Advertorial

    Besok IPA Samarinda Seberang Dikuras, Aliran Air Dipastikan Mati Total

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 16:29 WITA

    Pengumuman resmi Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda terkait jadwal pengurasan bak sedimentasi, WTP, dan Lagoon di IPA Samarinda Seberang pada Selasa, 12 Mei 2026. (Dok. Perumda Tirta Kencana)

    ​Samarinda - Warga di kawasan Samarinda Seberang dan sekitarnya diimbau untuk segera memaksimalkan daya tampung air bersih di rumah. 

    Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Kota Samarinda akan melakukan penghentian sementara distribusi air pada Selasa, 12 Mei 2026.

    ​Gangguan pelayanan ini merupakan imbas dari agenda pekerjaan pemeliharaan fasilitas, yakni pengurasan bak sedimentasi, Water Treatment Plant (WTP), dan Lagoon di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Samarinda Seberang. 

    Berdasarkan jadwal resmi, pengerjaan akan dimulai pada pukul 08.00 WITA dengan estimasi waktu penyelesaian sekitar 10 jam.

    ​Staf Humas Perumda Tirta Kencana, Taufik, menjelaskan bahwa agenda pengurasan ini adalah prosedur rutin yang harus dilakukan perusahaan untuk memastikan kualitas air tetap terjaga dan sistem produksi berjalan optimal.

    ​"Pemeliharaan di IPA Samarinda Seberang ini agar kualitas air bersih yang kami distribusikan kepada masyarakat tetap higienis, tidak ada endapan, dan sesuai standar. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pengerjaan," ujar Taufik, Senin (11/5/2026).

    ​Berbeda dengan sekadar penurunan tekanan, Taufik memastikan bahwa pemeliharaan kali ini akan membuat aliran air tidak mengalir sama sekali ke rumah pelanggan selama proses pengurasan berlangsung. 

    Adapun wilayah yang dipastikan terdampak pemadaman air ini meliputi Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Bung Tomo, Jalan P. Bendahara, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan K.H Harun Nafsi, Jalan Mangkupalas dan sekitarnya, serta merambah hingga kawasan Perumahan Keledang Mas, Perumahan Uka beserta area sekitarnya.

    ​Sebagai langkah antisipasi yang krusial, pihak Perumda Tirta Kencana meminta masyarakat yang berada di kawasan tersebut untuk bersiap sebelum pengerjaan dimulai esok pagi.

    ​"Mengingat informasi gangguan pelayanan yang menyebutkan air tidak mengalir selama estimasi waktu 10 jam, kami sangat mengimbau pelanggan untuk mulai menampung pasokan air secukupnya dari sekarang sebagai persediaan aktivitas harian," tuturnya.

    ​Setelah seluruh tahapan pengurasan selesai dikerjakan, pasokan air dipastikan akan kembali mengalir secara bertahap ke rumah-rumah pelanggan seiring dengan normalnya kembali tekanan di jaringan pipa distribusi. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Advertorial

    Besok IPA Samarinda Seberang Dikuras, Aliran Air Dipastikan Mati Total

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 16:29 WITA

    Pengumuman resmi Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda terkait jadwal pengurasan bak sedimentasi, WTP, dan Lagoon di IPA Samarinda Seberang pada Selasa, 12 Mei 2026. (Dok. Perumda Tirta Kencana)

    ​Samarinda - Warga di kawasan Samarinda Seberang dan sekitarnya diimbau untuk segera memaksimalkan daya tampung air bersih di rumah. 

    Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Kota Samarinda akan melakukan penghentian sementara distribusi air pada Selasa, 12 Mei 2026.

    ​Gangguan pelayanan ini merupakan imbas dari agenda pekerjaan pemeliharaan fasilitas, yakni pengurasan bak sedimentasi, Water Treatment Plant (WTP), dan Lagoon di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Samarinda Seberang. 

    Berdasarkan jadwal resmi, pengerjaan akan dimulai pada pukul 08.00 WITA dengan estimasi waktu penyelesaian sekitar 10 jam.

    ​Staf Humas Perumda Tirta Kencana, Taufik, menjelaskan bahwa agenda pengurasan ini adalah prosedur rutin yang harus dilakukan perusahaan untuk memastikan kualitas air tetap terjaga dan sistem produksi berjalan optimal.

    ​"Pemeliharaan di IPA Samarinda Seberang ini agar kualitas air bersih yang kami distribusikan kepada masyarakat tetap higienis, tidak ada endapan, dan sesuai standar. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pengerjaan," ujar Taufik, Senin (11/5/2026).

    ​Berbeda dengan sekadar penurunan tekanan, Taufik memastikan bahwa pemeliharaan kali ini akan membuat aliran air tidak mengalir sama sekali ke rumah pelanggan selama proses pengurasan berlangsung. 

    Adapun wilayah yang dipastikan terdampak pemadaman air ini meliputi Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Bung Tomo, Jalan P. Bendahara, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan K.H Harun Nafsi, Jalan Mangkupalas dan sekitarnya, serta merambah hingga kawasan Perumahan Keledang Mas, Perumahan Uka beserta area sekitarnya.

    ​Sebagai langkah antisipasi yang krusial, pihak Perumda Tirta Kencana meminta masyarakat yang berada di kawasan tersebut untuk bersiap sebelum pengerjaan dimulai esok pagi.

    ​"Mengingat informasi gangguan pelayanan yang menyebutkan air tidak mengalir selama estimasi waktu 10 jam, kami sangat mengimbau pelanggan untuk mulai menampung pasokan air secukupnya dari sekarang sebagai persediaan aktivitas harian," tuturnya.

    ​Setelah seluruh tahapan pengurasan selesai dikerjakan, pasokan air dipastikan akan kembali mengalir secara bertahap ke rumah-rumah pelanggan seiring dengan normalnya kembali tekanan di jaringan pipa distribusi. (Adv)

    (Sf/Rs)