Advertorial

    Besok Ada Pengurasan di IPA Palaran, Bantuas dan Bukuan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 Agustus 2024 pukul 19:22 WITA

    IPA Bantuas yang bakal dikuras besok, Selasa (20/8/2024). (Foto: Dokumentasi Perumdam Tirta Kencana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat dengan melaksanakan pemeliharaan rutin di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palaran, Bukuan, dan Bantuas pada Selasa (20/8/2024).

    Manejer Humas Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Sendya Ibanez, menjabarkan pemeliharaan yang mencakup pengurusan bak sedimentasi dan flokulasi ini bertujuan untuk memastikan air yang didistribusikan tetap bersih dan aman untuk digunakan. 

    "Bak sedimentasi dan flokulasi memainkan peran penting dalam memisahkan partikel-partikel halus dari air sehingga air yang sampai ke konsumen memenuhi standar kesehatan," ujar Sendya Ibanez, Senin (19/8/2024).

    Meski pemeliharaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan, hal ini diperkirakan akan berdampak pada pasokan air di beberapa wilayah Samarinda. 

    Area terdampak itu yakni, Jalan HB Suwarno, Jalan S Parman, Jalan Parikesit I dan II, Jalan Cempaka, Kamboja, Pelabuhan Lama, Melanti, Kenanga, Ampera, Bromo, Nusa Indah, Jayakarya, Karya Bakti, Pelabuhan Samudera dan Terminal Petikemas, Kelurahan Bukuan serta Bantuas dan beberapa wilayah lain di sekitar IPA. 

    Ia mengimbau warga di wilayah terdampak untuk mempersiapkan persediaan air yang cukup selama proses berlangsung, yang diperkirakan selesai dalam satu hari.

    Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Perumdam untuk memastikan bahwa layanan air kepada pelanggan selalu optimal dan sesuai standar kebersihan yang ketat. 

    Pemeliharaan rutin seperti ini dilaksanakan setiap beberapa bulan sekali sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap kualitas layanan dan kesehatan konsumen.

    "Untuk antisipasi, masyarakat bisa untuk menampung air di rumahnya masing-masing," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Advertorial

    Besok Ada Pengurasan di IPA Palaran, Bantuas dan Bukuan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 Agustus 2024 pukul 19:22 WITA

    IPA Bantuas yang bakal dikuras besok, Selasa (20/8/2024). (Foto: Dokumentasi Perumdam Tirta Kencana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat dengan melaksanakan pemeliharaan rutin di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palaran, Bukuan, dan Bantuas pada Selasa (20/8/2024).

    Manejer Humas Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Sendya Ibanez, menjabarkan pemeliharaan yang mencakup pengurusan bak sedimentasi dan flokulasi ini bertujuan untuk memastikan air yang didistribusikan tetap bersih dan aman untuk digunakan. 

    "Bak sedimentasi dan flokulasi memainkan peran penting dalam memisahkan partikel-partikel halus dari air sehingga air yang sampai ke konsumen memenuhi standar kesehatan," ujar Sendya Ibanez, Senin (19/8/2024).

    Meski pemeliharaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan, hal ini diperkirakan akan berdampak pada pasokan air di beberapa wilayah Samarinda. 

    Area terdampak itu yakni, Jalan HB Suwarno, Jalan S Parman, Jalan Parikesit I dan II, Jalan Cempaka, Kamboja, Pelabuhan Lama, Melanti, Kenanga, Ampera, Bromo, Nusa Indah, Jayakarya, Karya Bakti, Pelabuhan Samudera dan Terminal Petikemas, Kelurahan Bukuan serta Bantuas dan beberapa wilayah lain di sekitar IPA. 

    Ia mengimbau warga di wilayah terdampak untuk mempersiapkan persediaan air yang cukup selama proses berlangsung, yang diperkirakan selesai dalam satu hari.

    Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Perumdam untuk memastikan bahwa layanan air kepada pelanggan selalu optimal dan sesuai standar kebersihan yang ketat. 

    Pemeliharaan rutin seperti ini dilaksanakan setiap beberapa bulan sekali sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap kualitas layanan dan kesehatan konsumen.

    "Untuk antisipasi, masyarakat bisa untuk menampung air di rumahnya masing-masing," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)