Advertorial

    Buka Operasi Jagratara di Bali, Dirjen Imigrasi Imbau Petugas untuk Menindak WNA yang Langgar Aturan

    Penulis:Tria|Redaktur:Marully Z
    02 Oktober 2024 pukul 18:23 WITA

    Apel pasukan operasi Pengawasan Keimigrasian "Jagratara" yang digelar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Rabu (02/10/2024). (Foto: Dokumentasi Kemenkumham Ditjen Imigrasi/Seputarfakta.com)

    Denpasar — Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim membuka rangkaian Operasi Pengawasan Keimigrasian "Jagratara" melalui apel pasukan yang digelar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Rabu (02/10/2024). 

    Kegiatan itu diikuti oleh sekitar 125 personel Imigrasi yang terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), petugas patroli, hingga petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Silmy menjabarkan Operasi Jagratara sendiri merupakan operasi pengawasan terhadap orang asing yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia oleh petugas imigrasi yang bertugas di bidang penegakan hukum.

    Ia mengatakan operasi kali ini merupakan penutup di tahun 2024. Operasi ini lahir dari tantangan yang muncul seiring dengan meningkatnya jumlah orang asing di Indonesia, terutama di sektor pariwisata dan investasi.“Tahun ini, kami telah melaksanakan dua kali operasi pengawasan orang asing serentak di seluruh Indonesia," ujar Silmy Karim di sela-sela pembukaan operasi.

    Lebih lanjut, Silmy menjelaskan bahwa pengawasan keimigrasian yang intensif sangat diperlukan untuk memastikan setiap pendatang mematuhi aturan imigrasi yang berlaku di Indonesia. "Kami ingin memastikan bahwa pelintas yang datang ke Indonesia adalah pelintas yang berkualitas," tambahnya.

    Dalam rangka mempersiapkan Operasi Jagratara, Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian juga telah memerintahkan seluruh kantor imigrasi di Indonesia untuk melakukan pengawasan dengan memperhatikan kondisi stabilitas keamanan serta mitigasi risiko yang ada.  “Petugas yang menemukan dugaan pelanggaran dapat langsung melakukan penindakan terhadap orang asing yang melanggar, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

    Kemudian, sebagai bentuk dukungan terhadap operasi ini, Direktorat Jenderal Imigrasi juga menyerahkan secara simbolis 20 unit kendaraan patroli baru dari total 265 kendaraan patroli yang dialokasikan kepada kantor imigrasi di Bali. 

    Penyerahan kendaraan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas tim di lapangan, mempercepat respon petugas dalam menindak pelanggaran, serta memperluas jangkauan operasi di berbagai wilayah. Alokasi kendaraan patroli ini disesuaikan dengan konsentrasi warga negara asing di setiap daerah.

    Silmy pun menegaskan bahwa tujuan dari operasi ini adalah untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi yang nyaman bagi wisatawan dan investor asing yang taat hukum, serta untuk menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat yang beragam.

    Acara pembukaan Operasi Jagratara juga turut dihadiri oleh Pj Gubernur Bali, SM Mahendra Jaya, Ketua DPRD Bali, Dewa Jack, dan Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya.  "Di sisi lain, pengawasan keimigrasian ini juga diharapkan dapat menciptakan situasi yang aman bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi potensi kejahatan lintas negara atau orang asing yang mengganggu ketertiban umum," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Mr)

    Advertorial

    Buka Operasi Jagratara di Bali, Dirjen Imigrasi Imbau Petugas untuk Menindak WNA yang Langgar Aturan

    Penulis:Tria|Redaktur:Marully Z
    02 Oktober 2024 pukul 18:23 WITA

    Apel pasukan operasi Pengawasan Keimigrasian "Jagratara" yang digelar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Rabu (02/10/2024). (Foto: Dokumentasi Kemenkumham Ditjen Imigrasi/Seputarfakta.com)

    Denpasar — Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim membuka rangkaian Operasi Pengawasan Keimigrasian "Jagratara" melalui apel pasukan yang digelar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Rabu (02/10/2024). 

    Kegiatan itu diikuti oleh sekitar 125 personel Imigrasi yang terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), petugas patroli, hingga petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Silmy menjabarkan Operasi Jagratara sendiri merupakan operasi pengawasan terhadap orang asing yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia oleh petugas imigrasi yang bertugas di bidang penegakan hukum.

    Ia mengatakan operasi kali ini merupakan penutup di tahun 2024. Operasi ini lahir dari tantangan yang muncul seiring dengan meningkatnya jumlah orang asing di Indonesia, terutama di sektor pariwisata dan investasi.“Tahun ini, kami telah melaksanakan dua kali operasi pengawasan orang asing serentak di seluruh Indonesia," ujar Silmy Karim di sela-sela pembukaan operasi.

    Lebih lanjut, Silmy menjelaskan bahwa pengawasan keimigrasian yang intensif sangat diperlukan untuk memastikan setiap pendatang mematuhi aturan imigrasi yang berlaku di Indonesia. "Kami ingin memastikan bahwa pelintas yang datang ke Indonesia adalah pelintas yang berkualitas," tambahnya.

    Dalam rangka mempersiapkan Operasi Jagratara, Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian juga telah memerintahkan seluruh kantor imigrasi di Indonesia untuk melakukan pengawasan dengan memperhatikan kondisi stabilitas keamanan serta mitigasi risiko yang ada.  “Petugas yang menemukan dugaan pelanggaran dapat langsung melakukan penindakan terhadap orang asing yang melanggar, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

    Kemudian, sebagai bentuk dukungan terhadap operasi ini, Direktorat Jenderal Imigrasi juga menyerahkan secara simbolis 20 unit kendaraan patroli baru dari total 265 kendaraan patroli yang dialokasikan kepada kantor imigrasi di Bali. 

    Penyerahan kendaraan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas tim di lapangan, mempercepat respon petugas dalam menindak pelanggaran, serta memperluas jangkauan operasi di berbagai wilayah. Alokasi kendaraan patroli ini disesuaikan dengan konsentrasi warga negara asing di setiap daerah.

    Silmy pun menegaskan bahwa tujuan dari operasi ini adalah untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi yang nyaman bagi wisatawan dan investor asing yang taat hukum, serta untuk menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat yang beragam.

    Acara pembukaan Operasi Jagratara juga turut dihadiri oleh Pj Gubernur Bali, SM Mahendra Jaya, Ketua DPRD Bali, Dewa Jack, dan Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya.  "Di sisi lain, pengawasan keimigrasian ini juga diharapkan dapat menciptakan situasi yang aman bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi potensi kejahatan lintas negara atau orang asing yang mengganggu ketertiban umum," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Mr)