi produksi dapat disesuaikan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.

    Gandhi menyebut kondisi pada 29 dan 30 Agustus yang diperkirakan menjadi periode puncak intrusi air laut juga masih dapat dikendalikan. 

    Dampak terhadap produksi hanya terjadi di IPA Bantuas, sedangkan instalasi lainnya tetap mampu berproduksi.

    “Jadi sebagai perbandingan, kemarin di tanggal 29 dan 30 yang seharusnya itu puncaknya intrusi air laut masuk, ternyata alhamdulillah aman, hanya sampai di IPA Bantuas. Selebihnya kita bisa produksi dengan lancar,” katanya.

    Berdasarkan kondisi pasang surut air laut dan arus yang masuk ke Sungai Mahakam, Perumda Tirta Kencana memperkirakan kondisi tersebut masih relatif aman hingga Kamis pekan ini. 

    Artinya, sejauh pemantauan berjalan sesuai kondisi saat ini, tidak ada rencana penghentian produksi tambahan selain IPA Bantuas. “Kita kemungkinan besar tidak ada mati produksi selain IPA Bantuas tadi,” tegas Gandhi.

    Di tengah kondisi tersebut, Perumda Tirta Kencana juga berharap hujan turun di wilayah hulu Sungai Mahakam. 

    Curah hujan di kawasan hulu diharapkan dapat membantu meningkatkan debit air sungai sehingga mendorong masuknya air laut kembali ke arah hilir.

    “Mudah-mudahan segera ada hujan di daerah hulu sehingga bisa mendorong air intrusi air laut yang masuk,” katanya.

    Selain menjaga produksi, Perumda Tirta Kencana tetap membuka posko informasi terkait perkembangan intrusi air laut. Posko yang sebelumnya berada di Teluk Lerong kini dialihkan ke Laboratorium Induk Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda.

    Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai kondisi terbaru intrusi air laut dapat mendatangi Laboratorium Induk. 

    Pemindahan lokasi posko tersebut sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh informasi langsung dari tim yang melakukan pemantauan kualitas air.

    Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin dan penyesuaian produksi berdasarkan kondisi air baku, Perumda Tirta Kencana memastikan penanganan intrusi air laut terus dilakukan secara terukur.

    Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas air sekaligus mempertahankan keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat Samarinda.“Semoga intrusi air laut ini cepat berlalu,” pungkas Gandhi. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Advertorial

    Intrusi Air Laut Masih Terkendali, Perumda Tirta Kencana Pastikan Produksi Tetap Normal

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    31 Agustus 2026 pukul 17:21 WITA

    Update Pemantauan kadar klorida dan pemantauan air baku di tengah intrusi air laut oleh Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda (Foto: Tangkapan Layar)

    Samarinda – Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda terus memperkuat pemantauan kualitas air baku di tengah fenomena intrusi air laut yang masuk ke Sungai Mahakam. Hingga Senin (31/8/2026), kondisi produksi air bersih masih terpantau aman. 

    Dari seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang beroperasi, hanya IPA Bantuas yang untuk sementara menghentikan produksi akibat pengaruh intrusi air laut.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda Tirta Kencana menjaga kualitas air yang diproduksi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. 

    Sementara IPA lainnya masih beroperasi normal dengan hasil pemantauan kadar klorida yang berada jauh di bawah ambang batas yang diperbolehkan.

    Asisten Manajer Laboratorium Induk Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Gandhi Dewantaru mengatakan, kondisi terkini masih dalam batas aman. 

    Pemantauan dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi setiap perubahan kualitas air baku akibat pergerakan air laut.

    “Jadi kondisi untuk hari ini, hanya ada satu Instalasi Pengolahan Air yang disetop produksinya karena proses intrusi air laut ini, yaitu di IPA Bantuas. Selebihnya, produksi di IPA-IPA PDAM semuanya berjalan normal,” ujar Gandhi, Senin (31/8/2026).

    Menurut Gandhi, hasil pemeriksaan di sejumlah titik menunjukkan kadar klorida masih berada pada level yang rendah. 

    Di IPA Bukuan dan IPA Pulau Atas yang berada di bagian paling ujung, kadar klorida tercatat masih di bawah 20 ppm. Angka tersebut masih jauh dari batas yang diperbolehkan, yakni di bawah 250 ppm.

    “IPA Bukuan dan IPA Pulau Atas itu masih di bawah 20 ppm. Sementara kadar yang diperbolehkan adalah di bawah 250 ppm,” jelasnya.

    Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, Laboratorium Induk melakukan pemeriksaan secara berkala. Pengujian dilakukan setiap satu jam dan frekuensinya dapat ditingkatkan hingga setiap 15 menit apabila terdapat perubahan kondisi air laut.

    “Kita tetap melakukan pengujian secara rutin per 1 jam sekali dan ter-update bisa sampai 15 menit sekali tergantung dari perubahan air laut,” ungkapnya.

    Pemantauan tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi Perumda Tirta Kencana agar perubahan kualitas air dapat segera diketahui. 

    Dengan sistem pemantauan yang dilakukan secara berkala, kondisi produksi dapat disesuaikan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.

    Gandhi menyebut kondisi pada 29 dan 30 Agustus yang diperkirakan menjadi periode puncak intrusi air laut juga masih dapat dikendalikan. 

    Dampak terhadap produksi hanya terjadi di IPA Bantuas, sedangkan instalasi lainnya tetap mampu berproduksi.

    “Jadi sebagai perbandingan, kemarin di tanggal 29 dan 30 yang seharusnya itu puncaknya intrusi air laut masuk, ternyata alhamdulillah aman, hanya sampai di IPA Bantuas. Selebihnya kita bisa produksi dengan lancar,” katanya.

    Berdasarkan kondisi pasang surut air laut dan arus yang masuk ke Sungai Mahakam, Perumda Tirta Kencana memperkirakan kondisi tersebut masih relatif aman hingga Kamis pekan ini. 

    Artinya, sejauh pemantauan berjalan sesuai kondisi saat ini, tidak ada rencana penghentian produksi tambahan selain IPA Bantuas. “Kita kemungkinan besar tidak ada mati produksi selain IPA Bantuas tadi,” tegas Gandhi.

    Di tengah kondisi tersebut, Perumda Tirta Kencana juga berharap hujan turun di wilayah hulu Sungai Mahakam. 

    Curah hujan di kawasan hulu diharapkan dapat membantu meningkatkan debit air sungai sehingga mendorong masuknya air laut kembali ke arah hilir.

    “Mudah-mudahan segera ada hujan di daerah hulu sehingga bisa mendorong air intrusi air laut yang masuk,” katanya.

    Selain menjaga produksi, Perumda Tirta Kencana tetap membuka posko informasi terkait perkembangan intrusi air laut. Posko yang sebelumnya berada di Teluk Lerong kini dialihkan ke Laboratorium Induk Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda.

    Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai kondisi terbaru intrusi air laut dapat mendatangi Laboratorium Induk. 

    Pemindahan lokasi posko tersebut sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh informasi langsung dari tim yang melakukan pemantauan kualitas air.

    Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin dan penyesuaian produksi berdasarkan kondisi air baku, Perumda Tirta Kencana memastikan penanganan intrusi air laut terus dilakukan secara terukur.

    Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas air sekaligus mempertahankan keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat Samarinda.“Semoga intrusi air laut ini cepat berlalu,” pungkas Gandhi. (Adv)

    (Sf/Lo)