Advertorial

    Debat Pertama Paslon Tunggal Pilkada Samarinda, Usung Lima Misi dari Tiga Sektor Besar

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    04 November 2024 pukul 21:17 WITA

    Debat publik pertama Pilkada Samarinda, Senin (4/11/2024). (Foto: Tangkapan layar siaran langsung Kompas TV/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, Firman Hidayat, mengatakan bahwa meski hanya terdapat satu pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda kali ini, tapi tetap berkewajiban untuk melaksanakan debat. 

    Pada debat publik pertama yang digelar di TV Nasional Kompas TV pada Senin (4/11/2024) malam, dalam sambutannya Firman mengajak seluruh warga Samarinda untuk menggunakan hak pilih mereka pada 27 November nanti. 

    “Debat ini adalah kesempatan bagi warga untuk mengenal visi dan misi paslon. Kami harap, ini bisa jadi bekal bagi warga Samarinda dalam menentukan pilihan mereka,” ujar Firman. 

    Debat publik ini menghadirkan panelis dari berbagai latar belakang akademis, seperti Haviluddin dari Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul) dan Wesley Liano Hutasoit dari Fisipol Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Turut pula akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris, yaitu Suwardi Sagama, serta perwakilan dari DPD IKAL LEMHANNAS Kaltim, Hajaturamsyah.

    Jalannya debat disusun dalam enam sesi. Dimulai dengan pemaparan visi dan misi, kemudian dilanjutkan empat sesi pendalaman, dan ditutup dengan sesi konklusif atau kesimpulan.

    Paslon tunggal, yaitu nomor urut 02, dipimpin oleh calon Wali Kota Samarinda Andi Harun memaparkan rencana pembangunan Samarinda melalui tiga sektor utama: publik, privat, dan masyarakat, dengan mengusung visi “Samarinda Maju, Kaltim Maju.” Visi ini diringkas dalam akronim “MAJU” yang berarti Mandiri, Adil, ber-Jaya, dan Unggul.

    Lima misi yang diusung Andi Harun mencakup pengembangan SDM yang unggul, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, ekonomi mandiri, kota layak huni, dan tata kelola pemerintahan yang adaptif. 

    Misi pertama yakni mewujudkan sumber daya manusia (SDM) samarinda yang unggul, berbudaya dan berdaya saing. Kedua, melakukan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. 

    Ketiga, mewujudkan pembangunan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Keempat mewujudkan Kota Samarinda sebagai kota layak huni dengan perspektif stabilitas kamtibmas, ketahanan sosial dan pembangunan ekonomi. Terakhir yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif berketahanan dan adaptif. 

    “Kami berkomitmen mewujudkan Samarinda yang mandiri dan maju dengan dukungan penuh dari publik,” ungkap Andi Harun. 

    Pria yang akrab dengan sapaan AH itu berkata, jika terpilih kembali, ia dapat melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada kemajuan dan peradaban, serta berkontribusi dalam mewujudkan visi Kalimantan Timur yang maju.

    “Ketiga sektor besar dan lima misi ini kita pastikan kita kelola dengan tata kelola pemerintahan yang baik, dilengkapai dan disempurnakan dengan partisipasi publik,” tuturnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Advertorial

    Debat Pertama Paslon Tunggal Pilkada Samarinda, Usung Lima Misi dari Tiga Sektor Besar

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    04 November 2024 pukul 21:17 WITA

    Debat publik pertama Pilkada Samarinda, Senin (4/11/2024). (Foto: Tangkapan layar siaran langsung Kompas TV/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, Firman Hidayat, mengatakan bahwa meski hanya terdapat satu pasangan calon (paslon) dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda kali ini, tapi tetap berkewajiban untuk melaksanakan debat. 

    Pada debat publik pertama yang digelar di TV Nasional Kompas TV pada Senin (4/11/2024) malam, dalam sambutannya Firman mengajak seluruh warga Samarinda untuk menggunakan hak pilih mereka pada 27 November nanti. 

    “Debat ini adalah kesempatan bagi warga untuk mengenal visi dan misi paslon. Kami harap, ini bisa jadi bekal bagi warga Samarinda dalam menentukan pilihan mereka,” ujar Firman. 

    Debat publik ini menghadirkan panelis dari berbagai latar belakang akademis, seperti Haviluddin dari Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul) dan Wesley Liano Hutasoit dari Fisipol Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Turut pula akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris, yaitu Suwardi Sagama, serta perwakilan dari DPD IKAL LEMHANNAS Kaltim, Hajaturamsyah.

    Jalannya debat disusun dalam enam sesi. Dimulai dengan pemaparan visi dan misi, kemudian dilanjutkan empat sesi pendalaman, dan ditutup dengan sesi konklusif atau kesimpulan.

    Paslon tunggal, yaitu nomor urut 02, dipimpin oleh calon Wali Kota Samarinda Andi Harun memaparkan rencana pembangunan Samarinda melalui tiga sektor utama: publik, privat, dan masyarakat, dengan mengusung visi “Samarinda Maju, Kaltim Maju.” Visi ini diringkas dalam akronim “MAJU” yang berarti Mandiri, Adil, ber-Jaya, dan Unggul.

    Lima misi yang diusung Andi Harun mencakup pengembangan SDM yang unggul, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, ekonomi mandiri, kota layak huni, dan tata kelola pemerintahan yang adaptif. 

    Misi pertama yakni mewujudkan sumber daya manusia (SDM) samarinda yang unggul, berbudaya dan berdaya saing. Kedua, melakukan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. 

    Ketiga, mewujudkan pembangunan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Keempat mewujudkan Kota Samarinda sebagai kota layak huni dengan perspektif stabilitas kamtibmas, ketahanan sosial dan pembangunan ekonomi. Terakhir yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif berketahanan dan adaptif. 

    “Kami berkomitmen mewujudkan Samarinda yang mandiri dan maju dengan dukungan penuh dari publik,” ungkap Andi Harun. 

    Pria yang akrab dengan sapaan AH itu berkata, jika terpilih kembali, ia dapat melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada kemajuan dan peradaban, serta berkontribusi dalam mewujudkan visi Kalimantan Timur yang maju.

    “Ketiga sektor besar dan lima misi ini kita pastikan kita kelola dengan tata kelola pemerintahan yang baik, dilengkapai dan disempurnakan dengan partisipasi publik,” tuturnya. (Adv)

    (Sf/Rs)